Sajak untuk Mama – Kerinduan Seorang Putri terhadap Ibundanya

rhbc_prod438081
From http://www.rhbabyandchild.com

Jauh, tapi nyata dan ada. Bukan fatamorgana, apalagi ilusi belaka. Kasihnya terasa hangat menyelimuti jiwa yang rapuh. Doanya tak pernah berhenti mengalir, menyejukkan jiwa, mengokohkan setiap asa yang ada.

Tak butuh remahan roti, anak panah, maupun petunjuk jalan untuk mencari cahaya rembulan sepertimu, ma…

Karena engkau ada di sini, selalu di sini, dan memang di sini.

Mungkin, darahmu masih mengalir di setiap pembuluh darahku. Bagaimana bisa aku harus mencarimu dulu?

Karena engkau ibuku. Malaikatku.

Memandangmu, bagaikan obat penyejuk hati.

Membuatmu terharu, tersenyum, dan bahagia adalah surgaku.

Tapi bukan berarti aku tak pernah membuatmu kecewa, marah, sedih ataupun menangis.

Maafkan aku ma, karena aku tak pernah menjadi malaikat untukmu.

Maafkan aku ma, karena aku tak bisa menjadi qurotul a’yun bagimu.

Maafkan aku ma, karena akulah penyebab jatuhnya air matamu.

Maafkan aku, maafkan aku. Lanjutkan membaca “Sajak untuk Mama – Kerinduan Seorang Putri terhadap Ibundanya”

Iklan