Napak Tilas Kenangan Sosok Guru

Bu Muna, guru mengajiku sedang asyik menulis sesuatu di selembar kertas kecil berwarna kuning.

“Kamu bisa baca ini?”, tanya Bu Muna menunjukkan hasil tulisannya. Aku menggeleng. Pasalnya tulisan yang ditunjukkan Bu Muna berupa tulisan arab tanpa harakat.

“Kalau gini? Udah bisa baca?”. Aku menggangguk meski caraku membaca tulisan tersebut masih terbata-bata. “Itu doa dari gurunya Bu Muna ketika Bu Muna mau mengikuti lomba tahfidz quran dulu.”.

“Yang jadi juara tingkat kabupaten itu ya ustadah?”.

“Iya! Itsna bener.”.

***

Lanjutkan membaca “Napak Tilas Kenangan Sosok Guru”

Iklan

Peringatan 1 Muharram 1439 di PPM Al Husna Jember

Acara Peringatan 1 Muharram 1439 di Pondok Pesantren Mahasiswi Al Husna Jember.

Acara Peringatan Tahun Baru Hijriah 1439 di Pondok Pesantren Al Husna Jalan Kalimantan X 173 Tegal Boto Lor Sumbersari Jember. 

Acara dimulai ketika malam hari.


Di tengah padatnya lalu lintas tugas dan ospek, Pondok Pesantren Mahasiswi Al Husna Jember mengadakan acara untuk memperingati tahun baru hijriah. Acaranya tidak terlepas dari lomba dengan seluruh santri putri sebagai partisipannya. Acara dilaksanakan mulai Rabu malam tanggal 20 September  2017 lalu disambung keesokan harinya dengan berbagai lomba lagi serta penutupan. Dikarenakan awal dimulai hari dalam Islam adalah selepas maghrib, seluruh santri Al Husna secara berjamaah membaca doa tahun baru.

Acara pada malam hari ini dimulai setelah solat Isya’ sekitar pukul 8. Seluruh santri diinstruksikan agar segera berkumpul di aula lantai tiga. Tak lupa mbak-mbak panitia yang bertugas memberikan selebaran dan snack sebagai penawar kantuk. Setelah sebagian besar santri Al Husna telah duduk di aula, acara diawali dengan nyanyian tim hadrah sebagai pembukaan dan hiburan. Setelah tim hadrah selesai, acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pondok. Rangkaian acara tersebut dilanjut dengan menyanyikan lagu Mars IPPNU Hubbul Wathon bersama-sama.

Lanjutkan membaca “Peringatan 1 Muharram 1439 di PPM Al Husna Jember”

Maaf! Saya Kurang Beretika

wp-image-310733742
Suasana kelas saat mata kuliah. Terlihat salah satu teman sedang mempresentasikan materi pelajaran.

Tugas, tugas dan tugas. Masih belum lepas dari eurofia seorang mahasiswa baru, saya merasakan zona peralihan yang luar biasa berbeda. Setelah merasakan satu tahun lamanya tidak sekolah semenjak lulus SMA, kini saya benar-benar menempuh pendidikan kembali di jenjang perguruan tinggi. Seandainya dibuat studi banding, SMA dan kuliah adalah dua hal yang jauh berbeda. Mungkin di SMA kita akan belajar hanya dengan menunggu pembahasan dari guru. Kalau guru belum menerangkan otomatis kita tidak akan mempelajari. PR pun melimpah namun bisa secepat kilat terselesaikan. Entah dengan cara apapun. Coba bandingkan dengan kuliah ketika kita disuruh belajar mandiri serta berkelompok. Belum lagi tugas-tugas yang tidak ada matinya. Baru selesai satu, tumbuh yang lain. Tugas pun tidak bisa diselesaikan hanya dalam semalam dua malam melainkan bertahap dalam beberapa hari. Sebagai mahasiswa, kita juga dilarang keras copy paste hanya dari Google dan situs-situs tidak jelas lainnya. Dibutuhkan sumber refrensi yang terpercaya daripada hanya sekadar tautan bergaris bawah serta berwarna biru. Lanjutkan membaca “Maaf! Saya Kurang Beretika”

Setitik Harapan Kala Itu

Malamnya kota Malang. Foto dari elektro.um.ac.id

“Nol! Apakah takdir kita akan benar-benar di sini bersama-sama?”, tanya Alya saat berjalan di terotoar pada malam hari di kota Malang. Kala itu, kami berharap untuk tidak berjauhan saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri.

Iya, Yen! Aku pengen supaya kita sekolah di sekolah yang sama lagi. Agar kita bisa sama-sama saling menguatkan dalam keistiqomahan. 

***

“Jadi beberapa dari kalian akan mengikuti lomba untuk mewakili sekolah.”, ujar Bu Muna sembari memegang selembar kertas di hadapannya. “Ini mandat dari sekolah. Bu Muna disuruh memilih beberapa dari kalian. Jadi buat pengalaman ya.”, tambah beliau kemudian.

