Santri Khilaf

Pada suatu hari, Ibuk memberikan bukti cintanya berbentuk kiriman jatah bulanan. Ibuk mengabari saya lewat Whatsapp. Siapa yang tidak senang dengan kabar gembira semacam ini.

Hari ini, Jumat, merupakan hari libur pondok. Ketika saya sedang bersantai sejenak melepas kesibukan hafalan, teman sekamar, Intan, mengajak saya ke toko buku Gramedia. Mata saya langsung berbinar senang. Kebetulan saya sedang ingin membeli buku Reach Your Dreams karya Wirda Mansur. Sedangkan Intan hanya ingin membeli buku LKS demi kebutuhan sekolah.

Lanjutkan membaca “Santri Khilaf”

Iklan

Menghafal Al Quran itu Mudah atau Sulit?

Banyak yang bertanya. Sebenarnya menghafalkan Al Quran itu mudah atau sulit? Susah atau gampang? Enak atau enggak? Para penghafal Al Quran pun kadang hampir tidak bisa menjawab pertanyaan seperti ini. Saya juga pernah menanyakan hal ini kepada mereka sebelum akhirnya saya memutuskan untuk turut menghafal Al Quran.

Dulu saya hanyalah seorang anak yang biasa-biasa saja tanpa memiliki keistimewaan apapun. Lebih tepatnya, saya masih dalam tahap pencarian jati diri dan belum menemukan apa potensi terselubung dalam diri saya. Saya menjalani hari-hari bersekolah seperti biasa hingga saya berkenalan dengan seorang teman. Ia anak pindahan dari pondok. Setelah bertanya-tanya dan dengar sana-sini, ternyata ia adalah seorang penghafal Al Quran. Saya hanya manggut-manggut dan kagum sesaat dengan kehebatan anak tersebut. Lambat laun, entah mengapa saya dan Lanjutkan membaca “Menghafal Al Quran itu Mudah atau Sulit?”

Lupa (yang hampir) Berujung Malapetaka

Pernahkah kamu lupa menaruh barang di suatu tempat? Atau lupa nama seorang teman lama yang baru saja bertemu? Itu masih belum ada apa-apanya dibanding lupa yang saya alami dua hari belakangan ini. Karena keteledoran saya dengan suatu hal bernama lupa, hampir-hampir saja mencelakakan orang lain. Alhamdillah Allah masih melindungi saya dan semuanya dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kamis, 21 Juli 2016.

“Halo kakak!”, suara Ibuk Lanjutkan membaca “Lupa (yang hampir) Berujung Malapetaka”

Terlalu Banyak Sosmed Bikin Pusing #2

Berdasarkan pengalaman, saya mendapatkan pelajaran berharga yakni tidak perlu terlalu sering membuka sosial media karena berdampak nyata bagi ketentraman hidup. Hehe. Kalau dulu saya adalah pecandu sosial media, sekarang saya berusaha untuk berhenti. Saya menghapus aplikasi-aplikasi sosial media dari hape. Hanya beberapa yang saya pertahankan karena memang lebih penting daripada yang lainnya. Saya sudah pusing untuk mengetahui apa yang terjadi di sosmed. Lanjutkan membaca “Terlalu Banyak Sosmed Bikin Pusing #2”

Terlalu Banyak Sosmed Bikin Pusing

Kebanyakan sosial media bikin pusing? Begitulah yang saya pikirkan sekarang. Mengingat beberapa hal yang membuat saya untuk berhenti memainkan sosial media.

Beberapa hari yang lalu saya bermain hape seharian. Maklum karena liburan dan waktu luang yang begitu lapang membuat saya terlena dan males-malesan. Tapi bermain hape seharian ternyata berdampak negatif bagi kondisi mata saya. Faktanya, mata saya sudah minus dan parahnya saya justru sering menatap hape dalam jangka waktu lama. Menatap layar-layar menyala dalam jangka waktu lama tentu membuat mata jadi lelah. Sama seperti saya. Mata saya

Lanjutkan membaca “Terlalu Banyak Sosmed Bikin Pusing”

Pembantu yang Tidak Jujur

Pembantu yang Tidak Jujur
Ini sudah tiga hari semenjak kepulangan simbok, pembantu rumah tangga di rumah ini. Tepatnya memang harus dipulangkan. Mengapa dipulangkan? Yaps sesuai judul tulisan di atas. Karena beliau tidak jujur orangnya.

Secara hasil kerja, simbok ini cukup profesional. Rumah jadi lebih bersih dan indah. Selama berbulan-bulan bekerja di sini, beliau juga terlihat baik. Tapi sayang. Kerja yang profesional itu harus dikotori bak sampah dengan insiden pencurian uang.

Lanjutkan membaca “Pembantu yang Tidak Jujur”