Gadis Kecil Kesayangan Ayah

kedekatan ayah dan anak perempuannya
Gambar dari Brilio

Perkenalkan! Aku adalah gadis kecil yang manis. Aku berkelana jauh dari rumah demi mengais banyak ilmu yang letaknya ada dimana saja. Kegiatan merantau sendiri adalah sarana pengembangan diri terbaik tatkala diri sudah jauh dari radar orang tua. Segala keputusan dan risiko atas apa yang dipilih akan ditanggung oleh diri sendiri. Betapa hebatnya aku sebagai gadis kecil kebanggaan orang tua yang menjauh ratusan kilometer dari kampung halaman demi mempersiapkan masa depan. Continue reading “Gadis Kecil Kesayangan Ayah”

Iklan

Aku dan Bintang Jatuh

purple-690724_960_720
Gambar dari akun Pixabay

Kemarin, Jalan Kalimantan dan sekitarnya mengalami pemadaman bergilir yang mungkin dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Jember. Pemadaman tersebut terjadi sekitar pukul 8 selepas agenda wajib pondok dilaksanakan. Alhasil, sebagian besar penghuni pondok merasa terganggu dengan pemadaman bergilir ini. Aktivitas malam yang kerapkali dilakukan oleh santri Pondok Pesantren Al Husna selepas mengikuti agenda wajib pondok adalah mengerjakan tugas-tugas kuliah. Apalagi ketika musim UAS seperti sekarang, kebanyakan dari santri belajar dan mempersiapkan diri sedapat mungkin di tengah agenda kampus dan kuliah yang seakan menghimpit waktu.

Kecanggihan teknologi amat dirasakan di sini ketika satu-dua santri menyalakan flash handphonenya. Ada beberapa yang menyalakan senter atau lampu cadangan sebagai penerang agar dapat melanjutkan aktivitasnya kembali. Ada beberapa yang lebih memilih menyerah dengan keadaan dengan kata lain tidur karena kondisi yang dirasa amat kondusif. Di antara santri lain, ada salah seorang santri yang kagum ketika pemadaman terjadi. Spontan, ia mendongak ke langit. Pandangannya dibuat takjub oleh gugusan bintang yang terlihat jelas sinarnya menggantung di langit. Santri tersebut tak lain adalah aku sendiri. Continue reading “Aku dan Bintang Jatuh”

Penampakan Kids Jaman Now

Apa salah dan dosaku sayang

Cinta suciku kau buang-buang

Lihat jurus yang kan kuberikan

Jaran goyang jaran goyang

Sepenggal lagu hits jaman now saya dengar dari satu sumber suara mungil. Ketika menelisik lebih jauh, rupanya sang penyanyi adalah balita yang sedang menggambar dan mewarnai dengan pensil warna. Balita itu sedang duduk di samping kiri saya. Saya terheran-heran. Di usianya yang kurang lebih 5 tahun, balita tersebut sudah mengenal lagu Jaran Goyang. Apa kabar lagu anak-anak? Apakah kids jaman now lebih mengenal lagu orang dewasa daripada Bintang Kecil atau Balonku ada Lima? Continue reading “Penampakan Kids Jaman Now”

Bapak Si Pedagang Kue Basah

Ketika hujan turun sepanjang siang menjelang sore di Kabupaten Jember, saya mendapati sosok yang berusia tak lagi muda sedang berjuang membawa dua kotak aluminium besar dan terlihat berat. Matanya tetap memancarkan semangat ketika menawari saya barang dagangannya yang ternyata ada di dalam dua kotak tersebut.

“Ayo mbak dibeli jajanan kuenya.”, ujar si bapak sambil membuka salah satu kotak aluminium yang berisi kue basah berwarna-warni. Si bapak ini sudah jelas tidak muda lagi umurnya. Guratan-guratan lelah serta tubuh ringkih yang menahan dinginnya hujan terlihat jelas di mata saya. Meski dengan kondisi demikian, bapak tersebut tetap menunjukkan aura semangat untuk mencari rezeki.

