Cara Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Biner dan Sebaliknya

Cara Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Biner dan Sebaliknya

Umumnya, komputer hanya mengenal angka 0 dan 1 untuk menjalankan suatu perintah atau yang dikenal dengan sebutan bilangan biner. Bahasa pemprograman yang selama ini disusun pada akhirnya akan dikonversi ke dalam bilangan biner agar bisa dijalankan komputer sehingga komputer dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Kali ini kita akan belajar bagaimana mengkonversi bilangan desimal ke bilangan biner dan sebaliknya. Konversi semacam ini juga dipelajari dalam mata kuliah Matemati Distrit.

Continue reading “Cara Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Biner dan Sebaliknya”

Iklan

Cara Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Biner dan Sebaliknya

Cara Konversi Bilangan Biner ke Bilangan Desimal dan Sebaliknya

Umumnya, komputer hanya mengenal angka 0 dan 1 untuk menjalankan suatu perintah atau yang dikenal dengan sebutan bilangan biner. Bahasa pemprograman yang selama ini disusun pada akhirnya akan dikonversi ke dalam bilangan biner agar bisa dijalankan komputer sehingga komputer dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Kali ini kita akan belajar bagaimana mengkonversi bilangan desimal ke bilangan biner dan sebaliknya. Konversi semacam ini juga dipelajari dalam mata kuliah Matemati Distrit.

Continue reading “Cara Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Biner dan Sebaliknya”

Perbedaan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lain

Sudah diketahui sebelumnya bahwa negara kita memiliki ideologi Pancasila dimana ideologi tersebut sudah disepakati bersama serta masuk dalam kurikulum pendidikan. Beberapa ideologi lain yang mendasari tatanan hukum dan politik dari suatu negara antara lain adalah liberalisme, komunisme, dan sosialisme. Di sini, kita akan membahas perbandingan ideologi negara-negara lain dengan ideologi negara kita yaitu Pancasila. Continue reading “Perbedaan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lain”

Lebih Mengenal tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi

AAEAAQAAAAAAAAetAAAAJDExN2M4OWFkLTgxNzItNDkzNS04NGU0LTMwZDY1YjJhNjkxNw
Gambar dari linkedin

Jika ingin mengenal lebih lanjut mengenai teknologi informasi dan komunikasi, maka kita harus mengenal pengertian dari data dan informasi terlebih dahulu. Data adalah fakta-fakta yang digunakan sebagai masukan atau input untuk melalui proses selanjutnya. Bentuk dari data tersebut dapat berupa kalimat, gambar atau suara. Informasi adalah hasil dari olahan data. Namun, tidak semua hasil pengolahan dari data dapat disebut sebagai informasi. Suatu informasi  merupakan hasil dari pengolahan data, dapat memberikan makna serta memiliki manfaat bagi manusia. Ciri-ciri suatu informasi antara lain akurat, tepat waktu yang artinya disajikan saat dibutuhkan, relevan yang berarti sesuai kebutuhan dan lengkap dalam artian informasi tersebut datangnya tidak terpotong-potong. Continue reading “Lebih Mengenal tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi”

Kawanda, Sistem Informasi Penyimpanan dan Pengolahan Data Universitas Jember

Kawanda, Cloud Storage, Editing ang Group Communication

wp-1509000025631-2121805580.jpg
Gedung Soerachman Universitas Jember

Jember (26/10) – Hari ini, Unit Pelayanan Terpadu Teknologi Informasi (UPTTI) Universitas Jember mengadakan sosialisasi dan pelatihan mengenai sistem informasi bernama Kawanda. UPTTI melalukan sosialisasi dan pelatihan tiga hari berturut-turut dengan mengundang 100 dosen, 100 tenaga administrasi serta 100 mahasiswa perwakilan dari setiap fakultas. Kawanda adalah sistem informasi yang digunakan untuk menyimpan dan mengolah data bagi pengguna. Kawanda dibentuk dengan Next Cloud yang merupakan open source penyimpanan data. Continue reading “Kawanda, Sistem Informasi Penyimpanan dan Pengolahan Data Universitas Jember”

Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara

Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara

Pancasila 5
Pancasila memuat Bhineka Tunggal Ika. Gambar dari Ekominator

Paradigma memiliki pengertian yaitu suatu kerangka berpikir, cara berpikir serta pandangan hidup terhadap suatu hal. Jadi, pancasila sebagai paradigma kehidupan mengandung arti bahwa pancasila berperan sebagai kerangka acuan dari berbagai tindakan yang akan dilakukan oleh setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Pancasila sebagai paradigma kehidupan terbagi menjadi tiga komponen penting yaitu sebagai paradigma kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Adapun dalam praktiknya, pancasila sebagai paradigma kehidupan bermasyarakat dapat ditemukan dalam sikap toleransi misalnya ketika kita hendak bertamu di rumah salah seorang teman yang akan keluar menjalankan ibadah rutin. Sikap kita setelah mengetahui kepentingan seorang teman tersebut hendaknya mempersilahkan ia untuk mendahulukan kepentingannya terlebih dahulu karena bertamu dapat dilakukan lain waktu. Contoh lain adalah perlunya musyawarah ketika memilih struktur kepengurusan baru dalam sebuah organisasi bukan secara sepihak sudah menentukan nama-nama baru untuk menggantikan kepengurusan lama. Musyawarah cukup penting untuk mempertimbangkan nama-nama calon pengurus untuk kebaikan organisasi itu sendiri di masa yang akan datang. Continue reading “Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara”

Refleksi dan Tindakan Kita sebagai Generasi Penerus Bangsa Indonesia

Refleksi dan Tindakan Kita sebagai Generasi Penerus Bangsa Indonesia

Jember – Senin, 11 September 2017, Bapak Sumarjono, M.Si. selaku dosen mata kuliah Pancasila Universitas Jember sedang menerangkan materi Refleksi dan Tindakan atau to reflect and to act sebagai bagian dari suatu bangsa. Perbedaan antara negara maju dan berkembang sebenarnya bukan terletak pada umur berdirinya suatu negara. Sumber daya alam yang melimpah di suatu negara pun tidak menjamin akan membawa kemajuan bagi suatu negara. Sama seperti tolak ukur kedewasaan seseorang. Semakin banyak nominal umur tidak menjamin kedewasaan seseorang. Contohnya adalah Mesir dan India yang sudah berdiri kurang lebih sekitar 2000 tahun yang lalu tapi masih tetap miskin hingga sekarang. Padahal yang kita tahu, negara-negara di Timur Tengah seperti Mesir dan India memiliki banyak potensi sumber daya alam melimpah seperti minyak bumi. Jepang, Singapura, Kanada, Australia dan New Zealand adalah contoh negara-negara yang berdiri kurang lebih sekitar 150 tahun yang lalu, namun sudah memiliki kekuatan ekonomi yang luar biasa serta penduduknya tidak lagi mengalami kemiskinan. Wilayah Jepang sendiri hanya memiliki sekitar 20% sumber daya alam dari bidang peternakan dan pertanian untuk dikembangkan.

Continue reading “Refleksi dan Tindakan Kita sebagai Generasi Penerus Bangsa Indonesia”