Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara

Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara

Pancasila 5
Pancasila memuat Bhineka Tunggal Ika. Gambar dari Ekominator

Paradigma memiliki pengertian yaitu suatu kerangka berpikir, cara berpikir serta pandangan hidup terhadap suatu hal. Jadi, pancasila sebagai paradigma kehidupan mengandung arti bahwa pancasila berperan sebagai kerangka acuan dari berbagai tindakan yang akan dilakukan oleh setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Pancasila sebagai paradigma kehidupan terbagi menjadi tiga komponen penting yaitu sebagai paradigma kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Adapun dalam praktiknya, pancasila sebagai paradigma kehidupan bermasyarakat dapat ditemukan dalam sikap toleransi misalnya ketika kita hendak bertamu di rumah salah seorang teman yang akan keluar menjalankan ibadah rutin. Sikap kita setelah mengetahui kepentingan seorang teman tersebut hendaknya mempersilahkan ia untuk mendahulukan kepentingannya terlebih dahulu karena bertamu dapat dilakukan lain waktu. Contoh lain adalah perlunya musyawarah ketika memilih struktur kepengurusan baru dalam sebuah organisasi bukan secara sepihak sudah menentukan nama-nama baru untuk menggantikan kepengurusan lama. Musyawarah cukup penting untuk mempertimbangkan nama-nama calon pengurus untuk kebaikan organisasi itu sendiri di masa yang akan datang. Continue reading “Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara”

Iklan

Refleksi dan Tindakan Kita sebagai Generasi Penerus Bangsa Indonesia

Refleksi dan Tindakan Kita sebagai Generasi Penerus Bangsa Indonesia

Jember – Senin, 11 September 2017, Bapak Sumarjono, M.Si. selaku dosen mata kuliah Pancasila Universitas Jember sedang menerangkan materi Refleksi dan Tindakan atau to reflect and to act sebagai bagian dari suatu bangsa. Perbedaan antara negara maju dan berkembang sebenarnya bukan terletak pada umur berdirinya suatu negara. Sumber daya alam yang melimpah di suatu negara pun tidak menjamin akan membawa kemajuan bagi suatu negara. Sama seperti tolak ukur kedewasaan seseorang. Semakin banyak nominal umur tidak menjamin kedewasaan seseorang. Contohnya adalah Mesir dan India yang sudah berdiri kurang lebih sekitar 2000 tahun yang lalu tapi masih tetap miskin hingga sekarang. Padahal yang kita tahu, negara-negara di Timur Tengah seperti Mesir dan India memiliki banyak potensi sumber daya alam melimpah seperti minyak bumi. Jepang, Singapura, Kanada, Australia dan New Zealand adalah contoh negara-negara yang berdiri kurang lebih sekitar 150 tahun yang lalu, namun sudah memiliki kekuatan ekonomi yang luar biasa serta penduduknya tidak lagi mengalami kemiskinan. Wilayah Jepang sendiri hanya memiliki sekitar 20% sumber daya alam dari bidang peternakan dan pertanian untuk dikembangkan.

Continue reading “Refleksi dan Tindakan Kita sebagai Generasi Penerus Bangsa Indonesia”