Pagi itu, selepas setoran mengaji, Bu Muna memberikan pengumuman pada seluruh muridnya. Beberapa waktu kemudian akan diadakan lomba dengan tema Al Quran di Universitas Malang. Lombanya bermacam-macam seperti lomba kaligrafi, karya tulis ilmiah, tartil, debat sampai hafalan. Responku biasa saja waktu mendengar berita tersebut.

“Itsna sama Alya ikut ya.”, ujar Bu Muna setelah menunjuk beberapa murid lain. Aku mlongo.
Lanjutkan membaca “Setitik Harapan Kala Itu”

Metode Ketrampilan Komunikasi

Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) Mahasiswa Baru Universitas Jember tahun 2017

Salah satu pemateri Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) Universitas Jember tahun 2017 yang berkesan bagi saya adalah Bu Ifrina Nuritha atau yang biasa disapa Bu Rina. Bu Rina menjelaskan materi berjudul Ketrampilan Berkomunikasi. Menurut pengertian perkata, ketrampilan berarti kemampuan sedangkan komunikasi adalah aktivitas dialog yang melibatkan minimal dua orang. Jadi secara keseluruhan, ketrampilan komunikasi berarti kemampuan bagaimana cara menjelaskan suatu materi agar dapat dipahami oleh lawan bicara.

Pemateri bergelar Magister Komputer ini menuturkan beberapa cara pengembangan ketrampilan komunikasi itu sendiri. Salah satu cara yang paling mendominasi adalah berani mengungkapkan pendapat. Jangan takut salah ketikamengungkapkan pendapat karena bisa jadi pendapat-pendapat kita bisa menjadi solusi atau jawaban yang tidak terduga dari suatu permasalahan. Keberanian ini harus dimiliki oleh seorang mahasiswa. Biasanya dosen akan lebih melihat mahasiswa yang berani mengungkapkan pemdapat atau pemikirannya. Hal ini didasari jika seorang mahasiswa mampu mengungkapkan pendapat, berarti ia memiliki sifat kritis untuk menelaah berbagai masalah di hadapannya.

Cara pengembangan ketrampilan komunikasi lainnya adalah dengan foccus discussion yang berarti tidak bergerombol. Bu Rina mengingatkan kepada kita agar menghilangkan budaya suka menggerombol. Bu Rina lebih menyarankan agar menjadi pribadi yang suka membaur dengan siapa saja. Jangan takut untuk menyapa orang baru tatkala berada di lingkungan yang dikenal atau lingkungan baru sekalipun. Jangan sungkan untuk bergaul dengan orang atau komunitas lain. Berkomunikasi dengan orang di luar komunitas kita akan membuat kita akan mendapat lebih banyak informasi atau sekadar sharing.  Lanjutkan membaca “Metode Ketrampilan Komunikasi”

Serangkai Kisah di Pondok Quran #4 – Kepulangan Kali Pertama

Mondok adalah pengalaman yang luar biasa baru bagiku. Pertama kalinya jauh dari orang tua. Lalu aku mulai mengenal teman-teman baru dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Malang, Pasuruan, Lampung, Palembang, hingga NTT. Jujur saja, aku dahulu kala hampir tidak memiliki teman. Teman-temanku dulu hanya sebatas teman sekolah. Aku memang anak rumahan yang tidak tahu keasyikan dunia luar.

Aku merasakan malam pertama tidur di pondok hingga tak terasa satu bulan berlalu. Rumor-rumor perizinan pulang mulai berseliweran. Maklum saja dikarenakan kalender sudah menghabiskan usia November dan akan melahirkan Desember sekaligus pertanda akhir tahun menjelang. Musim libur semester yang sering dinantikan mbak-mbak mahasiswi pun akan segera dimulai. Mereka nampak bersorak kegirangan demi menyambut liburan. Tinggal menunggu pengumuman Abah Yai perihal kapan diperbolehkan pulang. Lanjutkan membaca “Serangkai Kisah di Pondok Quran #4 – Kepulangan Kali Pertama”

Malam ketika Mengingat Kematian

wp-1503209899080.
Kitab Kasyifatussaja warna ungu.

Ba’da maghrib acara di Pondok Pesantren Mahasiswi Al Husna di Jember masih seperti biasa. Selepas tadarus ringan di juz satu, para santri bergegas mengambil kitab Kasyifatussaja. Pada kesempatan kali ini Ibu Nyai sendiri yang mengisi acara ngaos kitab karena Bapak Yai yang masih menjalani ibadah haji. Malam ini, Ibu membahas tentang bab kematian.

Setiap manusia pasti akan menghadapi sakaratul maut. Entah seperti apapun hal-hal yang dilakukan semasa hidup ditentukan di sakaratul maut. Penentuan nasib seorang hamba di akhirat kelak apakah baik atau buruk ditentukan ketika sakaratul maut. Maka dari itu, seseorang yang sedang menghadapi pedihnya sakaratul maut perlu dibimbing oleh orang lain seperti misalnya sanak saudara. Ketika seseorang sedang tersiksa oleh sakaratul maut, setan mulai berdatangan menawarkan berbagai macam hal-hal berharga dengan jaminan akan menghilangkan rasa sakit yang luar biasa jika orang tersebut mau menerima Lanjutkan membaca “Malam ketika Mengingat Kematian”