Resensi Buku Wirda Mansur, Remember Me and I Will Remember You

Resensi Buku Wirda Mansur, Remember Me and I Will Remember You

Biodata buku

Judul : Remember Me and I Will Remember You. Karena Allah bersama kita

Penulis : Wirda Mansur

Penerbit : Katadepan

Tahun terbit : Cetakan ketiga, April 2019

Tebal halaman : 285 halaman

Sekilas isi buku

Buku keempat Wirda Mansur berisi motivasi-motivasi yang ingin dibagikan oleh Wirda sendiri. Banyak hal positif yang Wirda bagikan pada buku keempatnya kali ini. Salah satunya adalah semangat untuk menghafalkan Al Quran. Al Quran dapat diraih bagi siapapun yang mau untuk menghafalkan.

Selain itu, dalam bukunya, Wirda memasukkan beberapa pertanyaan umum yang biasa digalaukan oleh kawula muda. Kemungkinan besar, pertanyaan-pertanyaan tersebut didapatkan Wirda dari beberapa sosial media miliknya seperti Instagram, email, dan lain-lain. Salah satu contoh pertanyaannya adalah tentang cita-cita yang diinginkan tapi terhalau oleh berbagai macam alasan sehingga lebih seringnya muncul kata “tapi” di setiap cita-cita. Wirda menjelaskan bahwa semua yang ada di dunia ini milik Allah. Kalau Allah sudah berkehendak, segala sesuatu pasti bisa terjadi. Wirda menularkan energi optimisme kepada pembacanya bahwa kita harus berani membesarkan impian. Jika bercita-cita ingin berkunjung ke luar negeri, minta ke Allah. Bumi ini milik siapa lagi kalau bukan Allah? Jika bercita-cita ingin kuliah di universitas ternama di dunia sekelas Oxford University, minta aja ke Allah. Oxford University adalah milik Allah. Kita harus yakin dengan Allah karena Allah sesuai dengan prasangka hambaNya. Jadi kita harus yakin bahwa cita-cita pasti akan tercapai atas izin Allah. Intinya, Wirda mengajak kita agar tidak takut untuk bermimpi.

Pandangan pribadi

Menurut saya, buku ini sangat menarik untuk dibaca karena isinya yang menebarkan aura positif bagi pembacanya. Selain itu, desain tampilan tiap halaman yang berbeda membuat kita tidak bosan untuk membacanya. Saya pribadi ketika membaca buku ini hampir tidak bisa berhenti membalik halaman selanjutkan karena penasaran dengan desain tampilan pada halaman selanjutnya. Karena tampilan setiap halaman yang menarik, tak heran jika buku ini saya juluki story-able. Setiap quotes pada halaman bisa di foto dan diunggah ke sosial media sebagai story. Hehe.

Buku yang story-able
Iklan

Resensi Buku Kisah Tanah Jawa Kedua – Jagat Lelembut

Akhir-akhir ini, Javanica (sebutan bagi pengemar konten-konten Kisah Tanah Jawa) dimanjakan dengan terbitnya buku kedua dari Kisah Tanah Jawa yang berjudul Jagat Lelembut. Buku ini merupakan lanjutan dari buku pertama yang berjudul Kisah Tanah Jawa, The Lost Book. Sama dengan kakaknya (si buku pertama) yang masuk 10 top best seller penjualan, si adik (Jagat Lelembut) juga berhasil memasuki jajaran buku paling laris terjual dan kini memasuki cetakan kedua.

Sampul depan buku Kisah Tanah Jawa Jagat Lelembut

Buku Jagat Lelembut menceritakan kembali mengenai ekspedisi-ekspedisi yang telah dilakukan oleh tim Kisah Tanah Jawa terutama ketika telah menjalin interaksi dan komunikasi dengan berbagai sosok makhluk astral yang ada di lokasi ekspedisi. Buku juga mengungkapkan sejarah dari beberapa sosok astral baik yang fenomenal maupun yang jarang terdengar oleh masyarakat.

