Kisah Kegalauan Bunda

Pada suatu malam, saya menyempatkan diri untuk memijat kaki Ibuk. Profesi saya ketika di rumah adalah menjadi dukun pijat untuk ibu sendiri. Ketika tengah asyik memijat Ibuk sambil mengobrol ringan, tiba-tiba saja Ibuk berujar tentang keinginan beliau untuk jalan-jalan ke Rusia pada akhir tahun ini. Kali ini Ibuk akan nge-trip ke Rusia bersama teman-teman sesama perempuan alias tanpa Abah. Padahal sebelumnya ketika jalan-jalan di luar negeri, Abah dan Ibuk selalu jalan berdua. Mereka pun foto-foto di lokasi seakan orang pacaran yang tengah memadu kasih. Barangkali mereka ingin honey moon sejenak serta nostagi(l)a zaman mereka pacaran dahulu. Intinya, Ibuk akan berlibur ke Rusia bersama sekelompok ibu-ibu tanpa suami. Ibuk pun sudah membayar DP dengan nominal tertentu untuk liburan ke Rusia. Continue reading “Kisah Kegalauan Bunda”

Iklan

“Karena hujan pernah menahanmu di sini, untukku”

Sampai detik ini, aku masih menyukai hujan. Mungkin ada banyak sekali alasan yang melatar belakangi mengapa aku bisa sebegini cintanya pada hujan. Mungkin, kamu adalah salah satu alasannya.

Alkisah pada suatu hujan di malam hari, kamu terdampar dan terpaksa di rumahku. Hujan harus reda supaya kamu bisa pulang. Jadi, kamu harus menunggu hujan di rumahku. Betapa tidak masuk akalnya alasan ini sampai-sampai membuatku mencintai hujan? Tapi nyatanya, Allah seperti memberikan hujan agar kamu tertahan di rumahku. #geer #kebangetan

Continue reading ““Karena hujan pernah menahanmu di sini, untukku””