Akhir dari Kisah Cinta Pertama

6
Gambar dari Gheasafferina

Anisa selesai menunjukkan aksi tarinya. Terdengar tepuk tangan meriah diiringi riuh penonton yang berdecak kagum.

“Penampilanmu sungguh luar biasa!”, ungkap salah satu dewan juri. Penonton bertepuk tangan.

“Aku suka aksi panggungmu! Kamu tampak lincah dan mampu membawakan makna tarian dengan baik.”, timpal dewan juri yang lain. Anisa tersenyum bangga. Tanpa sadar, ada salah satu dewan juri yang bersikap acuh tak acuh.

“Penampilanmu ibarat air di dalam gelas yang diletakkan di tengah meja.”, ujar salah satu juri yang bersikap acuh tak acuh tadi. Anisa, dewan juri sekaligus penonton melongo. Aula pertunjukan mendadak hening. “Kamu tau apa maksudnya?”, tanya juri tersebut kepada Anisa. Anisa spontan menggeleng penasaran. Continue reading “Akhir dari Kisah Cinta Pertama”

Iklan

Gadis Kecil Kesayangan Ayah

kedekatan ayah dan anak perempuannya
Gambar dari Brilio

Perkenalkan! Aku adalah gadis kecil yang manis. Aku berkelana jauh dari rumah demi mengais banyak ilmu yang letaknya ada dimana saja. Kegiatan merantau sendiri adalah sarana pengembangan diri terbaik tatkala diri sudah jauh dari radar orang tua. Segala keputusan dan risiko atas apa yang dipilih akan ditanggung oleh diri sendiri. Betapa hebatnya aku sebagai gadis kecil kebanggaan orang tua yang menjauh ratusan kilometer dari kampung halaman demi mempersiapkan masa depan. Continue reading “Gadis Kecil Kesayangan Ayah”

Aku dan Bintang Jatuh

purple-690724_960_720
Gambar dari akun Pixabay

Kemarin, Jalan Kalimantan dan sekitarnya mengalami pemadaman bergilir yang mungkin dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Jember. Pemadaman tersebut terjadi sekitar pukul 8 selepas agenda wajib pondok dilaksanakan. Alhasil, sebagian besar penghuni pondok merasa terganggu dengan pemadaman bergilir ini. Aktivitas malam yang kerapkali dilakukan oleh santri Pondok Pesantren Al Husna selepas mengikuti agenda wajib pondok adalah mengerjakan tugas-tugas kuliah. Apalagi ketika musim UAS seperti sekarang, kebanyakan dari santri belajar dan mempersiapkan diri sedapat mungkin di tengah agenda kampus dan kuliah yang seakan menghimpit waktu.

Kecanggihan teknologi amat dirasakan di sini ketika satu-dua santri menyalakan flash handphonenya. Ada beberapa yang menyalakan senter atau lampu cadangan sebagai penerang agar dapat melanjutkan aktivitasnya kembali. Ada beberapa yang lebih memilih menyerah dengan keadaan dengan kata lain tidur karena kondisi yang dirasa amat kondusif. Di antara santri lain, ada salah seorang santri yang kagum ketika pemadaman terjadi. Spontan, ia mendongak ke langit. Pandangannya dibuat takjub oleh gugusan bintang yang terlihat jelas sinarnya menggantung di langit. Santri tersebut tak lain adalah aku sendiri. Continue reading “Aku dan Bintang Jatuh”

Resensi Buku Suyoto Rais, Seindah Sakura di Langit Nusantara.

Resensi Buku Suyoto Rais, Seindah Sakura di Langit Nusantara.

wp-1512379284236104073207.jpg

 

Judul buku : Seindah Sakura di Bumi Nusantara

Penulis : Suyoto Rais

Penerbit : Penebar Plus+ (Penebar Swadaya Grup)

Tahun terbit : 2015

Dimensi : 24.6 x 17.5 cm

Tebal buku : 215 halaman

Sinopsis

Suyoto Rais, orang yang kini dikenal sebagai seorang profesional global dulunya adalah anak sulung dari keluarga kurang mampu di Desa Jojogan, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sayangnya, kondisi keluarganya secara psikis juga tidak baik. Suyoto muda harus merasakan perceraian orang tuanya semenjak SD. Masing-masing orang tuanya pun menikah lagi. Perceraian mereka pun berdampak pada kehidupan Suyoto muda yang selanjutnya diasuh oleh kakek neneknya-orang tua dari ibu.