Lanjutkan membaca “Resensi Buku Kisah Tanah Jawa Kedua – Jagat Lelembut”

Resensi Novel Sejarah Sabda Palon – Kisah Nusantara yang Disembunyikan

Resensi Novel Sejarah Sabda Palon – Kisah Nusantara yang Disembunyikan

Identitas buku

Judul : Sabda Palon

Penulis : Damar Shashangka

Penerbit : Dolphin

Tahun terbit : Cetakan kedua, Januari 2017

Tebal buku : 447 halaman

Sinopsis

Cerita sejarah ini berlatar pada tahun 1400-an Masehi, tepat menjelang keruntuhan Majapahit. Kala itu, agam Islam sudah berkembang pesat di berbagai daerah kekuasaan Majapahit. Hal ini membuat pemerintah Majapahit tergerak untuk mengadakan menteri yang bertugas khusus untuk mengurus agama Islam. Majapahit sendiri sudah memiliki menteri khusus untuk mengurus agama Hindu dan Budha. Keluarga Keraton Keling, Bhre Kertabhumi atas usulan istrinya, Dewi Amarawati, mengutus Syekh Ibrahim Al-Akbar untuk mengurus agama Islam di Majapahit. Dewi Amarawati merupakan putri Champa sekaligus adik dari Syekh Ibrahim Al-Akbar. Secara otomatis, Syekh Ibrahim yang masih keturunan Rasulullah SAW memiliki hubungan kekerabatan dengan penguasa Majapahit.

Lanjutkan membaca “Resensi Novel Sejarah Sabda Palon – Kisah Nusantara yang Disembunyikan”

Resensi Perbandingan Buku Lambe Akrobat dan Para Bajingan yang Menyenangkan

Resensi Perbandingan Buku Lambe Akrobat dan Para Bajingan yang Menyenangkan

Beberapa hari yang lalu, saya berhasil menamatkan bacaan dari dua buku yang berbeda. Buku pertama adalah Para Bajingan yang Menyenangkan karya Puthut Ea dan buku kedua adalah Lambe Akrobat, Kisah Geng Koplo dan Keluarga Hansip karya Agus Mulyadi. Kedua buku ini mengangkat tema tulisan jenaka. Ada saja di sudut tertentu pada kedua buku tersebut yang membuat saya tertawa sendiri.

Lanjutkan membaca “Resensi Perbandingan Buku Lambe Akrobat dan Para Bajingan yang Menyenangkan”

Resensi Buku Lambe Akrobat – Kisah Geng Koplo dan Keluarga Hansip

Resensi Buku Lambe Akrobat – Kisah Geng Koplo dan Keluarga Hansip

Identitas buku

Judul   : Lambe Akrobat – Kisah Geng Koplo dan Keluarga Hansip

Penulis : Agus Mulyadi

Penerbit           : Buku Mojok

Tahun terbit    : Cetakan pertama, Mei 2018

Tebal buku      : 165 halaman

Dimensi          : 20 x 13 cm

Sinopsis

Buku karya Agus Mulyadi ini bercerita tentang serba serbi keluarga kecil Agus yang dulunya hidup pas-pasan. Banyak kisah yang unik dari keluarga kecil Agus – sang penulis. Salah satu kisahnya adalah ketika emak dan bapak Agus biasa memanggil satu sama lain dengan sebutan “Jo”. Bagi orang awam, mereka akan penasaran dengan maksud dari panggilan tersebut di saat pasangan lain memiliki panggilan lazim seperti “sayang”, “beb”, “ayah ibu”, dan sebagainya. Agus sampai kewalahan dalam menjawab pertanyaan teman-temannya ketika pertama kali main ke rumah Agus dan mendapati kemesraan bapak dan emak Agus dengan panggilan Jo. Usut punya usut, ternyata kata “Jo” berasal dari kata bojo yang dalam bahasa Jawa memiliki arti suami/istri. Panggilan Jo ini sudah dipraktikkan oleh orang tua Agus semenjak hari pernikahan.

