Opini Pribadi mengenai Perolehan Nilai di Sekolah

Gambar dari iTunes.

Liburan tidak serasa liburan bagi kami sebagai mahasiswa anyaran Universitas Jember yang baru genap menyelesaikan satu semester pertamanya di bangku perkuliahan. Kami sedang menunggu input nilai dari dosen melalui akun Sister masing-masing. Satu per satu nilai mata kuliah bermunculan disusul dengan pemberitaan dan obrolan sengit di grup angkatan. Hingga pada waktu batas akhir input nilai yakni 5 Januari 2018, grup angkatan di Whatsapp masih ricuh. Ada yang mengungkapkan rasa syukur akan nilai yang didapat. Tapi tidak sedikit yang mengeluhkan perolehan yang nilai dirasa kurang. Hingga pada titik akhir, mereka yang merasa nilainya kurang berusaha complaint terhadap dosen. Naas, dosen sudah lepas tangan. 

Lanjutkan membaca “Opini Pribadi mengenai Perolehan Nilai di Sekolah”

Iklan

Semangat Cinta

H+4 lebaran. Mudik sejenak di kampung orang tua Ibuk yang hanya beda kabupaten. Sekembali dari mudik, cucian menumpuk pesat. Maklum, ketika lebaran aku terlalu asyik bercengkerama dengan keluarga besar yang maksimal hanya mampu bersua sekali dalam setahun. Mungkin saking asyiknya hingga membuatku lupa untuk melakukan kewajiban-kewajiban sebagaimana mestinya.

Mobil BMW putih kami melaju pelan melintasi kemacetan jalan. Aku sedikit lesu mendapati tumpukan baju kotor di bagasi Lanjutkan membaca “Semangat Cinta”

Jangan Meremehkan Apa Itu Pendidikan

Resensi novel Insya Allah, Aku Bisa Sekolah. Sinopsis novel Insya Allah, Aku Bisa Sekolah karya Dul Abdul Rahman.

“Daeng Gassing, sebenarnya soal menyekolahkan anak hanyalah soal komitmen orang tua saja” 

Itulah sekutip kalimat yang keluar dari mulut Ayah Samadin ketika berbicara dengan Daeng Gassing soal pendidikan. Ayah Samadin benar-benar menginginkan Samadin, anaknya, untuk bersemangat dalam menempuh pendidikan. Daeng Gassing sekali menyanggah perkataan Ayah Samadin ketika ia lebih memilih anaknya untuk mencari ikan di laut. Lanjutkan membaca “Jangan Meremehkan Apa Itu Pendidikan”