Kakek nenek mendukung penuh Suyoto untuk melanjutkan pendidikan. Dengan pekerjaan seadanya sebagai petani, mereka rela melakukan apapun agar Suyoto mampu melanjutkan sekolah. Namun, kondisi ekonomi yang jauh di bawah kemiskinan membuat kakek nenek sudah tidak bisa lagi membiayai pendidikan Suyoto ke jenjang SMP. Akhirnya, Suyoto bekerja sebagai pembantu di rumah salah seorang guru sekolahnya. Tidak ada rasa malu baginya untuk tetap melanjutkan pendidikan dan bercita-cita tinggi. Continue reading “Resensi Buku Suyoto Rais, Seindah Sakura di Langit Nusantara.”

Penampakan Kids Jaman Now

Apa salah dan dosaku sayang

Cinta suciku kau buang-buang

Lihat jurus yang kan kuberikan

Jaran goyang jaran goyang

Sepenggal lagu hits jaman now saya dengar dari satu sumber suara mungil. Ketika menelisik lebih jauh, rupanya sang penyanyi adalah balita yang sedang menggambar dan mewarnai dengan pensil warna. Balita itu sedang duduk di samping kiri saya. Saya terheran-heran. Di usianya yang kurang lebih 5 tahun, balita tersebut sudah mengenal lagu Jaran Goyang. Apa kabar lagu anak-anak? Apakah kids jaman now lebih mengenal lagu orang dewasa daripada Bintang Kecil atau Balonku ada Lima? Continue reading “Penampakan Kids Jaman Now”

Bapak Si Pedagang Kue Basah

Ketika hujan turun sepanjang siang menjelang sore di Kabupaten Jember, saya mendapati sosok yang berusia tak lagi muda sedang berjuang membawa dua kotak aluminium besar dan terlihat berat. Matanya tetap memancarkan semangat ketika menawari saya barang dagangannya yang ternyata ada di dalam dua kotak tersebut.

“Ayo mbak dibeli jajanan kuenya.”, ujar si bapak sambil membuka salah satu kotak aluminium yang berisi kue basah berwarna-warni. Si bapak ini sudah jelas tidak muda lagi umurnya. Guratan-guratan lelah serta tubuh ringkih yang menahan dinginnya hujan terlihat jelas di mata saya. Meski dengan kondisi demikian, bapak tersebut tetap menunjukkan aura semangat untuk mencari rezeki.

Continue reading “Bapak Si Pedagang Kue Basah”

Ridho Orang Tua adalah Segalanya

Ridho Orang Tua adalah Segalanya

Kemarin, 11 November 2017, Ustad Ari Dwi Widodo S.Pd.I, M.Pd.I selaku salah satu guru ngaji diniyah saya di pondok pesantren mahasiswi Al Husna menyampaikan petuah luar biasa di antara materi pembelajaran. Begitulah gaya beliau mengajar –yang saya suka– yaitu menyisipkan pelajaran atau nasihat kehidupan di sela-sela materi pembelajaran yang memang harus disampaikan.

Di kala hening tercipta di antara santri-santri yang sedang mencerna materi baru, Ustad Widodo tiba-tiba saja menyampaikan suatu hal tentang pernikahan. Beliau menyampaikan bahwa kita sebagai perempuan harus meminta pendapat dan persetujuan orang tua ketika hendak menikah. Hal ini menjadi pertimbangan yang amat sangat penting mengingat perempuan membutuhkan wali sebagai salah satu syarat sah pernikahan. Berbeda dengan laki-laki. Perempuan harus berdiskusi atau menjalin komunikasi penuh dengan orang tua terkait rencana pernikahan karena dari sana tanggung jawab orang tua terhadap anak perempuannya akan berpindah tangan kepada laki-laki yang menikahinya. Terlepas dari gender laki-laki atau perempuan sepatutnya kita sebagai anak tetap mendiskusikan secara baik perihal besar seperti ini kepada ayah ibu kita selaku orang-orang penting yang telah berperan besar dalam hidup kita selama ini. Continue reading “Ridho Orang Tua adalah Segalanya”

Lebih Mengenal tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi

AAEAAQAAAAAAAAetAAAAJDExN2M4OWFkLTgxNzItNDkzNS04NGU0LTMwZDY1YjJhNjkxNw
Gambar dari linkedin

