Kisah Buka Bersamaku

1111135ce38d141daa74cb98497df9e7
Gambar ilustrasi dari Pinterest

Nasihat kala Bukber

Tahun ini, aku pulang ke kampung halaman pada H-5 lebaran atau pada tanggal 10 Juni 2018 lalu. Tulungagung yang aku tinggalkan selama satu semester kuliah nampak banyak perubahan. Menurutku, kota kelahiranku ini terasa seperti lebih gemerlap. Terlebih lagi beberapa tempat makan baru dan bersaing di antara hiruk pikuk persaingan ekonomi di Tulungagung.

Pulang lima hari sebelum lebaran tidak aku sia-siakan. Buktinya aku menerima tiga undangan buka bersama kawan-kawan lama. Bulan ramadan seperti ini memang menjadi momen yang tepat untuk mengadakan acara kumpul-kumpul. Aku pun ingin untuk sekadar melepas rindu pada masa-masa perjuangan lalu. Kabar baiknya, Ibuk menyetujui rencanaku untuk menghadiri berbagai undangan buka bersama. Padahal saat itu tidak ada kendaraan yang bisa kukemudikan. Alhasil Ibuk memberiku fasilitas antar jemput di lokasi buka bersama Mungkin ke depannya Ibuk akan lebih setuju lagi kalau ada yang mengajakku hidup bersama. #eh. Hehe. Continue reading “Kisah Buka Bersamaku”

Iklan

Hari Pernikahanku

Ini adalah hari yang tidak pernah kuduga kedatangannya. Aku akan menikah hari ini. Bukan hanya aku saja yang berbahagia, tapi setiap orang disekelilingku pun sedang hanyut dalam kebahagiaan. Semua sanak keluarga dan kerabat menghadiri kediamanku di sini. Mereka berbondong-bondong memberiku hadiah. Tak lupa, penata rias sibuk memoles wajahku seapik mungkin. Tampaknya sang penata rias sedang berusaha maksimal agar aku benar-benar menjadi ratu yang dikagumi oleh semua orang hari ini.

Aku memakai gaun panjang dengan penuh taburan permata yang gemerlapan. Gaun dengan nuansa kebaya berwarna dominan ungu muda itu serasi dengan kerudung satin segiempat yang kugunakan menali leher ke belakang. Tak lupa, sepatu hak tinggi membaluti kakiku hingga mampu menambah tinggi badanku hingga beberapa sentimeter.

Continue reading “Hari Pernikahanku”

Waktu yang Terbuang untuk Membaca

Pernah nggak sih mikir, berapa lama kita meluangkan waktu untuk membuka layar ponsel? Entah sesibuk apapun sampai jungker walek seharian pun, rasanya masih bisa menyempatkan diri untuk membuka notifikasi di ponsel.

Mau buka hape bentar ah!

Niatnya sih sebentar. Tapi ada aja yang seru dari smartphone kesayangan kita sehingga kita pun betah untuk berdua dengannya. Baru-baru ini, game Mobile Legend merajai ponsel cowok-cowok. Waktu senggang mereka habiskan untuk bermain game tersebut beramai-ramai. Apa asyiknya sih game ini? Batinku suatu saat. Bahkan game smartphone semacam ini pernah dilombakan di fakultasku dengan hadiah jutaan rupiah bagi siapa saja pemenangnya. Aku hanya bisa melongo keheranan.

Cewek-cewek pun tidak putus asa untuk berduaan dengan ponsel mereka. Selain chat, satu-satunya hal yang paling sering mereka lakukan adalah membuka feeds Instagram. Aku yang merupakan bangsa cewek mengaku menyukai aktivitas tersebut. Scroll down pembaruan di Instagram beserta snapgramnya sudah menjadi makanan sehari-hari. Istilah endorse, selebgram, hits, kekinian, pencitraan, dan semua berita bisa kita ketahui lewat Instagram. Benar-benar kecanggihan modern yang luar biasa, batinku. Continue reading “Waktu yang Terbuang untuk Membaca”

Kepekaan, Prioritas, Kerjasama, dan Tanggungjawab

Senin. Awal minggu yang menarik untuk membangun semangat.

Pagi ini seisi kamar sedang tenggelam dengan kesibukan masing-masing. Pukul tujuh tepat, mereka harus sudah berada di kampus. Alhasil mereka menyiapkan diri sebaik mungkin guna menyerap ilmu yang akan mereka peroleh beberapa jam kemudian di kelas.

