Setitik Harapan Kala Itu

Malamnya kota Malang. Foto dari elektro.um.ac.id

“Nol! Apakah takdir kita akan benar-benar di sini bersama-sama?”, tanya Alya saat berjalan di terotoar pada malam hari di kota Malang. Kala itu, kami berharap untuk tidak berjauhan saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri.

Iya, Yen! Aku pengen supaya kita sekolah di sekolah yang sama lagi. Agar kita bisa sama-sama saling menguatkan dalam keistiqomahan. 

***

“Jadi beberapa dari kalian akan mengikuti lomba untuk mewakili sekolah.”, ujar Bu Muna sembari memegang selembar kertas di hadapannya. “Ini mandat dari sekolah. Bu Muna disuruh memilih beberapa dari kalian. Jadi buat pengalaman ya.”, tambah beliau kemudian.

Pagi itu, selepas setoran mengaji, Bu Muna memberikan pengumuman pada seluruh muridnya. Beberapa waktu kemudian akan diadakan lomba dengan tema Al Quran di Universitas Malang. Lombanya bermacam-macam seperti lomba kaligrafi, karya tulis ilmiah, tartil, debat sampai hafalan. Responku biasa saja waktu mendengar berita tersebut.

“Itsna sama Alya ikut ya.”, ujar Bu Muna setelah menunjuk beberapa murid lain. Aku mlongo.
Lanjutkan membaca “Setitik Harapan Kala Itu”

Iklan

Metode Ketrampilan Komunikasi

Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) Mahasiswa Baru Universitas Jember tahun 2017

Salah satu pemateri Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) Universitas Jember tahun 2017 yang berkesan bagi saya adalah Bu Ifrina Nuritha atau yang biasa disapa Bu Rina. Bu Rina menjelaskan materi berjudul Ketrampilan Berkomunikasi. Menurut pengertian perkata, ketrampilan berarti kemampuan sedangkan komunikasi adalah aktivitas dialog yang melibatkan minimal dua orang. Jadi secara keseluruhan, ketrampilan komunikasi berarti kemampuan bagaimana cara menjelaskan suatu materi agar dapat dipahami oleh lawan bicara.

Pemateri bergelar Magister Komputer ini menuturkan beberapa cara pengembangan ketrampilan komunikasi itu sendiri. Salah satu cara yang paling mendominasi adalah berani mengungkapkan pendapat. Jangan takut salah ketikamengungkapkan pendapat karena bisa jadi pendapat-pendapat kita bisa menjadi solusi atau jawaban yang tidak terduga dari suatu permasalahan. Keberanian ini harus dimiliki oleh seorang mahasiswa. Biasanya dosen akan lebih melihat mahasiswa yang berani mengungkapkan pemdapat atau pemikirannya. Hal ini didasari jika seorang mahasiswa mampu mengungkapkan pendapat, berarti ia memiliki sifat kritis untuk menelaah berbagai masalah di hadapannya.

Cara pengembangan ketrampilan komunikasi lainnya adalah dengan foccus discussion yang berarti tidak bergerombol. Bu Rina mengingatkan kepada kita agar menghilangkan budaya suka menggerombol. Bu Rina lebih menyarankan agar menjadi pribadi yang suka membaur dengan siapa saja. Jangan takut untuk menyapa orang baru tatkala berada di lingkungan yang dikenal atau lingkungan baru sekalipun. Jangan sungkan untuk bergaul dengan orang atau komunitas lain. Berkomunikasi dengan orang di luar komunitas kita akan membuat kita akan mendapat lebih banyak informasi atau sekadar sharing.  Lanjutkan membaca “Metode Ketrampilan Komunikasi”

Serangkai Kisah di Pondok Quran #4 – Kepulangan Kali Pertama

Mondok adalah pengalaman yang luar biasa baru bagiku. Pertama kalinya jauh dari orang tua. Lalu aku mulai mengenal teman-teman baru dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Malang, Pasuruan, Lampung, Palembang, hingga NTT. Jujur saja, aku dahulu kala hampir tidak memiliki teman. Teman-temanku dulu hanya sebatas teman sekolah. Aku memang anak rumahan yang tidak tahu keasyikan dunia luar.

Aku merasakan malam pertama tidur di pondok hingga tak terasa satu bulan berlalu. Rumor-rumor perizinan pulang mulai berseliweran. Maklum saja dikarenakan kalender sudah menghabiskan usia November dan akan melahirkan Desember sekaligus pertanda akhir tahun menjelang. Musim libur semester yang sering dinantikan mbak-mbak mahasiswi pun akan segera dimulai. Mereka nampak bersorak kegirangan demi menyambut liburan. Tinggal menunggu pengumuman Abah Yai perihal kapan diperbolehkan pulang. Lanjutkan membaca “Serangkai Kisah di Pondok Quran #4 – Kepulangan Kali Pertama”

Kegiatan PK2 Maba Universitar Jember Agustus 2017 (2)

Kegiatan PK2 Mahasiswa Baru Universitas Jember Agustus 2017.