Jika ingin mengenal lebih lanjut mengenai teknologi informasi dan komunikasi, maka kita harus mengenal pengertian dari data dan informasi terlebih dahulu. Data adalah fakta-fakta yang digunakan sebagai masukan atau input untuk melalui proses selanjutnya. Bentuk dari data tersebut dapat berupa kalimat, gambar atau suara. Informasi adalah hasil dari olahan data. Namun, tidak semua hasil pengolahan dari data dapat disebut sebagai informasi. Suatu informasi  merupakan hasil dari pengolahan data, dapat memberikan makna serta memiliki manfaat bagi manusia. Ciri-ciri suatu informasi antara lain akurat, tepat waktu yang artinya disajikan saat dibutuhkan, relevan yang berarti sesuai kebutuhan dan lengkap dalam artian informasi tersebut datangnya tidak terpotong-potong. Continue reading “Lebih Mengenal tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi”

Kapan Pulang Kampung? 

“Aku mau siap-siap pulang kampung.” 

“Yeeee ospek udah berakhir jadi bisa pulang kampung deh!” 

“Untuk kesekian kalinya aku gagal pulkam.”

Salah satu tradisi yang melekat bagi mahasiswa baru di Jember sesuai pengamatan saya adalah hasrat untuk pulang kampung. Terutama bagi mahasiswa yang tinggal di Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi atau sekitarnya. Pulang kampung yang dilakukan sudah bergeser maknanya dari tradisi menjadi suatu kebiasaan. Teman-teman saya sesama maba setiap minggu pulang ke kampung halaman. Ketika hari senin hingga kamis disibukkan dengan jadwal kuliah, maka hari jumat hingga minggu mereka gunakan untuk pulang. Bahkan ada beberapa yang berangkat pulang kamis sore atau malam lalu kembali ke Jember ketika senin pagi.

Continue reading “Kapan Pulang Kampung? “

Kunci dalam menjalani alotnya kehidupan ala Wirda Mansur

100826_f
Cover buku Wirda Mansur, Be Calm Be Strong Be Grateful. Gambar dari bukukita.com

Review singkat buku Wirda Mansur, Be Calm Be Strong Be Grateful

Wirda, gadis yang sudah berpengalaman menjelajahi kurang lebih 28 negara di seluruh dunia ini memaparkan tiga kunci utama dalam menghadapi kehidupan yang tidak selamanya berjalan sesuai keinginan. Wirda melafalkan semboyan Be Calm ketika menghadapi berbagai macam kebencian yang mengarah pada kita. Sabar adalah kunci terbesar dalam menjalani berbagai macam kendala dalam hidup. Memang pada dasarnya tidak semua orang akan menyukai segala tindak tanduk kita. Maka dari itu, gunakan kesabaran untuk menghadapi kebencian demi kebencian yang datang kepada kita. Bukan dengan membalas kebencian dengan kebencian juga. Api jika dibalas dengan api maka kobarannya akan semakin besar. Hadapi kobaran api alias kebencian dengan air yang diibaratkan sebagai kesabaran. Sulit memang. Tapi kita harus belajar dan membiasakan diri untuk sabar.

Continue reading “Kunci dalam menjalani alotnya kehidupan ala Wirda Mansur”

Ujian Kehidupan yang Tanpa Lelah Menghampiri

Resensi Novel Asma Nadia, Bidadari untuk Dewa

Review Novel Asma Nadia, Bidadari untuk Dewa

IMG_20170928_063332_scaled.jpgJudul : Bidadari Untuk Dewa

Pengarang : Asma Nadia

Penerbit : KMO Publishing

Tahun Terbit : 2017

Dimensi : 20,5 x 14 cm

Tebal buku : 528 halaman

Sinopsis

Kehidupan sejatinya merupakan ladang ujian yang menempa setiap pemerannya agar mampu menjadi pribadi tangguh dan berkualitas. Setiap ujian demi ujian telah Allah sisipi berbagai pelajaran berharga. Utamanya bila setiap ujian yang kita hadapi dapat dilalui bersama orang terkasih. Rasanya daya dan upaya tidak akan terasa melelahkan. Sebab bersamanya adalah suatu kebahagiaan sederhana selepas merasakan bahagianya dekat dengan Sang Pencipta.