Aku bersantai sembari beres-beres kamar. Jadwal kuliahku tidak sepagi mereka. Aku berangkat siang nanti menjelang dhuhur. Kebetulan, hari ini adalah jadwal piket kamarku. Jadi, aku berusaha membereskan serta membersihkan seisi kamar seapik mungkin. Bukankah kebersihan adalah sebagian dari iman? Dengan kebersihan kamar yang terjaga, kita tentu akan nyaman menyinggahi kamar sendiri meski barang sebentar.

Kebersihan merupakan pokok penting dalam kehidupan pribadi maupun berkelompok bahkan bisa menimbulkan masalah sosial. Continue reading “Kepekaan, Prioritas, Kerjasama, dan Tanggungjawab”

Sakit

Hujan setahun dihapus dengan kemarau sehari.

Kemarau setahun dihapus dengan hujan sehari.

Gajah di pelupuk mata tak tampak. Semut di kejauhan tampak.

Apa lagi peribahasa yang bisa mengungkapkan apa yang kurasakan?

Beberapa hari terakhir, kakiku tiba-tiba membengkah. Seperti bekas dipukul. Rasanya sakit sekali. Letaknya di lutut kaki kanan. Sakit ini berdampak nyata ketika salat yaitu tidak bisa melakukan sujud secara benar. Jika dipaksakan, rasanya akan sakit sekali. Aku pun beberapa kali sempat mengeluh. Tapi aku langsung sadar bahwa mengeluh itu tidak menyelesaikan masalah. Sakitku tidak akan sembuh kalau aku mengeluh. Continue reading “Sakit”

Kisah Kegalauan Bunda

Pada suatu malam, saya menyempatkan diri untuk memijat kaki Ibuk. Profesi saya ketika di rumah adalah menjadi dukun pijat untuk ibu sendiri. Ketika tengah asyik memijat Ibuk sambil mengobrol ringan, tiba-tiba saja Ibuk berujar tentang keinginan beliau untuk jalan-jalan ke Rusia pada akhir tahun ini. Kali ini Ibuk akan nge-trip ke Rusia bersama teman-teman sesama perempuan alias tanpa Abah. Padahal sebelumnya ketika jalan-jalan di luar negeri, Abah dan Ibuk selalu jalan berdua. Mereka pun foto-foto di lokasi seakan orang pacaran yang tengah memadu kasih. Barangkali mereka ingin honey moon sejenak serta nostagi(l)a zaman mereka pacaran dahulu. Intinya, Ibuk akan berlibur ke Rusia bersama sekelompok ibu-ibu tanpa suami. Ibuk pun sudah membayar DP dengan nominal tertentu untuk liburan ke Rusia. Continue reading “Kisah Kegalauan Bunda”

Kisah Mahasiswi Komputer yang Mencabuti Rumput Liar

Arek komputer kok dikongkon mbubuti suket. (Anak komputer kok disuruh mencabuti rumput). Saya mengeluh sepanjang waktu ketika diperintah Ibuk untuk mencabuti rumput liar. Ibuk hanya tersenyum dan sesekali tertawa. Sebagai anak yang baik, saya harus selalu sigap dengan apapun yang Ibuk perintahkan. Sedangkan keluhan tadi sebenarnya hanya guyonan semata. Istilahnya saya hanya ngguyoni Ibuk karena saya adalah mahasiswi ilmu komputer. Bukan mahasiswi pertanian. Jadi, saya kurang ahli kalau sudah berhubungan dengan tumbuhan.

Continue reading “Kisah Mahasiswi Komputer yang Mencabuti Rumput Liar”

Opini Pribadi mengenai Perolehan Nilai di Sekolah

Gambar dari iTunes.

Liburan tidak serasa liburan bagi kami sebagai mahasiswa anyaran Universitas Jember yang baru genap menyelesaikan satu semester pertamanya di bangku perkuliahan. Kami sedang menunggu input nilai dari dosen melalui akun Sister masing-masing. Satu per satu nilai mata kuliah bermunculan disusul dengan pemberitaan dan obrolan sengit di grup angkatan. Hingga pada waktu batas akhir input nilai yakni 5 Januari 2018, grup angkatan di Whatsapp masih ricuh. Ada yang mengungkapkan rasa syukur akan nilai yang didapat. Tapi tidak sedikit yang mengeluhkan perolehan yang nilai dirasa kurang. Hingga pada titik akhir, mereka yang merasa nilainya kurang berusaha complaint terhadap dosen. Naas, dosen sudah lepas tangan. 