Kegiatan PK2 Maba UNEJ 2017

fasefrew
Perkenalan dosen-dosen PSSI di ruang aula PSSI. Foto dari Instagram @slamingram

Materi kedua yang dibahas pada hari Selasa, 15 Agustus 2017 berkaitan dengan pengembangan kemahasiswaan di Universitas Jember. Bapak Anang Andrianto ST.,MT selaku pemateri memaparkan bahwa pengembangan diri dibagi menjadi dua, yakni soft skill dan hard skill. Soft skill berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar di kampus dan biasanya dipengaruhi oleh tingkat kecerdasaan seseorang. Sedangkan hard skill berhubungan dengan kegiatan ekstrakulikuler di luar kegiatan belajar seperti organisasi, UKM, dan lain-lain. Seringnya hard skill ini dapat melatih kecerdasan emosional seseorang atau EQ. Sebagainya bunyi Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi pasal 14 ayat (1) yang menyatakan bahwa mahasiswa mengembangkan bakat, minat dan kemampuan dirinya melalui kegiatan kokirukuler Lanjutkan membaca “Kegiatan PK2 Maba Universitar Jember Agustus 2017 (2)”

Malam ketika Mengingat Kematian

wp-1503209899080.
Kitab Kasyifatussaja warna ungu.

Ba’da maghrib acara di Pondok Pesantren Mahasiswi Al Husna di Jember masih seperti biasa. Selepas tadarus ringan di juz satu, para santri bergegas mengambil kitab Kasyifatussaja. Pada kesempatan kali ini Ibu Nyai sendiri yang mengisi acara ngaos kitab karena Bapak Yai yang masih menjalani ibadah haji. Malam ini, Ibu membahas tentang bab kematian.

Setiap manusia pasti akan menghadapi sakaratul maut. Entah seperti apapun hal-hal yang dilakukan semasa hidup ditentukan di sakaratul maut. Penentuan nasib seorang hamba di akhirat kelak apakah baik atau buruk ditentukan ketika sakaratul maut. Maka dari itu, seseorang yang sedang menghadapi pedihnya sakaratul maut perlu dibimbing oleh orang lain seperti misalnya sanak saudara. Ketika seseorang sedang tersiksa oleh sakaratul maut, setan mulai berdatangan menawarkan berbagai macam hal-hal berharga dengan jaminan akan menghilangkan rasa sakit yang luar biasa jika orang tersebut mau menerima Lanjutkan membaca “Malam ketika Mengingat Kematian”

Kegiatan PK2 Maba Universitas Jember Agustus 2017 (1)

Kegiatan PK2 Mahasiswa Baru Universitas Jember Agustus 2017

Kegiatan PK2 Maba UNEJ 2017

Maba1_UNEJ-770x433
Dari unej.ac.id

Tak terasa tahun ajaran baru semester ganjil dalam dunia pendidikan sudah dimulai. Termasuk pada tingkat bangku perkuliahan. Universitas Jember sendiri secara resmi mengawali kegiatan PK2 (Pengenalan Kehidupan Kampus) pada hari Minggu tanggal 13 Agustus 2017. Hari pertama PK2 hanya diisi dengan gladi resik demi kesuksesan kegiatan Upacara Pelantikan Mahasiswa Baru yang akan bertempat di Stadion Universitas Jember. Acara tersebut berlangsung dari pukul 3 hingga 5 sore. Pihak Universitas sengaja memilih waktu senja demi meminimalisir dampak lelah bagi maba. Beberapa fakultas sengaja tidak bubar terlebih dahulu setelah acara gladi resik untuk memberi sedikit sosialisasi tentang acara PK2 selama dua minggu ke depan.

Lanjutkan membaca “Kegiatan PK2 Maba Universitas Jember Agustus 2017 (1)”

Serangkai Kisah di Pondok Quran #3 – Perempuan Berkerudung Hitam

Rasanya melelahkan sekali. Setiap hari harus mengaji dan mengaji. Tak lupa maju untuk setoran dan terus mengejar setoran. Terlebih aku takut kalau-kalau Abah menegur ketika bacaanku salah. Ketakutanku yang luar biasa terhadap Abah yang mendorongku untuk mengaji dengan keras dan berjam-jam. Tak terasa lelah ini mengantarkanku pada hari ketujuh aku hidup di pondok.

Selepas solat maghrib, aku turun ke aula. Suasana di aula masih sepi namun ada beberapa santri yang berpakaian seragam jubah merah hati dan berkerudung baby pinkMereka sibuk mengumpul dampar-dampar ke pinggir aula. Sedang beberapa yang lain sibuk check sound dan memegang rebana. Aku mengambil duduk bersila di sisi tiang sambil menikmati pemandangan sekitar. Berangsur-angsur, suasana mulai ramai. Seseorang duduk di sampingku. Ia mengenakan kerudung berwarna sama denganku yakni hitam. Lanjutkan membaca “Serangkai Kisah di Pondok Quran #3 – Perempuan Berkerudung Hitam”