Dewa, sosok lelaki berkacama yang sedari kecil dicekoki cerita mitologi Yunani Kuno oleh ibunya, tumbuh besar tanpa sosok ayah. Sosoknya tumbuh dan besar dari didikan seorang ibu yang pernah dijuluki Alkmene. Julukan ini berasal dari sosok lelaki bertubuh tinggi besar yang sempat membuat Ibu jatuh cinta sampai kemudian terhempas begitu saja. Lelaki itu adalah sang suami yang tega meninggalkannya ketika sedang hamil besar. Hal ini memaksanya untuk membesarkan Dewa kecil seorang diri. Continue reading “Ujian Kehidupan yang Tanpa Lelah Menghampiri”

Kawanda, Sistem Informasi Penyimpanan dan Pengolahan Data Universitas Jember

Kawanda, Cloud Storage, Editing ang Group Communication

wp-1509000025631-2121805580.jpg
Gedung Soerachman Universitas Jember

Jember (26/10) – Hari ini, Unit Pelayanan Terpadu Teknologi Informasi (UPTTI) Universitas Jember mengadakan sosialisasi dan pelatihan mengenai sistem informasi bernama Kawanda. UPTTI melalukan sosialisasi dan pelatihan tiga hari berturut-turut dengan mengundang 100 dosen, 100 tenaga administrasi serta 100 mahasiswa perwakilan dari setiap fakultas. Kawanda adalah sistem informasi yang digunakan untuk menyimpan dan mengolah data bagi pengguna. Kawanda dibentuk dengan Next Cloud yang merupakan open source penyimpanan data. Continue reading “Kawanda, Sistem Informasi Penyimpanan dan Pengolahan Data Universitas Jember”

Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara

Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara

Pancasila 5
Pancasila memuat Bhineka Tunggal Ika. Gambar dari Ekominator

Paradigma memiliki pengertian yaitu suatu kerangka berpikir, cara berpikir serta pandangan hidup terhadap suatu hal. Jadi, pancasila sebagai paradigma kehidupan mengandung arti bahwa pancasila berperan sebagai kerangka acuan dari berbagai tindakan yang akan dilakukan oleh setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Pancasila sebagai paradigma kehidupan terbagi menjadi tiga komponen penting yaitu sebagai paradigma kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Adapun dalam praktiknya, pancasila sebagai paradigma kehidupan bermasyarakat dapat ditemukan dalam sikap toleransi misalnya ketika kita hendak bertamu di rumah salah seorang teman yang akan keluar menjalankan ibadah rutin. Sikap kita setelah mengetahui kepentingan seorang teman tersebut hendaknya mempersilahkan ia untuk mendahulukan kepentingannya terlebih dahulu karena bertamu dapat dilakukan lain waktu. Contoh lain adalah perlunya musyawarah ketika memilih struktur kepengurusan baru dalam sebuah organisasi bukan secara sepihak sudah menentukan nama-nama baru untuk menggantikan kepengurusan lama. Musyawarah cukup penting untuk mempertimbangkan nama-nama calon pengurus untuk kebaikan organisasi itu sendiri di masa yang akan datang. Continue reading “Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara”

Al Husna Bersholawat

Al Husna Bersholawat dalam Rangka Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017

wp-1508603582009-1859935184.jpg
Panggung acara Al Husna Bersholawat

Jember (21/10) – Sabtu, 21 Oktober 2017, Pondok Pesantren Mahasiswi Al Husna Jember mengadakan acara sholawat dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober. Acara berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Al Husna sendiri dengan mengundang tim hadrah Muhibbul Musthofa sebagai bintang tamu utama. 

Acara Al Husna Bersholawat diawali dengan penampilan tim hadrah jebolan Pondok Pesantren Al Husna sendiri. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran lalu nyanyian Hubbul Wathon yang dinyanyikan serentak oleh seluruh hadirin. Tak lupa sambutan ringan Bapak Dr KH. Hammammudin M.HI. selaku pengasuh PPM Al Husna Jember.

Continue reading “Al Husna Bersholawat”

Napak Tilas Kenangan Sosok Guru

Bu Muna, guru mengajiku sedang asyik menulis sesuatu di selembar kertas kecil berwarna kuning.

“Kamu bisa baca ini?”, tanya Bu Muna menunjukkan hasil tulisannya. Aku menggeleng. Pasalnya tulisan yang ditunjukkan Bu Muna berupa tulisan arab tanpa harakat.

“Kalau gini? Udah bisa baca?”. Aku menggangguk meski caraku membaca tulisan tersebut masih terbata-bata. “Itu doa dari gurunya Bu Muna ketika Bu Muna mau mengikuti lomba tahfidz quran dulu.”.

“Yang jadi juara tingkat kabupaten itu ya ustadah?”.

“Iya! Itsna bener.”.

***

Continue reading “Napak Tilas Kenangan Sosok Guru”