Peringatan 1 Muharram 1439 di PPM Al Husna Jember

Acara Peringatan 1 Muharram 1439 di Pondok Pesantren Mahasiswi Al Husna Jember.

Acara Peringatan Tahun Baru Hijriah 1439 di Pondok Pesantren Al Husna Jalan Kalimantan X 173 Tegal Boto Lor Sumbersari Jember. 

Acara dimulai ketika malam hari.


Di tengah padatnya lalu lintas tugas dan ospek, Pondok Pesantren Mahasiswi Al Husna Jember mengadakan acara untuk memperingati tahun baru hijriah. Acaranya tidak terlepas dari lomba dengan seluruh santri putri sebagai partisipannya. Acara dilaksanakan mulai Rabu malam tanggal 20 September  2017 lalu disambung keesokan harinya dengan berbagai lomba lagi serta penutupan. Dikarenakan awal dimulai hari dalam Islam adalah selepas maghrib, seluruh santri Al Husna secara berjamaah membaca doa tahun baru.

Acara pada malam hari ini dimulai setelah solat Isya’ sekitar pukul 8. Seluruh santri diinstruksikan agar segera berkumpul di aula lantai tiga. Tak lupa mbak-mbak panitia yang bertugas memberikan selebaran dan snack sebagai penawar kantuk. Setelah sebagian besar santri Al Husna telah duduk di aula, acara diawali dengan nyanyian tim hadrah sebagai pembukaan dan hiburan. Setelah tim hadrah selesai, acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pondok. Rangkaian acara tersebut dilanjut dengan menyanyikan lagu Mars IPPNU Hubbul Wathon bersama-sama.

Lanjutkan membaca “Peringatan 1 Muharram 1439 di PPM Al Husna Jember”

Iklan

Menghafal tapi Tidak Hafal Hafal

Hafalkan Meski Tidak Hafal-hafal

Tetap “ISTIQAMAH” menghafal, meskipun TAK HAFAL-HAFAL, barangkali lewat pintu itu, Allah Ingin memberikan banyak karunia-Nya…

Satu huruf Al-Qur’an satu kebaikan, dan satu kebaikan 10 pahala. Bagi yang kesulitan melafalkan, satu hurufnya dua kebaikan. Berarti setiap hurufnya 20 pahala. Semakin sulit semakin banyak. Kalikan dengan jumlah pengulangan anda.

Al-Qur’an, seluruhnya, adalah kebaikan. Menghafal tak hafal-hafal berarti Anda berlama-lama dalam kebaikan. Semakin lama semakin baik. Bukankah anda menghafal untuk mencari kebaikan.

Ketika Anda menghafal Al-Qur’an, berarti Anda sudah punya niat yang kuat. Rasulullah shallallahu alaihi wa salam menyebut 70 syuhada’ dalam tragedi sumur Ma’unah sebagai qari (hafizh), padahal hafalan mereka belum semua. Ini karena seandainya mereka masih hidup, mereka akan terus menghafal. Jadi, meski Anda menghafal tak hafal-hafal, Anda adalah hafizh selama tak berhenti menghafal. Bukankah hafizh yang sebenarnya di akhirat? Lanjutkan membaca “Menghafal tapi Tidak Hafal Hafal”

Jangan Sampai Kita Terpecah Belah karena Perbedaan

*JANGAN HANCURKAN DAKWAH DENGAN SIKAPMU YANG NGAWUR DAN TIDAK DEWASA*

Renungan Gus Mus (KH MUSTHOFA BISRI)        

  

Saya kadang merasa aneh melihat saudara saya *umat Islam* yang memiliki sifat seperti anak-anak, ingin menang sendiri, mudah marah dan memaksakan kehendaknya agar orang lain sama dengan dirinya… Padahal Alquran sudah mengatakan untuk Berbuat Adil karena itu bisa mendekatkan kepada ketaqwaan…. Tapi begitulah sifat anak2 kadang tidak bisa menerima nasehat yang baik sekalipun untuk dirinya sendiri Lanjutkan membaca “Jangan Sampai Kita Terpecah Belah karena Perbedaan”

