Reach Your Dreams ala Wirda Mansur

Review Reach Your Dreams Wirda Mansur

Reach Your Dreams cover

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.
Itulah salah satu slogan yang ditancapkan kuat-kuat oleh Wirda dalam bukunya yang berjudul Reach Your Dreams. Dalam bukunya, Wirda menyatakan jika ingin meraih apapun mimpi kita, dahulukan Allah yang Maha Kaya dan Maha Pemilik Segalanya di alam semesta ini. Continue reading “Reach Your Dreams ala Wirda Mansur”

Iklan

Santri Khilaf

Pada suatu hari, Ibuk memberikan bukti cintanya berbentuk kiriman jatah bulanan. Ibuk mengabari saya lewat Whatsapp. Siapa yang tidak senang dengan kabar gembira semacam ini.

Hari ini, Jumat, merupakan hari libur pondok. Ketika saya sedang bersantai sejenak melepas kesibukan hafalan, teman sekamar, Intan, mengajak saya ke toko buku Gramedia. Mata saya langsung berbinar senang. Kebetulan saya sedang ingin membeli buku Reach Your Dreams karya Wirda Mansur. Sedangkan Intan hanya ingin membeli buku LKS demi kebutuhan sekolah.

Continue reading “Santri Khilaf”

Jangan Meremehkan Apa Itu Pendidikan

Resensi novel Insya Allah, Aku Bisa Sekolah. Sinopsis novel Insya Allah, Aku Bisa Sekolah karya Dul Abdul Rahman.

“Daeng Gassing, sebenarnya soal menyekolahkan anak hanyalah soal komitmen orang tua saja” 

Itulah sekutip kalimat yang keluar dari mulut Ayah Samadin ketika berbicara dengan Daeng Gassing soal pendidikan. Ayah Samadin benar-benar menginginkan Samadin, anaknya, untuk bersemangat dalam menempuh pendidikan. Daeng Gassing sekali menyanggah perkataan Ayah Samadin ketika ia lebih memilih anaknya untuk mencari ikan di laut. Continue reading “Jangan Meremehkan Apa Itu Pendidikan”

Mengenal Uzbekistan bersama Kesebelasan GenHalilintar

Kesebelasan GenHalilintar, Uzbekistan Negara Sahabat. Sinopsis buku Kesebelasan GenHalilintar, Uzbekistan Negara Sahabat.

Siapa yang tidak kenal Gen Halilintar? Keluarga besar yang membuat orang tercengang karena terdiri dari ayah ibu dan sebelas orang anak. Keluarga besar ini sempat trend dan nangkring di berbagai media dan namanya semakin dikenal publik. Sebagai keluarga yang menginspirasi, alhasil Gen Halilintar menulis buku yang mengungkap tentang kehidupan mereka sehari-hari. Salah satu dari buku yang sudah saya baca adalah Uzbekistan Negara Sahabat setelah sebelumnya sempat membaca buku Kesebelasan GenHalilintar.

Buku Uzbekistan Negara Sahabat bukan seperti novel atau cerita apalah. Buku terbitan GenHalilintar ini semacam jurnal perjalanan dibanding dengan novel. Dari buku ini, kita seperti diajak jalan-jalan di Uzbekistan bersama GenHalilintar. Seperti yang dijelaskan dalam buku ini bahwasanya antara Uzbekistan dan Indonesia memiliki hubungan sejarah dan budaya yang rapat walau sempat berpisah sekian lama hingga tidak saling kenal. Dikatakan Soekarno, presiden pertama RI, pernah berkunjung ke Continue reading “Mengenal Uzbekistan bersama Kesebelasan GenHalilintar”

Inspirasi untuk Menabung

Kemarin ketika lebaran, saya berkunjung di rumah mbah kung. Di sana ada saudara sepupu saya, Kak Syifa. Kami bercerita banyak hal karena sudah lama sekali tidak bertemu. Terlebih setelah Kak Syifa masuk SMA karena ia bersekolah di boarding school. Kak Syifa tinggal di pondok dan sibuk sekali dengan segala aktivitas yang ada di sana. Jadilah kami berbagi cerita tentang pengalaman-pengalaman satu sama lain. Pastinya Kak Syifa memiliki cerita lebih banyak dan berkesan dibanding saya.

