Pergeseran Makna Kata

Salah Tangkap Makna

Gambar dari Netflix

Saya sangat mencintai bahasa daerah saya yaitu bahasa Jawa. Selain sebagai penutur bahasa Indonesia untuk kebutuhan pendidikan, saya lebih sering menggunakan bahasa Jawa karena dianggap lebih mengekspresikan apa yang saya rasakan. Istilah lainnya, dengan bahasa Jawa, apa yang saya sampaikan bisa lebih dalam lagi untuk diterima terutama oleh penutur bahasa Jawa lainnya. Tapi, terkadang bahasa daerah tidak bisa diartikan dengan tepat ke dalam bahasa Indonesia seperti contoh kecil ketika Raditya Dika membawa konten kisah viral KKN Desa Penari pada channel Youtube-nya. Teman di samping Raditya Dika yang kala itu menjadi story teller KKN Desa Penari menerjemahkan salah satu percakapan dalam dalam bahasa Jawa dengan sebutan “anak cantik” dan “anak bagus”. Padahal dalam bahasa Jawa, penggunaan kata “cah ayu” untuk perempuan atau “cah bagus” untuk laki-laki tidak bisa serta merta diterjemahkan secara demikian dalam bahasa Indonesia. Saya sebagai penutur bahasa Jawa agak geli mendengar kalimat terjemah dari “cah ayu” tersebut karena pada dasarnya, kalimat-kalimat tersebut hanya berupa sapaan sekelas “hei”, “halo”, dan lain-lain.

Lanjutkan membaca “Pergeseran Makna Kata”
Iklan