Continue reading “Opini Pribadi mengenai Perolehan Nilai di Sekolah”

History Pemakaian Gojek selama 2017

Pada suatu sore hari yang cerah, saya menerima sebuah email dari Gojek. Karena tidak biasanya Gojek mengirim email, saya pun membuka email tersebut. Ternyata isinya adalah sebuah pemberitahuan untuk mengunjungi interface aplikasi Gojek yang nantinya akan menampilkan review penggunaan aplikasi Gojek selama tahun 2017.

email

Dengan nuansa serba hijau, Gojek tidak ketinggalan untuk menampilkan history tentang penggunaan jasa Gojek selama setahun kemarin. Setelah saya meng-klik tautan yang diinstruksikan melalui button pada email, saya diarahkan menuju sebuah website interface dengan judul GO-JEK Kilas Balik.

Halaman pertama dalam website yang ditampilkan usai saya mengklik tombol pada email adalah gambar handphone dalam genggaman tangan. Dalam handphone tersebut sudah terbuka aplikasi Gojek yang hampir sama persis dengan yang biasa kita ketahui di aplikasi aslinya. Website tersebut juga memiliki visual background yang menarik yaitu animasi perkotaan dengan sesekali ada satu-dua pengendara yang berjalan dari kiri ke kanan layar.

jd
Tampilan pertama yang sama temukan setelah mengklik tombol pada email Gojek.

Continue reading “History Pemakaian Gojek selama 2017”

Resensi Buku Best Seller Syafii Efendi, My Enemy is Me

Resensi Buku Best Seller Syafii Efendi, My Enemy is Me

Cover depan buku

Judul: My Enemi is Me
Penulis: Syafii Efendi
Penerbit: Penerbit WR
Kota terbit: Yogyakarta
Tahun terbit: Cetakan Pertama tahun 2016
Dimensi buku
Tebal buku: 85 halaman
Resensi Buku Syafii Efendi, My Enemi is Me. Seni Mengatur Waktu untuk Sukses di Usia Muda.
Buku karya Syafii Efendi, Trainer dan Motivator Termuda No. 1 di Indonesia serta Penulis buku best seller 10 Langkah Sukses di Masa Depan.

Buku kecil ini menjelaskan tentang strategi-strategi untuk meraih kesuksesan menurut Syafii Efendi. Dengan gaya penulisan pribadi, Syafii Efendi memaparkan tentang kesuksesan yang harus diawali dengan manajemen waktu dengan baik serta mengerjakan pekerjaan dan kebiasaan yang positif. Ada beberapa pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari dan menjadi tantangan tersendiri mengenai penting tidaknya suatu pekerjaan yang kita lakukan.

Continue reading “Resensi Buku Best Seller Syafii Efendi, My Enemy is Me”

Gadis Kecil Kesayangan Ayah

kedekatan ayah dan anak perempuannya
Gambar dari Brilio

Perkenalkan! Aku adalah gadis kecil yang manis. Aku berkelana jauh dari rumah demi mengais banyak ilmu yang letaknya ada dimana saja. Kegiatan merantau sendiri adalah sarana pengembangan diri terbaik tatkala diri sudah jauh dari radar orang tua. Segala keputusan dan risiko atas apa yang dipilih akan ditanggung oleh diri sendiri. Betapa hebatnya aku sebagai gadis kecil kebanggaan orang tua yang menjauh ratusan kilometer dari kampung halaman demi mempersiapkan masa depan. Continue reading “Gadis Kecil Kesayangan Ayah”

Aku dan Bintang Jatuh

purple-690724_960_720
Gambar dari akun Pixabay

Kemarin, Jalan Kalimantan dan sekitarnya mengalami pemadaman bergilir yang mungkin dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Jember. Pemadaman tersebut terjadi sekitar pukul 8 selepas agenda wajib pondok dilaksanakan. Alhasil, sebagian besar penghuni pondok merasa terganggu dengan pemadaman bergilir ini. Aktivitas malam yang kerapkali dilakukan oleh santri Pondok Pesantren Al Husna selepas mengikuti agenda wajib pondok adalah mengerjakan tugas-tugas kuliah. Apalagi ketika musim UAS seperti sekarang, kebanyakan dari santri belajar dan mempersiapkan diri sedapat mungkin di tengah agenda kampus dan kuliah yang seakan menghimpit waktu.