Continue reading “Bapak Si Pedagang Kue Basah”

Ridho Orang Tua adalah Segalanya

Ridho Orang Tua adalah Segalanya

Kemarin, 11 November 2017, Ustad Ari Dwi Widodo S.Pd.I, M.Pd.I selaku salah satu guru ngaji diniyah saya di pondok pesantren mahasiswi Al Husna menyampaikan petuah luar biasa di antara materi pembelajaran. Begitulah gaya beliau mengajar –yang saya suka– yaitu menyisipkan pelajaran atau nasihat kehidupan di sela-sela materi pembelajaran yang memang harus disampaikan.

Di kala hening tercipta di antara santri-santri yang sedang mencerna materi baru, Ustad Widodo tiba-tiba saja menyampaikan suatu hal tentang pernikahan. Beliau menyampaikan bahwa kita sebagai perempuan harus meminta pendapat dan persetujuan orang tua ketika hendak menikah. Hal ini menjadi pertimbangan yang amat sangat penting mengingat perempuan membutuhkan wali sebagai salah satu syarat sah pernikahan. Berbeda dengan laki-laki. Perempuan harus berdiskusi atau menjalin komunikasi penuh dengan orang tua terkait rencana pernikahan karena dari sana tanggung jawab orang tua terhadap anak perempuannya akan berpindah tangan kepada laki-laki yang menikahinya. Terlepas dari gender laki-laki atau perempuan sepatutnya kita sebagai anak tetap mendiskusikan secara baik perihal besar seperti ini kepada ayah ibu kita selaku orang-orang penting yang telah berperan besar dalam hidup kita selama ini. Continue reading “Ridho Orang Tua adalah Segalanya”

Kapan Pulang Kampung? 

“Aku mau siap-siap pulang kampung.” 

“Yeeee ospek udah berakhir jadi bisa pulang kampung deh!” 

“Untuk kesekian kalinya aku gagal pulkam.”

Salah satu tradisi yang melekat bagi mahasiswa baru di Jember sesuai pengamatan saya adalah hasrat untuk pulang kampung. Terutama bagi mahasiswa yang tinggal di Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi atau sekitarnya. Pulang kampung yang dilakukan sudah bergeser maknanya dari tradisi menjadi suatu kebiasaan. Teman-teman saya sesama maba setiap minggu pulang ke kampung halaman. Ketika hari senin hingga kamis disibukkan dengan jadwal kuliah, maka hari jumat hingga minggu mereka gunakan untuk pulang. Bahkan ada beberapa yang berangkat pulang kamis sore atau malam lalu kembali ke Jember ketika senin pagi.

Continue reading “Kapan Pulang Kampung? “

Napak Tilas Kenangan Sosok Guru

Bu Muna, guru mengajiku sedang asyik menulis sesuatu di selembar kertas kecil berwarna kuning.

“Kamu bisa baca ini?”, tanya Bu Muna menunjukkan hasil tulisannya. Aku menggeleng. Pasalnya tulisan yang ditunjukkan Bu Muna berupa tulisan arab tanpa harakat.

“Kalau gini? Udah bisa baca?”. Aku menggangguk meski caraku membaca tulisan tersebut masih terbata-bata. “Itu doa dari gurunya Bu Muna ketika Bu Muna mau mengikuti lomba tahfidz quran dulu.”.

“Yang jadi juara tingkat kabupaten itu ya ustadah?”.

“Iya! Itsna bener.”.

***

Continue reading “Napak Tilas Kenangan Sosok Guru”

Peringatan 1 Muharram 1439 di PPM Al Husna Jember

Acara Peringatan 1 Muharram 1439 di Pondok Pesantren Mahasiswi Al Husna Jember.

