Al Husna Bersholawat

Al Husna Bersholawat dalam Rangka Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017

wp-1508603582009-1859935184.jpg
Panggung acara Al Husna Bersholawat

Jember (21/10) – Sabtu, 21 Oktober 2017, Pondok Pesantren Mahasiswi Al Husna Jember mengadakan acara sholawat dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober. Acara berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Al Husna sendiri dengan mengundang tim hadrah Muhibbul Musthofa sebagai bintang tamu utama. 

Acara Al Husna Bersholawat diawali dengan penampilan tim hadrah jebolan Pondok Pesantren Al Husna sendiri. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran lalu nyanyian Hubbul Wathon yang dinyanyikan serentak oleh seluruh hadirin. Tak lupa sambutan ringan Bapak Dr KH. Hammammudin M.HI. selaku pengasuh PPM Al Husna Jember.

Continue reading “Al Husna Bersholawat”

Iklan

Santri Khilaf

Pada suatu hari, Ibuk memberikan bukti cintanya berbentuk kiriman jatah bulanan. Ibuk mengabari saya lewat Whatsapp. Siapa yang tidak senang dengan kabar gembira semacam ini.

Hari ini, Jumat, merupakan hari libur pondok. Ketika saya sedang bersantai sejenak melepas kesibukan hafalan, teman sekamar, Intan, mengajak saya ke toko buku Gramedia. Mata saya langsung berbinar senang. Kebetulan saya sedang ingin membeli buku Reach Your Dreams karya Wirda Mansur. Sedangkan Intan hanya ingin membeli buku LKS demi kebutuhan sekolah.

Continue reading “Santri Khilaf”

Antara ه dan ك

PPTQ Nurul Furqon Malang memberikan warna tersendiri dalam perjalanan karier hafalan saya. Sebelum mondok, saya menyetorkan hafalan langsung dengan ustad atau ustadah secara empat mata. Ketika masuk pondok, saya dikejutkan dengan aksi setoran secara serempak empat orang sekaligus di hadapan Abah Yai. Empat orang ini melantunkan hafalan mereka secara bersamaan. Bahkan Abah Yai bisa menyimak sampai enam orang sekaligus. Saya bingung sekaligus heran. Bagaimana empat orang ini secara bersama-sama bisa membaca hafalan mereka dengan tanpa melihat mushaf. Bagaimana cara mereka untuk berkonsentrasi di tengah riuh bacaan teman di sampingnya. Belum lagi Abah Yai yang bisa menyimak banyak orang sekaligus. Sedang Abah Yai juga tidak sering membuka mushaf ketika menyimak santrinya. Entah bagaimana perasaan saya mengawali setoran di pondok ini. Setoran serempak dengan suara bacaan teman-teman lain yang bisa membuat hafalan buyar bila tidak berkonsentrasi. Semacam jor-jor suara dalam istilah jawanya. Dua bulan lebih hidup di sini, saya sudah terbiasa dengan sistem setoran seperti ini.

Suasana setoran hafalan Al Quran di PPTQ Nurul Furqon. Sumber foto dari salah satu santri

Continue reading “Antara ه dan ك”