Kecanggihan teknologi amat dirasakan di sini ketika satu-dua santri menyalakan flash handphonenya. Ada beberapa yang menyalakan senter atau lampu cadangan sebagai penerang agar dapat melanjutkan aktivitasnya kembali. Ada beberapa yang lebih memilih menyerah dengan keadaan dengan kata lain tidur karena kondisi yang dirasa amat kondusif. Di antara santri lain, ada salah seorang santri yang kagum ketika pemadaman terjadi. Spontan, ia mendongak ke langit. Pandangannya dibuat takjub oleh gugusan bintang yang terlihat jelas sinarnya menggantung di langit. Santri tersebut tak lain adalah aku sendiri. Continue reading “Aku dan Bintang Jatuh”

Penampakan Kids Jaman Now

Apa salah dan dosaku sayang

Cinta suciku kau buang-buang

Lihat jurus yang kan kuberikan

Jaran goyang jaran goyang

Sepenggal lagu hits jaman now saya dengar dari satu sumber suara mungil. Ketika menelisik lebih jauh, rupanya sang penyanyi adalah balita yang sedang menggambar dan mewarnai dengan pensil warna. Balita itu sedang duduk di samping kiri saya. Saya terheran-heran. Di usianya yang kurang lebih 5 tahun, balita tersebut sudah mengenal lagu Jaran Goyang. Apa kabar lagu anak-anak? Apakah kids jaman now lebih mengenal lagu orang dewasa daripada Bintang Kecil atau Balonku ada Lima? Continue reading “Penampakan Kids Jaman Now”

Bapak Si Pedagang Kue Basah

Ketika hujan turun sepanjang siang menjelang sore di Kabupaten Jember, saya mendapati sosok yang berusia tak lagi muda sedang berjuang membawa dua kotak aluminium besar dan terlihat berat. Matanya tetap memancarkan semangat ketika menawari saya barang dagangannya yang ternyata ada di dalam dua kotak tersebut.

“Ayo mbak dibeli jajanan kuenya.”, ujar si bapak sambil membuka salah satu kotak aluminium yang berisi kue basah berwarna-warni. Si bapak ini sudah jelas tidak muda lagi umurnya. Guratan-guratan lelah serta tubuh ringkih yang menahan dinginnya hujan terlihat jelas di mata saya. Meski dengan kondisi demikian, bapak tersebut tetap menunjukkan aura semangat untuk mencari rezeki.

Continue reading “Bapak Si Pedagang Kue Basah”

Ridho Orang Tua adalah Segalanya

Ridho Orang Tua adalah Segalanya

Kemarin, 11 November 2017, Ustad Ari Dwi Widodo S.Pd.I, M.Pd.I selaku salah satu guru ngaji diniyah saya di pondok pesantren mahasiswi Al Husna menyampaikan petuah luar biasa di antara materi pembelajaran. Begitulah gaya beliau mengajar –yang saya suka– yaitu menyisipkan pelajaran atau nasihat kehidupan di sela-sela materi pembelajaran yang memang harus disampaikan.

Di kala hening tercipta di antara santri-santri yang sedang mencerna materi baru, Ustad Widodo tiba-tiba saja menyampaikan suatu hal tentang pernikahan. Beliau menyampaikan bahwa kita sebagai perempuan harus meminta pendapat dan persetujuan orang tua ketika hendak menikah. Hal ini menjadi pertimbangan yang amat sangat penting mengingat perempuan membutuhkan wali sebagai salah satu syarat sah pernikahan. Berbeda dengan laki-laki. Perempuan harus berdiskusi atau menjalin komunikasi penuh dengan orang tua terkait rencana pernikahan karena dari sana tanggung jawab orang tua terhadap anak perempuannya akan berpindah tangan kepada laki-laki yang menikahinya. Terlepas dari gender laki-laki atau perempuan sepatutnya kita sebagai anak tetap mendiskusikan secara baik perihal besar seperti ini kepada ayah ibu kita selaku orang-orang penting yang telah berperan besar dalam hidup kita selama ini. Continue reading “Ridho Orang Tua adalah Segalanya”