Pintu Neraka yang Ketujuh

*Rasulullah menangis bahkan pingsan saat Jibril mengungkapkan penghuni neraka yg ke-7* 🔥🔥🔥
Ketika itu Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang tak biasa. Namun, Jibril terlihat berbeda. Raut wajah yang tak biasa.
Maka Rasulullah shallallahu allaihiwassalam bertanya:
“Mengapa aku melihat kau berubah muka (wajah)?” Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya”.
Lalu Rasullulah shallallahu allaihiwassalam bersabda:
“Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam”.
Jawabnya: “Ya. Ketika Allah menjadikan Jahanam, maka dinyalakan selama 1000 tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan 1000 tahun sehingga putih, kemudian 1000 tahun sehingga hitam, lalu menjadi hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Lanjutkan membaca “Pintu Neraka yang Ketujuh”

Belajar Memperbaiki Ibadah

Kita harus tetap beribadah. Kita harus tetap Istiqomah.

Solatlah walaupun masih belum bisa khusyuk.

Bersholawatlah meskipun yang kau pikirkan bukan Nabi Muhammad.

Terus berdzikirlah meskipun yg ada di benakmu bukan Allah SWT.

Bersedekahlah walau terkadang rasanya masih belum ikhlas di awal.
Mulailah beribadah walaupun hati berucap bahwa takut akan riya’. Karena sesungguhnya kita bukan manusia yg sempurna segala sesuatunya melainkan kita harus belajar dan terus belajar. Apalagi belajar untuk terus memperbaiki ibadah supaya semakin dekat dengan Allah.

Yang salah itu bukan hamba yang sudah taat tapi beribadah dengan niat yg salah melainkan mereka yang tidak mau beribadah.

Kami hanya Berprasangka Baik kepada Allah

Ini cerita copas dari grup Syababul Quran. Jujur saya merasa sangat terinspirasi. Semoga bermanfaat.

image

Ini kisah tentang seorang ayah dan anak. Sang ayah bekas budak. Selama menjadi budak, libur Jumat (sebagaimana ditetapkan kesultanan) dimanfaatkan untuk habis-habisan bekerja. Dengan dirham demi dirham yang terkumpul, satu hari dia minta izin untuk menebus dirinya pada sang majikan.
“Tuan”, ujarnya, “Apakah dengan membayar harga senilai dengan berapa engkau membeliku dulu, aku akan bebas?”.
“Ya. Bisa” ujar sang majikan.
“Baik, ini dia.” katanya sambil meletakkan bungkusan uang itu di hadapan tuannya. “Allah ‘Azza wa Jalla telah membeliku dari Anda, lalu Dia membebaskanku. Alhamdulillah.”
“Maka engkau bebas karena Allah”, ujar sang tuan tertakjub.
Dia bangkit dari duduknya dan memeluk sang budak. Dia hanya mengambil separuh harga yang tadi disebutkan.
Lanjutkan membaca “Kami hanya Berprasangka Baik kepada Allah”

Jangan Merasa Bangga dengan Diri Sendiri

image

MERASA BAIK

DR. Syafiq bin Riza Basalamah,

“Seseorang itu kalau sudah merasa ‘baik’… SULIT DIPERBAIKI”
(Astaghfirullah wa na’udzubillah)

Sungguh perkataan singkat yang amat menusuk dan amat dalam maknanya…

[1] Awal mula tertimpanya keburukan bagi seseorang, apabila dia merasa dirinya sebagai ‘orang baik’

Perkataan beliau ini mengingatkan kita tentang nasehat dari Ummul Mu`miniin ‘Aa`isyah radhiyallaahu ‘anha ketika Rasullullah SAW ditanyُa

Kapan seseorang itu dikatakan buruk?

Rasulullah SAW menjawab: Lanjutkan membaca “Jangan Merasa Bangga dengan Diri Sendiri”