Malas itu Tidak Ada Obatnya kecuali Kematian

Gambar dari microsoft.com

MALAS (MEMBACA ATAU MENGHAFAL AL-QURAN) ITU TIDAK ADA OBATNYA KECUALI KEMATIAN

By : Vahruddin Jayadi

“Pak, saya malas membaca al-Quran bagaimana supaya rajin membaca?”, “Pak bagaimana supaya rajin menghafal al-Quran”, “pak bagaimana supaya rajin menulis?”. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini yang sering ditanyakan kepada saya saat kajian, mengajar atau di media sosial. Saya katakan dalam hati, “sebenarnya yang tahu jawaban anda malas itu adalah diri anda sendiri”.

Jujur! Saya juga bingung ketika ingin menjawab pertanyaan anda, karena yang punya masalah adalah anda dan yang betul-betul tahu akan masalah itu adalah diri anda sendiri. Ini tak ubahnya anda datang ke seorang dokter lalu menanyakan kepada dokter itu, “dokter sakit saya apa ya?” saya yakin dokter itu akan bingung menjawabnya. Karena yang tahu sakitnya adalah anda sendiri. Iyakan? Biasanya dokter akan menanyakan gejala-gejalanya kepada anda, baru dokter itu menyimpulkan sakit anda apa. Bila anda memberikan keterangan gejala-gejala sakit yang salah maka kesimpulan yang diambil dokter itu pun salah.

Ingat! Malas itu tidak ada obatnya kecuali kematian.

Ok. Begini

Umumnya ada lima hal yang membuat saya pribadi malas mungkin ini juga bisa menjagi tips buat anda, antara lain;

Pertama, Niat. Niat yang tidak jelas membuat tujuan yang ingin dicapai dan caranya menjadi tidak jelas.

Kedua, menunda-nunda. Menunda adalah penyakit kronis yang akan membuat anda tidak akan bergerak dan tidak melakukan sesuatu. Semakin anda menunda untuk mulai melakukan sesuatu maka semakin banyak alasan yang anda temukan untuk tidak melakukannya. Maka Allah swt mengingatkan anda dan saya dengan firmanNya,

“Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Aku pasti melakukkannya itu besok pagi”. Kecuali (dengan mengatakan) “insyaAllah” dan ingatlah kepada tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, “mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dengan (kebenarannya) dari pada ini”.” (Qs. Al-Kahfi [18]:23)

ketiga, tidak ada batas waktu dalam melakukan sesuatu, ibarat main bola, anda main tanpa batas waktu. Sungguh menjenuhkan. mungkin pada tahap awal anda bersemangat untuk menghafal tapi lama-kelamaan anda cape dan loyo sehingga anda tidak suka akan kegiatan itu akhir menunda dan malas untuk melakukannya. Coba cari “prime time” anda, kapan waktu yang sangat enak bagi anda untuk membaca atau menghafal karena setiap orang akan berbeda-beda prime timenya. Istri saya suka menghafal habis magrib sedangkan saya lebih enak menghafal habis subuh. Yang tahu jawaban kapan prime time anda itu adalah diri anda sendiri melalui pengalaman anda selama ini. Iyakan?

keempat, cari variasi dalam melakukan sesuatu. Jangan melakukan itu-itu saja yang pada akhirnya akan membuat anda jenuh dan malas.

Mudahnya begini deh, jika saya menanyakan anda, “Apakah anda bosan makan nasi?”

Pasti jawabannya anda, “tidak”

Pertanyaan “kenapa?”

Sebagaian anda mungin akan menjawab, “karena makanan pokok”, “karena kebutuhan pokok”, “karena kebiasaan” atau ada jawabannya lain yang sejenisnya.

Pertanyaan saya selanjutnya adalah, “bagaimana kalau anda memakan nasi dengan ayam bakar setiap hari”, apakah anda bosan?

Jawabannya pasti “bosan”

“kenapa anda bosan?” pertanyaannya

“karena lauk pauknya tidak berubah”. Betul jawabannya anda

So, kalau begitu yang membuat anda bosan adalah karena lauk-pauknya tidak berubah-rubah. Jadi dalam menghafal al-Quran atau dalam melakukan aktivitas lain. Jadi lakukan saja dulu jangan tunggu sampai sempurna, tahu kapan harus berhenti dan cari variasi yang berbeda-beda dalam bertindak.

Kelima, syukuri apa yang telah anda dapati dan capai berapapun banyaknya ayat itu. Karena ketika anda mensyukuri Allah akan menambah dan alam bawah sadar anda juga pun tahu bahwa itu telah tercapai dan siap untuk memasuki ayat-ayat baru.

ini lima hal dari pengalaman saya pribadi, ingat pengalaman anda pun berbeda dan yang tahu pasti penyebab anda malas adalah diri anda. Jika anda tidak mau berubah juga, maka hanya kematianlah akan merubah kemalasan anda.

Saya ingatkan, semua tergantung anda, karena andalah pemegang kendali atas diri anda sendiri. Masalahnya mau atau tidak itu saja. Titik!

Iklan

Menghafal tapi Tidak Hafal Hafal

Hafalkan Meski Tidak Hafal-hafal

Tetap “ISTIQAMAH” menghafal, meskipun TAK HAFAL-HAFAL, barangkali lewat pintu itu, Allah Ingin memberikan banyak karunia-Nya…

Satu huruf Al-Qur’an satu kebaikan, dan satu kebaikan 10 pahala. Bagi yang kesulitan melafalkan, satu hurufnya dua kebaikan. Berarti setiap hurufnya 20 pahala. Semakin sulit semakin banyak. Kalikan dengan jumlah pengulangan anda.

