Resensi Novel terjemahan dan ulasan dari Damar Shashangka, Darmagandhul.

wp-15171139024612033400491.jpgData buku

Judul buku      : Darmagandhul – Kisah Kehancuran Jawa dan Ajaran-Ajaran Rahasia

Penerjemah      : Damar Shashangka

Penerbit           : Javanica

Tahun terbit     : Cetakan ke-2 Desember 2016

Dimensi buku  : 23×15 cm

Tebal buku     : 551 halaman

Sinopsis

Darmagandhul

Diterjemahkan dan diulas dari Serat Darmagandhul catatan induk asli peninggalan KRT. Tandhanagara, Surakarta.

Novel Darmagandhul, terjemahan dari Serat Darmagandhul asli peninggalan KRT. Tandhanagara, Surakarta, berkisah tentang percakapan tokoh bernama Darmagandhul dengan Kiai Kalamwadi. Pada suatu hari, Darmagandhul bertanya kepada Kiai Kalamwadi perihal mengapa orang Jawa berpindah agama menjadi agama Rasul (Islam). Kiai Kalamwadi pun menjelaskan secara runut sejarah dari cerita-cerita leluhur yang sudah ia dapatkan selama ini. Runtuhnya kerajaan Majapahit menjadi inti dari sejarah berpindahnya agama orang Jawa yang menganut Hindu-Budha menjadi Islam. Lanjutkan membaca “Resensi Novel terjemahan dan ulasan dari Damar Shashangka, Darmagandhul.”

Resensi Buku Irfan L. Sarhindi, The Lost Story of Ka’bah

Resensi Buku Irfan L. Sarhindi, The Lost Story of Ka’bah. Fakta-Fakta Mencengangkan Seputar Baitullah

1c7e9e62-28e4-40b4-9266-5a6a1d995d7c

Judul buku : The Lost Story of Ka’bah. Fakta-fakta Mencenggangkan Seputar Ka’bah.

Penulis : Irfan L. Sarhindi

Penerbit : QultumMedia

Tahun terbit : 2013

Dimensi : 21 x 14 cm

Tebal buku : 322 halaman

Sinopsis

Pada dasarnya buku The Lost Story of Ka’bah menceritakan tentang sejarah siapa yang sebenarnya membangun Ka’bah untuk pertama kali. Mulai dari kisah masa lalu, masa sekarang hingga masa mendatang. Kisah diawali dengan Baitul Makmur, saudara kembar Ka’bah yang terletak di langit. Dahulu rumah Allah di bumi masih belum dibangun. Awal pembangunan Baitullah berdasarkan riwayat Ali bin Husain. Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang khalifah di muka Bumi.” (QS. Al Baqarah: 30). Malaikat menggugat pemberitahuan Allah. Mereka berpendapat bahwa manusia akan berbuat kerusakan dan melakukan pertumpahan darah sebagaimana yang dilakukan jin pada masa lalu. Malaikat protes, “Apakah Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang-orang yang akan berbuat kerusakan padanya serta menumpahkan darah, sedangkan kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” (QS. Al-Baqarah: 30). Lanjutkan membaca “Resensi Buku Irfan L. Sarhindi, The Lost Story of Ka’bah”

Reach Your Dreams ala Wirda Mansur

Review Reach Your Dreams Wirda Mansur

Reach Your Dreams cover

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.
Itulah salah satu slogan yang ditancapkan kuat-kuat oleh Wirda dalam bukunya yang berjudul Reach Your Dreams. Dalam bukunya, Wirda menyatakan jika ingin meraih apapun mimpi kita, dahulukan Allah yang Maha Kaya dan Maha Pemilik Segalanya di alam semesta ini. Lanjutkan membaca “Reach Your Dreams ala Wirda Mansur”

Santri Khilaf

Pada suatu hari, Ibuk memberikan bukti cintanya berbentuk kiriman jatah bulanan. Ibuk mengabari saya lewat Whatsapp. Siapa yang tidak senang dengan kabar gembira semacam ini.

