Pintu Neraka yang Ketujuh

*Rasulullah menangis bahkan pingsan saat Jibril mengungkapkan penghuni neraka yg ke-7* 🔥🔥🔥
Ketika itu Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang tak biasa. Namun, Jibril terlihat berbeda. Raut wajah yang tak biasa.
Maka Rasulullah shallallahu allaihiwassalam bertanya:
“Mengapa aku melihat kau berubah muka (wajah)?” Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya”.
Lalu Rasullulah shallallahu allaihiwassalam bersabda:
“Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam”.
Jawabnya: “Ya. Ketika Allah menjadikan Jahanam, maka dinyalakan selama 1000 tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan 1000 tahun sehingga putih, kemudian 1000 tahun sehingga hitam, lalu menjadi hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Lanjutkan membaca “Pintu Neraka yang Ketujuh”

Iklan

Umar pun Menangis – Kesenangan yang Disegerakan

image

📚 DAN UMARPUN
MENANGIS
~~~~~~~~~~
Siapa yang tak mengenal Umar Ibnul Khathab –radhiallahu’anhu-. Sosok yang memiliki tubuh kekar,watak yang keras dan berdisiplin yang tinggi serta tak kenal gentar. Namun di balik sifat …

Siapa yang tak mengenal Umar Ibnul Khathab –radhiallahu’anhu -. Sosok yang memiliki tubuh kekar, watak yang keras dan berdisiplin yangtinggi serta tak kenal gentar.
Namun di balik sifat tegasnya tersebut beliau memiliki hati yang lembut.

📌Suatu hari beliau masuk menemui Rasulullah –
shallallahu alaihi wasallam–
di dalam rumahnya,
sebuah ruangan yang lebih layak disebut bilik kecil disisi masjid Nabawi.
Di dalam bilik sederhana itu, beliau mendapati Rasulullah –
shallallahu alaihi wasallam– sedang tidur di atas tikar kasar hingga gurat-gurat tikar itu
membekas di badan beliau.
Spontan keadaan ini membuat Umar menitikkan air mata karena merasa iba dengankondisi Rasulullah.

📌“ Mengapa engkau menangis, ya Umar? ” tanya Rasulullah.
“ Bagaimana saya tidak menangis, Kisra dan Kaisar Lanjutkan membaca “Umar pun Menangis – Kesenangan yang Disegerakan”