Acara Peringatan Tahun Baru Hijriah 1439 di Pondok Pesantren Al Husna Jalan Kalimantan X 173 Tegal Boto Lor Sumbersari Jember. 

Acara dimulai ketika malam hari.


Di tengah padatnya lalu lintas tugas dan ospek, Pondok Pesantren Mahasiswi Al Husna Jember mengadakan acara untuk memperingati tahun baru hijriah. Acaranya tidak terlepas dari lomba dengan seluruh santri putri sebagai partisipannya. Acara dilaksanakan mulai Rabu malam tanggal 20 September  2017 lalu disambung keesokan harinya dengan berbagai lomba lagi serta penutupan. Dikarenakan awal dimulai hari dalam Islam adalah selepas maghrib, seluruh santri Al Husna secara berjamaah membaca doa tahun baru.

Acara pada malam hari ini dimulai setelah solat Isya’ sekitar pukul 8. Seluruh santri diinstruksikan agar segera berkumpul di aula lantai tiga. Tak lupa mbak-mbak panitia yang bertugas memberikan selebaran dan snack sebagai penawar kantuk. Setelah sebagian besar santri Al Husna telah duduk di aula, acara diawali dengan nyanyian tim hadrah sebagai pembukaan dan hiburan. Setelah tim hadrah selesai, acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pondok. Rangkaian acara tersebut dilanjut dengan menyanyikan lagu Mars IPPNU Hubbul Wathon bersama-sama.

Continue reading “Peringatan 1 Muharram 1439 di PPM Al Husna Jember”

Maaf! Saya Kurang Beretika

wp-image-310733742
Suasana kelas saat mata kuliah. Terlihat salah satu teman sedang mempresentasikan materi pelajaran.

Tugas, tugas dan tugas. Masih belum lepas dari eurofia seorang mahasiswa baru, saya merasakan zona peralihan yang luar biasa berbeda. Setelah merasakan satu tahun lamanya tidak sekolah semenjak lulus SMA, kini saya benar-benar menempuh pendidikan kembali di jenjang perguruan tinggi. Seandainya dibuat studi banding, SMA dan kuliah adalah dua hal yang jauh berbeda. Mungkin di SMA kita akan belajar hanya dengan menunggu pembahasan dari guru. Kalau guru belum menerangkan otomatis kita tidak akan mempelajari. PR pun melimpah namun bisa secepat kilat terselesaikan. Entah dengan cara apapun. Coba bandingkan dengan kuliah ketika kita disuruh belajar mandiri serta berkelompok. Belum lagi tugas-tugas yang tidak ada matinya. Baru selesai satu, tumbuh yang lain. Tugas pun tidak bisa diselesaikan hanya dalam semalam dua malam melainkan bertahap dalam beberapa hari. Sebagai mahasiswa, kita juga dilarang keras copy paste hanya dari Google dan situs-situs tidak jelas lainnya. Dibutuhkan sumber refrensi yang terpercaya daripada hanya sekadar tautan bergaris bawah serta berwarna biru. Continue reading “Maaf! Saya Kurang Beretika”

Setitik Harapan Kala Itu

Malamnya kota Malang. Foto dari elektro.um.ac.id

“Nol! Apakah takdir kita akan benar-benar di sini bersama-sama?”, tanya Alya saat berjalan di terotoar pada malam hari di kota Malang. Kala itu, kami berharap untuk tidak berjauhan saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri.

Iya, Yen! Aku pengen supaya kita sekolah di sekolah yang sama lagi. Agar kita bisa sama-sama saling menguatkan dalam keistiqomahan. 

***

“Jadi beberapa dari kalian akan mengikuti lomba untuk mewakili sekolah.”, ujar Bu Muna sembari memegang selembar kertas di hadapannya. “Ini mandat dari sekolah. Bu Muna disuruh memilih beberapa dari kalian. Jadi buat pengalaman ya.”, tambah beliau kemudian.

