Perjalanan yang Berakhir

Setiap orang ditakdirkan untuk pergi. Entah pergi kemana pun. Tak seorang pun diizinkan untuk menetap selamanya. Salah satu perjalanan pergi yang akan dialami setiap manusia adalah pergi dari kehidupan dunia menuju kehidupan yang lebih kekal.

Hari ketiga pasca lebaran, Ibuk mengajakku berziarah di makam ibunya atau nenekku. Kami mengendarai motor menuju pemakaman. Sengaja Ibuk memilih pagi hari sekitar pukul sembilan karena matahari telah bersinar namun belum terik dan menyengat.

“Putik, anak e kambek putune teko.”, ujar Ibuk seraya mengelus tanah di atas pembaringan ibunya. Selama hidup, kami memang terbiasa memanggil nenek dengan sebutan putik. “Ndang nduk wacakno yasin.”,

Continue reading “Perjalanan yang Berakhir”

Iklan