Joker – Lelahnya menjadi Orang Baik

Film Joker (2019) bercerita tentang seseorang yang bekerja sebagai badut bernama Arthur. Hidupnya sudah susah sedari awal. Ia tidak berasal dari ekonomi mapan. Pun ia juga harus mengurus ibunya yang sudah semakin menua. Kondisi seperti ini diperparah dengan penyakit psikologis Arthur yang tidak bisa berhenti tertawa ketika mengalami gejolak perasaan yang hebat.

Arthur menyimpan cita-cita yang besar. Ia ingin menjadi komedian dan menghibur banyak orang. Ia menyukai Murray, seorang komedian terkenal. Berprofesi sebagai badut adalah langkah awalnya dalam menghibur orang lain. Arthur sangat mencintai pekerjaannya sebagai badut hingga pada suatu hari ia dipecat oleh atasannya karena alasan tertentu. Kesedihan Arthur sebenarnya tidak berawal dari sini saja. Ia selalu mendapat perlakukan tidak menyenangkan (bullying) ketika menjalani profesinya sebagai badut.

Suatu hari, di tengah perjalanan pulang setelah mendapat kabar bahwa ia dipecat dari prosesi badut, Arthur sedang duduk di kereta sendirian. Tanpa sengaja, ia duduk di gerbong bersama tiga orang laki-laki berpakaian rapi yang sedang menggoda seorang gadis yang tengah duduk sendirian di gerbong tersebut. Saat itu Arthur melakukan perjalanan malam ketika kereta sedang sepi. Perasaan yang kalut pasca dipecat dari pekerjaannya membuat Arthur tiba-tiba tertawa tanpa kendali. Arthur ketakutan karena penyakitnya kambuh di saat yang tidak tepat. Ia berusaha sebisa mungkin untuk menghentikan tawanya namun tawanya tidak bisa berhenti. Tiga orang laki-laki yang ada di gerbong tersebut merasa diejek. Arthur benar-benar tidak bisa menghentikan tawanya hingga tiga orang laki-laki tersebut menghajar Arthur hingga Arthur terjatuh tak berdaya. Di tengah kondisi tersebut, secara refleks Arthur mengeluarkan pistol dan menembak dua orang yang menghajarnya. Satu orang masih sempat melarikan meski kakinya sudah lebih dulu ditembak Arthur. Setelah melarikan diri dengan kaki pincang dan berdarah-darah. Arthur akhirnya menembak orang laki-laki terakhir yang tadi ikut menghajarnya di dalam gerbong.

Malam itu, Arthur dengan riasan badutnya, membunuh tiga orang dengan pistol pemberian temannya di tempat kerja. Temannya menasihati agar jangan diam ketika disakiti dan berani bertindak sesuatu. Tapi, justru teman tersebut berkhianat.

Film ini mampu menyajikan cerita yang dalam mengenai kesulitan hidup yang dilalui oleh seseorang baik dari segi ekonomi dan sosial. Hal tersebut diperparah dengan penyakit psikologis yang dialami Arthur dan tidak lazim dikenal oleh masyarakat luas yaitu tiba-tiba tertawa dan tidak bisa berhenti ketika perasaannya sedang bergejolak. Berbagai macam olokan dan penganiayaan yang dialami Arthur membuat dirinya bosan menjadi orang baik dan selalu diam ketika disakiti. Saat itulah karakter Joker muncul ketika orang baik selalu disakiti karena ketidakberdayaannya untuk melawan.