Sikap hangat di tengah dinginnya Malang

Sikap hangat di tengah dinginnya Malang

Aku pernah menyesalkan nasibku ketika pertama kali hidup di Malang. Ternyata Malang bersuhu dingin. Terutama ketika malam dan menjelang pagi. Aku tidak memiliki selimut pada saat malam pertama aku tidur di Malang. Alhasil, aku harus mengakrabkan diri dengan dingin. Tubuhku menggigil. Dengan segala kepengecutanku dalam menyampaikan perasaan, aku memilih diam kepada 9 teman sekamarku bahwa aku betul betul kedinginan. Beruntung aku membawa jaket dan sepasang kaus kaki sebagai penghangat sementara. Meski dingin, aku tetap harus memejamkan mata. Besok, semua pekerjaan menuntut harus diselesaikan.

Sebenarnya, kompleks Pondok Pesantren Nurul Furqon terletak dekat dengan pasar besar kota Malang. Pondok pesantren ini memang terletak di sebelah timur pasar besar yang lebih populer dengan sebutan “Wetan Pasar Besar”. Pasar yang mengambil tempat di bekas gedung Matahari Mall itu terdiri dari dua lantai. Akses pondok pesantren yang sebegitu dekatnya dengan pasar membuat segala kebutuhan dapat dijangkau dengan mudah dan yang pasti, murah.

Continue reading “Sikap hangat di tengah dinginnya Malang”

Iklan