Pagi itu, selepas setoran mengaji, Bu Muna memberikan pengumuman pada seluruh muridnya. Beberapa waktu kemudian akan diadakan lomba dengan tema Al Quran di Universitas Malang. Lombanya bermacam-macam seperti lomba kaligrafi, karya tulis ilmiah, tartil, debat sampai hafalan. Responku biasa saja waktu mendengar berita tersebut.

“Itsna sama Alya ikut ya.”, ujar Bu Muna setelah menunjuk beberapa murid lain. Aku mlongo.
Continue reading “Setitik Harapan Kala Itu”

Metode Ketrampilan Komunikasi

Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) Mahasiswa Baru Universitas Jember tahun 2017

Salah satu pemateri Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) Universitas Jember tahun 2017 yang berkesan bagi saya adalah Bu Ifrina Nuritha atau yang biasa disapa Bu Rina. Bu Rina menjelaskan materi berjudul Ketrampilan Berkomunikasi. Menurut pengertian perkata, ketrampilan berarti kemampuan sedangkan komunikasi adalah aktivitas dialog yang melibatkan minimal dua orang. Jadi secara keseluruhan, ketrampilan komunikasi berarti kemampuan bagaimana cara menjelaskan suatu materi agar dapat dipahami oleh lawan bicara.

Pemateri bergelar Magister Komputer ini menuturkan beberapa cara pengembangan ketrampilan komunikasi itu sendiri. Salah satu cara yang paling mendominasi adalah berani mengungkapkan pendapat. Jangan takut salah ketikamengungkapkan pendapat karena bisa jadi pendapat-pendapat kita bisa menjadi solusi atau jawaban yang tidak terduga dari suatu permasalahan. Keberanian ini harus dimiliki oleh seorang mahasiswa. Biasanya dosen akan lebih melihat mahasiswa yang berani mengungkapkan pemdapat atau pemikirannya. Hal ini didasari jika seorang mahasiswa mampu mengungkapkan pendapat, berarti ia memiliki sifat kritis untuk menelaah berbagai masalah di hadapannya.

Cara pengembangan ketrampilan komunikasi lainnya adalah dengan foccus discussion yang berarti tidak bergerombol. Bu Rina mengingatkan kepada kita agar menghilangkan budaya suka menggerombol. Bu Rina lebih menyarankan agar menjadi pribadi yang suka membaur dengan siapa saja. Jangan takut untuk menyapa orang baru tatkala berada di lingkungan yang dikenal atau lingkungan baru sekalipun. Jangan sungkan untuk bergaul dengan orang atau komunitas lain. Berkomunikasi dengan orang di luar komunitas kita akan membuat kita akan mendapat lebih banyak informasi atau sekadar sharing.  Continue reading “Metode Ketrampilan Komunikasi”

Serangkai Kisah di Pondok Quran #4 – Kepulangan Kali Pertama

Mondok adalah pengalaman yang luar biasa baru bagiku. Pertama kalinya jauh dari orang tua. Lalu aku mulai mengenal teman-teman baru dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Malang, Pasuruan, Lampung, Palembang, hingga NTT. Jujur saja, aku dahulu kala hampir tidak memiliki teman. Teman-temanku dulu hanya sebatas teman sekolah. Aku memang anak rumahan yang tidak tahu keasyikan dunia luar.

Aku merasakan malam pertama tidur di pondok hingga tak terasa satu bulan berlalu. Rumor-rumor perizinan pulang mulai berseliweran. Maklum saja dikarenakan kalender sudah menghabiskan usia November dan akan melahirkan Desember sekaligus pertanda akhir tahun menjelang. Musim libur semester yang sering dinantikan mbak-mbak mahasiswi pun akan segera dimulai. Mereka nampak bersorak kegirangan demi menyambut liburan. Tinggal menunggu pengumuman Abah Yai perihal kapan diperbolehkan pulang. Continue reading “Serangkai Kisah di Pondok Quran #4 – Kepulangan Kali Pertama”

Malam ketika Mengingat Kematian

wp-1503209899080.
Kitab Kasyifatussaja warna ungu.