Al-Qur’an, seluruhnya, adalah kebaikan. Menghafal tak hafal-hafal berarti Anda berlama-lama dalam kebaikan. Semakin lama semakin baik. Bukankah anda menghafal untuk mencari kebaikan.

Ketika Anda menghafal Al-Qur’an, berarti Anda sudah punya niat yang kuat. Rasulullah shallallahu alaihi wa salam menyebut 70 syuhada’ dalam tragedi sumur Ma’unah sebagai qari (hafizh), padahal hafalan mereka belum semua. Ini karena seandainya mereka masih hidup, mereka akan terus menghafal. Jadi, meski Anda menghafal tak hafal-hafal, Anda adalah hafizh selama tak berhenti menghafal. Bukankah hafizh yang sebenarnya di akhirat? Continue reading “Menghafal tapi Tidak Hafal Hafal”

Antara ه dan ك

PPTQ Nurul Furqon Malang memberikan warna tersendiri dalam perjalanan karier hafalan saya. Sebelum mondok, saya menyetorkan hafalan langsung dengan ustad atau ustadah secara empat mata. Ketika masuk pondok, saya dikejutkan dengan aksi setoran secara serempak empat orang sekaligus di hadapan Abah Yai. Empat orang ini melantunkan hafalan mereka secara bersamaan. Bahkan Abah Yai bisa menyimak sampai enam orang sekaligus. Saya bingung sekaligus heran. Bagaimana empat orang ini secara bersama-sama bisa membaca hafalan mereka dengan tanpa melihat mushaf. Bagaimana cara mereka untuk berkonsentrasi di tengah riuh bacaan teman di sampingnya. Belum lagi Abah Yai yang bisa menyimak banyak orang sekaligus. Sedang Abah Yai juga tidak sering membuka mushaf ketika menyimak santrinya. Entah bagaimana perasaan saya mengawali setoran di pondok ini. Setoran serempak dengan suara bacaan teman-teman lain yang bisa membuat hafalan buyar bila tidak berkonsentrasi. Semacam jor-jor suara dalam istilah jawanya. Dua bulan lebih hidup di sini, saya sudah terbiasa dengan sistem setoran seperti ini.

Suasana setoran hafalan Al Quran di PPTQ Nurul Furqon. Sumber foto dari salah satu santri

Continue reading “Antara ه dan ك”

Menghafal Al Quran itu Mudah atau Sulit?

Banyak yang bertanya. Sebenarnya menghafalkan Al Quran itu mudah atau sulit? Susah atau gampang? Enak atau enggak? Para penghafal Al Quran pun kadang hampir tidak bisa menjawab pertanyaan seperti ini. Saya juga pernah menanyakan hal ini kepada mereka sebelum akhirnya saya memutuskan untuk turut menghafal Al Quran.

Dulu saya hanyalah seorang anak yang biasa-biasa saja tanpa memiliki keistimewaan apapun. Lebih tepatnya, saya masih dalam tahap pencarian jati diri dan belum menemukan apa potensi terselubung dalam diri saya. Saya menjalani hari-hari bersekolah seperti biasa hingga saya berkenalan dengan seorang teman. Ia anak pindahan dari pondok. Setelah bertanya-tanya dan dengar sana-sini, ternyata ia adalah seorang penghafal Al Quran. Saya hanya manggut-manggut dan kagum sesaat dengan kehebatan anak tersebut. Lambat laun, entah mengapa saya dan Continue reading “Menghafal Al Quran itu Mudah atau Sulit?”

Sistem Pendidikan Terbaik

image

-Copas-

Sistem Pendidikan Terbaik
Oleh: Muhammad Husnan

Sekitar Empat tahun yang lalu tepatnya di awal Ramadhan 1433 H Saya mengikuti kuliah subuh di Masjid dekat rumah. Ustadz yang berceramah menceritakan kisah nyata dari seorang rektor salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia yang sedang mencari sistem pendidikan terbaik yang dapat menghasilkan dan mencetak generasi yang cerdas, bermartabat dan bisa bermanfaat bagi bangsa dan agama.

Untuk mencari sistem pendidikan terbaik, rektor tersebut pergi ke Timur Tengah untuk meminta nasihat dari seorang ulama terkemuka di sana. Ketika be Continue reading “Sistem Pendidikan Terbaik”

Apa Niat Hafalanmu?

From penacewek.com
From penacewek.com

Kemarin saya sempat berkonsultasi dengan salah satu guru saya. Waktu kala itu memberikan saya ruang kesempatan untuk mengeluarkan uneg-uneg yang selama terpendam dalam hati.

Dikisahkan, kesibukan saya sekarang adalah menghafal Al Quran. Karena hafalan yang semakin banyak dan penuh lika-liku kosakata yang rumit, diri ini semakin sibuk menjaga (hafalan) Al Quran. Saya ingin menghafal Al Quran karena untuk kebaikan saya sendiri. Saya menyadari betapa jeleknya masa lalu saya. Berharap dengan hafalan, Allah akan ridho dan mengampuni dosa-dosa saya. Lain pula karena motivasi hafalan saya adalah demi orang tua. Berharap semoga di akhirat kelak hafalan saya menyelamatkan mereka dari halang rintangan yang ada. Begitupun segudang alasan lainnya mengapa saya mau dan ingin mengh Continue reading “Apa Niat Hafalanmu?”