Lanjutkan membaca “Resensi Buku Lambe Akrobat – Kisah Geng Koplo dan Keluarga Hansip”

Resensi Buku karya Puthut Ea – Para Bajingan yang Menyenangkan

33003399Resensi Buku karya Puthut Ea – Para Bajingan yang Menyenangkan

Identitas Buku

Judul: Para Bajingan yang Menyenangkan

Penulis             : Puthut Ea

Penerbit           : Buku Mojok

Tahun terbit    : Cetakan pertama tahun 2016

Tebal buku      : 177 halaman

Dimensi buku  : 20 x 13 cm

Sinopsis

Buku Para Bajingan yang Menyenangkan mengisahkan tentang persahabatan enam orang yang memiliki hobi mengerikan yaitu berjudi. Mereka adalah almarhum Jadek, Bagor, Khuntet, Proton, Babe, dan penulis buku sendiri, Puthut. Mereka menamai kelompok pertemanan mereka dengan nama Jackpot Society. Di tengah kesibukan kuliah, mereka senang menggeluti kegiatan perjudian mereka. Padahal sebagai orang berpendidikan, mereka tahu betul bahwa judi yang selama ini mereka lakoni lebih banyak kalahnya daripada menangnya. Tak jarang barang-barang mereka hilang karena digadaikan untuk bermain judi. Almarhum Jadek pernah mengikhlaskan mobilnya karena ia kalah taruhan. Meski sering menuai kekalahan, tapi mereka selalu menikmati hobi buruk mereka. Bagi anggota Jackpot Society, judi adalah permainan yang menyenangkan. Menang senang kalah pun tak kalah senang. Konon, penjudi itu senang memamerkan kekalahannya.

Lanjutkan membaca “Resensi Buku karya Puthut Ea – Para Bajingan yang Menyenangkan”

Resensi Buku Biografi KH Hasyim Muzadi, Cakrawala Berkah Pedagang Roti

KH Hasyim Muzadi – Cakrawala Kehidupan Sang Pengabdi Umat

Identitas Buku

Judul               : KH Hasyim Muzadi – Cakrawala Berkah Pedagang Roti

Penulis             : Ahmad Millah Hasan

Tebal buku      : 532 halaman

Sinopsis

220px-Ahmad_Hasyim_Muzadi
Sumber gambar dari Wikipedia

KH Hasyim Muzadi, sosok kelahiran 8 Agustus 1944 di Bangilan, Tuban, Jawa Timur, merupakan salah satu tokoh yang turut berperan untuk menyebarkan paham Islam Rahmatan lil Alamin kepada Indonesia dan dunia melalui organisasi Nahdhatul Ulama. Kiai Hasyim mengontribusikan hidupnya untuk umat serta memperjuangkan toleransi dan perdamaian utamanya pada masalah agama di Indonesia bahkan dunia. Berbagai catatan kinerja Kiai Hasyim dalam upayanya meredakan konflik di berbagai negara sudah dilakukan melalui kepemimpinananya di organisasi Nahdhatul Ulama. Kiai Hasyim pulalah yang berhasil mematahkan ‘apa kata orang’ bahwa pemimpin NU harus berasal dari trah (keturunan) kiai. Anak seorang pedangang seperti Kiai Hasyim pun bisa berkesempatan menjadi pemimpin NU. Di bawah kepemimpinan Kiai Hasyim, NU terbukti dapat berperan dalam meredakan konflik perpecahan yang terjadi di dunia. Berbagai kinerja Kiai Hasyim yang mumpuni mampu membuatnya terpilih menjadi ketua umum PBNU selama dua periode (1999-2010). Hal ini didasari salah satunya oleh pengalaman berorganisasi yang dilakukan Kiai Hasyim sejak menjadi aktivis PMII di Celaket 10. Bahkan, Kiai Hasyim adalah satu-satunya pemimpin NU yang pernah menduduki berbagai kepengurusan NU mulai dari tingkat paling bawah mulai dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Pemuda Ansor NU, Pengurus Cabang NU Malang, Pengurus Cabang NU Jatim hingga Pengurus Besar NU.

Lanjutkan membaca “Resensi Buku Biografi KH Hasyim Muzadi, Cakrawala Berkah Pedagang Roti”