Kawanda, Sistem Informasi Penyimpanan dan Pengolahan Data Universitas Jember

Kawanda, Cloud Storage, Editing ang Group Communication

wp-1509000025631-2121805580.jpg
Gedung Soerachman Universitas Jember

Jember (26/10) – Hari ini, Unit Pelayanan Terpadu Teknologi Informasi (UPTTI) Universitas Jember mengadakan sosialisasi dan pelatihan mengenai sistem informasi bernama Kawanda. UPTTI melalukan sosialisasi dan pelatihan tiga hari berturut-turut dengan mengundang 100 dosen, 100 tenaga administrasi serta 100 mahasiswa perwakilan dari setiap fakultas. Kawanda adalah sistem informasi yang digunakan untuk menyimpan dan mengolah data bagi pengguna. Kawanda dibentuk dengan Next Cloud yang merupakan open source penyimpanan data. Continue reading “Kawanda, Sistem Informasi Penyimpanan dan Pengolahan Data Universitas Jember”

Iklan

Maaf! Saya Kurang Beretika

wp-image-310733742
Suasana kelas saat mata kuliah. Terlihat salah satu teman sedang mempresentasikan materi pelajaran.

Tugas, tugas dan tugas. Masih belum lepas dari eurofia seorang mahasiswa baru, saya merasakan zona peralihan yang luar biasa berbeda. Setelah merasakan satu tahun lamanya tidak sekolah semenjak lulus SMA, kini saya benar-benar menempuh pendidikan kembali di jenjang perguruan tinggi. Seandainya dibuat studi banding, SMA dan kuliah adalah dua hal yang jauh berbeda. Mungkin di SMA kita akan belajar hanya dengan menunggu pembahasan dari guru. Kalau guru belum menerangkan otomatis kita tidak akan mempelajari. PR pun melimpah namun bisa secepat kilat terselesaikan. Entah dengan cara apapun. Coba bandingkan dengan kuliah ketika kita disuruh belajar mandiri serta berkelompok. Belum lagi tugas-tugas yang tidak ada matinya. Baru selesai satu, tumbuh yang lain. Tugas pun tidak bisa diselesaikan hanya dalam semalam dua malam melainkan bertahap dalam beberapa hari. Sebagai mahasiswa, kita juga dilarang keras copy paste hanya dari Google dan situs-situs tidak jelas lainnya. Dibutuhkan sumber refrensi yang terpercaya daripada hanya sekadar tautan bergaris bawah serta berwarna biru. Continue reading “Maaf! Saya Kurang Beretika”

Setitik Harapan Kala Itu

Malamnya kota Malang. Foto dari elektro.um.ac.id

“Nol! Apakah takdir kita akan benar-benar di sini bersama-sama?”, tanya Alya saat berjalan di terotoar pada malam hari di kota Malang. Kala itu, kami berharap untuk tidak berjauhan saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri.

Iya, Yen! Aku pengen supaya kita sekolah di sekolah yang sama lagi. Agar kita bisa sama-sama saling menguatkan dalam keistiqomahan. 

***

“Jadi beberapa dari kalian akan mengikuti lomba untuk mewakili sekolah.”, ujar Bu Muna sembari memegang selembar kertas di hadapannya. “Ini mandat dari sekolah. Bu Muna disuruh memilih beberapa dari kalian. Jadi buat pengalaman ya.”, tambah beliau kemudian.

Pagi itu, selepas setoran mengaji, Bu Muna memberikan pengumuman pada seluruh muridnya. Beberapa waktu kemudian akan diadakan lomba dengan tema Al Quran di Universitas Malang. Lombanya bermacam-macam seperti lomba kaligrafi, karya tulis ilmiah, tartil, debat sampai hafalan. Responku biasa saja waktu mendengar berita tersebut.

“Itsna sama Alya ikut ya.”, ujar Bu Muna setelah menunjuk beberapa murid lain. Aku mlongo.
Continue reading “Setitik Harapan Kala Itu”