Pacar Nggak Balas Chat? Berasa Udah Kiamat

Pacar Nggak Balas Chat, Berasa Sudah Kiamat

Mungkin judul yang saya angkat ini terlalu lebay atau gimana. Tapi entahlah! Saya sempat pusing dengan hal ini. Apalagi kalau bukan soal pacaran. Bukan saya yang pacaran. Tapi temen. Hehe

Beberapa hari yang lalu adalah hari yang indah. Sekolah jam kosong (istilahnya sudah pindah nggon turu*), pulang siang, makan siang gratis dan pulang cepat. Rasanya menyenangkan aja karena otak tidak digunakan untuk memproses pelajaran yang super melelahkan. Sehabis pulang, saya mengcharger handphone dan bersiap-siap akan bocan alias bobok cantik. Hingga rencana saya untuk tidur gagal karena tiba-tiba seseorang mengirim pesan chat ke bbm saya. Dengan malas saya meraih handphone yang masih terhubung kabel charger. Di layar handphone dengan daya tinggal 29% itu, pacar teman saya mengirim chat yang isinya,
Continue reading “Pacar Nggak Balas Chat? Berasa Udah Kiamat”

Iklan

Umar pun Menangis – Kesenangan yang Disegerakan

image

📚 DAN UMARPUN
MENANGIS
~~~~~~~~~~
Siapa yang tak mengenal Umar Ibnul Khathab –radhiallahu’anhu-. Sosok yang memiliki tubuh kekar,watak yang keras dan berdisiplin yang tinggi serta tak kenal gentar. Namun di balik sifat …

Siapa yang tak mengenal Umar Ibnul Khathab –radhiallahu’anhu -. Sosok yang memiliki tubuh kekar, watak yang keras dan berdisiplin yangtinggi serta tak kenal gentar.
Namun di balik sifat tegasnya tersebut beliau memiliki hati yang lembut.

📌Suatu hari beliau masuk menemui Rasulullah –
shallallahu alaihi wasallam–
di dalam rumahnya,
sebuah ruangan yang lebih layak disebut bilik kecil disisi masjid Nabawi.
Di dalam bilik sederhana itu, beliau mendapati Rasulullah –
shallallahu alaihi wasallam– sedang tidur di atas tikar kasar hingga gurat-gurat tikar itu
membekas di badan beliau.
Spontan keadaan ini membuat Umar menitikkan air mata karena merasa iba dengankondisi Rasulullah.

📌“ Mengapa engkau menangis, ya Umar? ” tanya Rasulullah.
“ Bagaimana saya tidak menangis, Kisra dan Kaisar Continue reading “Umar pun Menangis – Kesenangan yang Disegerakan”