Kak Syifa itu suka menulis. Menulis sudah semacam hobi baginya. Kemanapun Kak Syifa pergi, ia selalu membawa buku tulis. Buku itulah yang akan menjadi tempatnya berekspresi. Dengan buku dan polpen yang selalu di tangan, apapun pengalaman dan perasaan yang baru saja ia rasakan langsung ditulis di buku. Jadi selama dua tahun terakhir di pondok, Kak Syifa sering menulis buku diari. Bagi Kak Syifa sendiri, menulis adalah ajang untuk memahat peradaban. Wow. Keren ya. Continue reading “Inspirasi untuk Menabung”

Sekarang atau Keburu Mati!

Sinopsis buku Sekarang atau Keburu Mati! karya Habibie Afsyah.

fuythfg
Cover depan buku. Ditulis sama Habibie sendiri.

Kemarin saya menyempatkan diri membaca buku tulisan Habibie Afsyah, Sekarang atau Keburu Mati. Buku ini menceritakan tentang kisah hidup seorang Habibie Afsyah yang aslinya seorang difabel. Ia terlahir sebagai difabel. Seumur hidupnya dihabiskan di atas kursi roda. Dari semenjak bangun hingga tidur kembali, ia butuh orang untuk membantu memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Bahkan ketika tidur pun, harus ada yang membantu Habibie untuk membalik tubuhnya. Hal ini menjaga kondisi Habibie supaya tetap nyaman.

Meski dalam kondisi yang serba terbatas, Habibie tidak pernah menyerah pada hidupnya. Ia tidak pernah berhenti dengan keadaan seperti itu. Habibie mulai mencoba bisnis di usia sangat muda. Tepatnya ketika masih SD. Dia merentalkan PS3 nya karena pada saat itu masih jarang ada anak-anak yang bisa bermain PS3. Dari situlah Habibie melihat peluang untuk menyewakan PS. Awalnya Continue reading “Sekarang atau Keburu Mati!”

Perjalanan Panjang Kerinduan

Resensi Novel Tere Liye, Rindu

Data buku

Judul novel     : Rindu

Pengarang      : Darwis Tere Liye

Penerbit         : Republika

Tahun terbit  : 2014

Tebal buku     : 544 halaman

 

Sinopsis

“Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?

Apalah arti kehilangan, ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apapun?

Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja.”

Novel ini bercerita tentang perjalanan panjang sebuah kerinduan. Perjalanan kerinduan yang membawa banyak hal yang terbeban di hati. Mulai dari bagaimana ia menghadapi perjalanan dengan penuh dosa di masa lalu. Lalu seseorang yang melakukan perjalanannya dengan penuh kebencian. Ada punya dia yang kehilangan cintanya menjadi sebab mengapa ia melakukan perjalanan ini.

Cerita berlatar waktu pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Yakni pada masa ketika Belanda masih menduduki Indonesia. Pada masa itu, pemerintah Hindia Belanda memberikan layanan perjalanan haji untuk rakyat pribumi yang memiliki cukup uang. Perjalanan dilakukan lewat laut yakni menggunakan kapal uap besar yang merupakan perkembangan teknologi transportasi tercanggih pada masa itu. Salah satu kapal yang beroperasi untuk melakukan perjalanan haji ini adalah Blitar Holland. Di kapal besar inilah segala kisahnya dimulai.

 

Kelebihan dan kekurangan buku

Adapun kelebihan buku ini adalah alur ceritanya yang begitu menarik dan mengalir untuk dibaca. Juga menyajikan nuansa latar yang berbeda. Yakni peristiwa kehidupan yang terjadi di atas kapal ibarat kapal uap besar itu adalah sebuah kampung. Sedang kekurangan buku ini terletak pada sampul buku yang kurang begitu menarik. Tidak sebanding dengan isinya yang begitu menarik untuk dibaca