Santri Khilaf

Pada suatu hari, Ibuk memberikan bukti cintanya berbentuk kiriman jatah bulanan. Ibuk mengabari saya lewat Whatsapp. Siapa yang tidak senang dengan kabar gembira semacam ini.

Hari ini, Jumat, merupakan hari libur pondok. Ketika saya sedang bersantai sejenak melepas kesibukan hafalan, teman sekamar, Intan, mengajak saya ke toko buku Gramedia. Mata saya langsung berbinar senang. Kebetulan saya sedang ingin membeli buku Reach Your Dreams karya Wirda Mansur. Sedangkan Intan hanya ingin membeli buku LKS demi kebutuhan sekolah.

Continue reading “Santri Khilaf”

Iklan

Antara ه dan ك

PPTQ Nurul Furqon Malang memberikan warna tersendiri dalam perjalanan karier hafalan saya. Sebelum mondok, saya menyetorkan hafalan langsung dengan ustad atau ustadah secara empat mata. Ketika masuk pondok, saya dikejutkan dengan aksi setoran secara serempak empat orang sekaligus di hadapan Abah Yai. Empat orang ini melantunkan hafalan mereka secara bersamaan. Bahkan Abah Yai bisa menyimak sampai enam orang sekaligus. Saya bingung sekaligus heran. Bagaimana empat orang ini secara bersama-sama bisa membaca hafalan mereka dengan tanpa melihat mushaf. Bagaimana cara mereka untuk berkonsentrasi di tengah riuh bacaan teman di sampingnya. Belum lagi Abah Yai yang bisa menyimak banyak orang sekaligus. Sedang Abah Yai juga tidak sering membuka mushaf ketika menyimak santrinya. Entah bagaimana perasaan saya mengawali setoran di pondok ini. Setoran serempak dengan suara bacaan teman-teman lain yang bisa membuat hafalan buyar bila tidak berkonsentrasi. Semacam jor-jor suara dalam istilah jawanya. Dua bulan lebih hidup di sini, saya sudah terbiasa dengan sistem setoran seperti ini.

Suasana setoran hafalan Al Quran di PPTQ Nurul Furqon. Sumber foto dari salah satu santri

Continue reading “Antara ه dan ك”

Kangen Rumah


Terhitung sudah dua bulan lebih beberapa hari saya berada di Malang yang berjarak lebih dari 100 km dari kota asal, Tulungagung. Meski dalam rentang waktu tersebut saya sempat pulang selama seminggu, tapi rasa itu tetap ada. Sebuah rasa kerinduan. Rindu segalanya tentang rumah. Baik suasananya, orang-orangnya, semuanya. Ah! Memang dasarnya saya anak rumahan. Jarang sekali keluar rumah. Jadi, berkumpul di rumah bersama keluarga kecil sudah menjadi santapan utama sehari-hari., Continue reading “Kangen Rumah”

Belajar Filosofi Kehidupan dari Tangan Terluka

Beberapa hari yang lalu, tangan saya terluka akibat terkena pecahan beling. Tepatnya, pecahan beling tanpa sengaja menusuk ibu jari tangan kanan saya. Lukanya memang tidak parah, namun cukup untuk membuat saya merasa kesakitan.

Awalnya, saya merasa sedikit putus asa ketika jempol ini harus terluka karena tidak bisa ngapa-ngapain. Dibuat pegang ini sakit, dibuat membawa sesuatu susah, dibuat untuk menulis apalagi. Karena terluka, alhasil saya mengandalkan empat jari lainnya yang masih sehat. Rasanya semacam enggan beraktifitas karena merasa tidak bisa melakukan sesuatu ketika jempol sakit.

Hampir seminggu saya tidak menulis karena merasa tidak bisa memegang polpen. Namun, saya teringat akan tugas Sekolah Inggris dari kak Budi Waluyo yang belum saya kerjakan. Hingga ketika mepet akhir pekan, yaitu hari Sabtu, saya ngebut mempelajari dan mengerjakan soal-soal latihan Bahasa Inggris beserta soal-soal

Continue reading “Belajar Filosofi Kehidupan dari Tangan Terluka”

Aku Harus Menghafal Al Quran

Sekadar motivasi untuk menghafal Al Quran. Semoga bermanfaat

Aku hanyalah wanita akhir zaman yg berusaha untuk menjaga diri. Terlebih, aku hanyalah wanita akhir zaman yg ingin terus mentaati Allah di tengah zaman yg semakin memprihatinkan. Mentaati Allah bukanlah hal yg mudah. Banyak sekali berseliweran hal-hal yg dilarang Allah namun dianggap biasa oleh masyarakat awam. Aku takut jikalau aku sendiri tidak bisa selamat dari hal-hal buruk tersebut.

Continue reading “Aku Harus Menghafal Al Quran”

Setiap Pilihan Kita akan Dimintai Pertanggungjawaban

Kita tidak bisa memilih darimana kita dilahirkan, kita lahir dari orang tua mana, terlahir dari keturunan kaya atau miskin, berkulit putih atau hitam, berwajah rupawan atau jelek. Tapi kita bisa memilih:

1. Siapa teman-teman kita

2. Siapa kita di masa depan (baik atau buruk)

3. Siapa yang akan menjadi pendamping hidup kita

Teman dan lingkungan turut memengaruhi kita

Perumpamaan berteman dengan orang yang baik atau buruk ibarat berteman dengan penjual minyak wangi atau seorang pandai besi. Pasti sudah banyak yang mendengar dan tahu tentang perumpamaan ini. Betapa berpengaruhnya teman dalam hidup kita. Gaya berpakaian kita sama dengan bagaimana teman-teman kita berpakaian. Gaya bicara dan Continue reading “Setiap Pilihan Kita akan Dimintai Pertanggungjawaban”

Belajar Memperbaiki Ibadah

Kita harus tetap beribadah. Kita harus tetap Istiqomah.

Solatlah walaupun masih belum bisa khusyuk.

Bersholawatlah meskipun yang kau pikirkan bukan Nabi Muhammad.

Terus berdzikirlah meskipun yg ada di benakmu bukan Allah SWT.

Bersedekahlah walau terkadang rasanya masih belum ikhlas di awal.
Mulailah beribadah walaupun hati berucap bahwa takut akan riya’. Karena sesungguhnya kita bukan manusia yg sempurna segala sesuatunya melainkan kita harus belajar dan terus belajar. Apalagi belajar untuk terus memperbaiki ibadah supaya semakin dekat dengan Allah.

Yang salah itu bukan hamba yang sudah taat tapi beribadah dengan niat yg salah melainkan mereka yang tidak mau beribadah.