Hari ini, Jumat, merupakan hari libur pondok. Ketika saya sedang bersantai sejenak melepas kesibukan hafalan, teman sekamar, Intan, mengajak saya ke toko buku Gramedia. Mata saya langsung berbinar senang. Kebetulan saya sedang ingin membeli buku Reach Your Dreams karya Wirda Mansur. Sedangkan Intan hanya ingin membeli buku LKS demi kebutuhan sekolah.

Lanjutkan membaca “Santri Khilaf”

Jangan Meremehkan Apa Itu Pendidikan

Resensi novel Insya Allah, Aku Bisa Sekolah. Sinopsis novel Insya Allah, Aku Bisa Sekolah karya Dul Abdul Rahman.

“Daeng Gassing, sebenarnya soal menyekolahkan anak hanyalah soal komitmen orang tua saja” 

Itulah sekutip kalimat yang keluar dari mulut Ayah Samadin ketika berbicara dengan Daeng Gassing soal pendidikan. Ayah Samadin benar-benar menginginkan Samadin, anaknya, untuk bersemangat dalam menempuh pendidikan. Daeng Gassing sekali menyanggah perkataan Ayah Samadin ketika ia lebih memilih anaknya untuk mencari ikan di laut. Lanjutkan membaca “Jangan Meremehkan Apa Itu Pendidikan”

Mengenal Uzbekistan bersama Kesebelasan GenHalilintar

Kesebelasan GenHalilintar, Uzbekistan Negara Sahabat. Sinopsis buku Kesebelasan GenHalilintar, Uzbekistan Negara Sahabat.

Siapa yang tidak kenal Gen Halilintar? Keluarga besar yang membuat orang tercengang karena terdiri dari ayah ibu dan sebelas orang anak. Keluarga besar ini sempat trend dan nangkring di berbagai media dan namanya semakin dikenal publik. Sebagai keluarga yang menginspirasi, alhasil Gen Halilintar menulis buku yang mengungkap tentang kehidupan mereka sehari-hari. Salah satu dari buku yang sudah saya baca adalah Uzbekistan Negara Sahabat setelah sebelumnya sempat membaca buku Kesebelasan GenHalilintar.

Buku Uzbekistan Negara Sahabat bukan seperti novel atau cerita apalah. Buku terbitan GenHalilintar ini semacam jurnal perjalanan dibanding dengan novel. Dari buku ini, kita seperti diajak jalan-jalan di Uzbekistan bersama GenHalilintar. Seperti yang dijelaskan dalam buku ini bahwasanya antara Uzbekistan dan Indonesia memiliki hubungan sejarah dan budaya yang rapat walau sempat berpisah sekian lama hingga tidak saling kenal. Dikatakan Soekarno, presiden pertama RI, pernah berkunjung ke Lanjutkan membaca “Mengenal Uzbekistan bersama Kesebelasan GenHalilintar”

Inspirasi untuk Menabung

Kemarin ketika lebaran, saya berkunjung di rumah mbah kung. Di sana ada saudara sepupu saya, Kak Syifa. Kami bercerita banyak hal karena sudah lama sekali tidak bertemu. Terlebih setelah Kak Syifa masuk SMA karena ia bersekolah di boarding school. Kak Syifa tinggal di pondok dan sibuk sekali dengan segala aktivitas yang ada di sana. Jadilah kami berbagi cerita tentang pengalaman-pengalaman satu sama lain. Pastinya Kak Syifa memiliki cerita lebih banyak dan berkesan dibanding saya.

Kak Syifa itu suka menulis. Menulis sudah semacam hobi baginya. Kemanapun Kak Syifa pergi, ia selalu membawa buku tulis. Buku itulah yang akan menjadi tempatnya berekspresi. Dengan buku dan polpen yang selalu di tangan, apapun pengalaman dan perasaan yang baru saja ia rasakan langsung ditulis di buku. Jadi selama dua tahun terakhir di pondok, Kak Syifa sering menulis buku diari. Bagi Kak Syifa sendiri, menulis adalah ajang untuk memahat peradaban. Wow. Keren ya. Lanjutkan membaca “Inspirasi untuk Menabung”