Mbak Bidadari

Di pondok pesantren membuat kita mampu berteman dengan semua orang dari berbagai golongan yang pada dasarnya mencintai kesederhanaan.

Saya memulai karier menjadi mahasantri (mahasiswi sekaligus santri) di Pondok Pesantren Mahasiswi Al Husna Jember. Kenapa ada embel-embel “mahasiswi”? Karena pondok pesantren ini memang khusus untuk mewadahi mahasiswi yang ingin memperdalam ilmu agama dan menjaga diri daripada bengong di kamar kos. Sebutan lainnya adalah “Pondok Daripada”. Daripada di kos, daripada kesepian, daripada bingung, mending ke Al Husna aja. Begitu katanya.

Continue reading “Mbak Bidadari”

Iklan

Sikap hangat di tengah dinginnya Malang

Sikap hangat di tengah dinginnya Malang

Aku pernah menyesalkan nasibku ketika pertama kali hidup di Malang. Ternyata Malang bersuhu dingin. Terutama ketika malam dan menjelang pagi. Aku tidak memiliki selimut pada saat malam pertama aku tidur di Malang. Alhasil, aku harus mengakrabkan diri dengan dingin. Tubuhku menggigil. Dengan segala kepengecutanku dalam menyampaikan perasaan, aku memilih diam kepada 9 teman sekamarku bahwa aku betul betul kedinginan. Beruntung aku membawa jaket dan sepasang kaus kaki sebagai penghangat sementara. Meski dingin, aku tetap harus memejamkan mata. Besok, semua pekerjaan menuntut harus diselesaikan.

Sebenarnya, kompleks Pondok Pesantren Nurul Furqon terletak dekat dengan pasar besar kota Malang. Pondok pesantren ini memang terletak di sebelah timur pasar besar yang lebih populer dengan sebutan “Wetan Pasar Besar”. Pasar yang mengambil tempat di bekas gedung Matahari Mall itu terdiri dari dua lantai. Akses pondok pesantren yang sebegitu dekatnya dengan pasar membuat segala kebutuhan dapat dijangkau dengan mudah dan yang pasti, murah.

Continue reading “Sikap hangat di tengah dinginnya Malang”

Pacar Nggak Balas Chat? Berasa Udah Kiamat

Pacar Nggak Balas Chat, Berasa Sudah Kiamat

Mungkin judul yang saya angkat ini terlalu lebay atau gimana. Tapi entahlah! Saya sempat pusing dengan hal ini. Apalagi kalau bukan soal pacaran. Bukan saya yang pacaran. Tapi temen. Hehe

Beberapa hari yang lalu adalah hari yang indah. Sekolah jam kosong (istilahnya sudah pindah nggon turu*), pulang siang, makan siang gratis dan pulang cepat. Rasanya menyenangkan aja karena otak tidak digunakan untuk memproses pelajaran yang super melelahkan. Sehabis pulang, saya mengcharger handphone dan bersiap-siap akan bocan alias bobok cantik. Hingga rencana saya untuk tidur gagal karena tiba-tiba seseorang mengirim pesan chat ke bbm saya. Dengan malas saya meraih handphone yang masih terhubung kabel charger. Di layar handphone dengan daya tinggal 29% itu, pacar teman saya mengirim chat yang isinya,
Continue reading “Pacar Nggak Balas Chat? Berasa Udah Kiamat”