Ba’da maghrib acara di Pondok Pesantren Mahasiswi Al Husna di Jember masih seperti biasa. Selepas tadarus ringan di juz satu, para santri bergegas mengambil kitab Kasyifatussaja. Pada kesempatan kali ini Ibu Nyai sendiri yang mengisi acara ngaos kitab karena Bapak Yai yang masih menjalani ibadah haji. Malam ini, Ibu membahas tentang bab kematian.

Setiap manusia pasti akan menghadapi sakaratul maut. Entah seperti apapun hal-hal yang dilakukan semasa hidup ditentukan di sakaratul maut. Penentuan nasib seorang hamba di akhirat kelak apakah baik atau buruk ditentukan ketika sakaratul maut. Maka dari itu, seseorang yang sedang menghadapi pedihnya sakaratul maut perlu dibimbing oleh orang lain seperti misalnya sanak saudara. Ketika seseorang sedang tersiksa oleh sakaratul maut, setan mulai berdatangan menawarkan berbagai macam hal-hal berharga dengan jaminan akan menghilangkan rasa sakit yang luar biasa jika orang tersebut mau menerima Continue reading “Malam ketika Mengingat Kematian”

Kegiatan PK2 Maba Universitas Jember Agustus 2017 (1)

Kegiatan PK2 Mahasiswa Baru Universitas Jember Agustus 2017

Kegiatan PK2 Maba UNEJ 2017

Maba1_UNEJ-770x433
Dari unej.ac.id

Tak terasa tahun ajaran baru semester ganjil dalam dunia pendidikan sudah dimulai. Termasuk pada tingkat bangku perkuliahan. Universitas Jember sendiri secara resmi mengawali kegiatan PK2 (Pengenalan Kehidupan Kampus) pada hari Minggu tanggal 13 Agustus 2017. Hari pertama PK2 hanya diisi dengan gladi resik demi kesuksesan kegiatan Upacara Pelantikan Mahasiswa Baru yang akan bertempat di Stadion Universitas Jember. Acara tersebut berlangsung dari pukul 3 hingga 5 sore. Pihak Universitas sengaja memilih waktu senja demi meminimalisir dampak lelah bagi maba. Beberapa fakultas sengaja tidak bubar terlebih dahulu setelah acara gladi resik untuk memberi sedikit sosialisasi tentang acara PK2 selama dua minggu ke depan.

Continue reading “Kegiatan PK2 Maba Universitas Jember Agustus 2017 (1)”

Serangkai Kisah di Pondok Quran #3 – Perempuan Berkerudung Hitam

Rasanya melelahkan sekali. Setiap hari harus mengaji dan mengaji. Tak lupa maju untuk setoran dan terus mengejar setoran. Terlebih aku takut kalau-kalau Abah menegur ketika bacaanku salah. Ketakutanku yang luar biasa terhadap Abah yang mendorongku untuk mengaji dengan keras dan berjam-jam. Tak terasa lelah ini mengantarkanku pada hari ketujuh aku hidup di pondok.

Selepas solat maghrib, aku turun ke aula. Suasana di aula masih sepi namun ada beberapa santri yang berpakaian seragam jubah merah hati dan berkerudung baby pinkMereka sibuk mengumpul dampar-dampar ke pinggir aula. Sedang beberapa yang lain sibuk check sound dan memegang rebana. Aku mengambil duduk bersila di sisi tiang sambil menikmati pemandangan sekitar. Berangsur-angsur, suasana mulai ramai. Seseorang duduk di sampingku. Ia mengenakan kerudung berwarna sama denganku yakni hitam. Continue reading “Serangkai Kisah di Pondok Quran #3 – Perempuan Berkerudung Hitam”