Tidur Nyenyak tanpa Handphone?


Gambar dari Juragancipir.com

Kabar duka menyelimutiku hari ini dan selama tiga hari ke depan. Apa alasannya? Handphoneku harus disita karena aku melanggaran tata tertib pondok pesantren. Kisah penyitaan handphoneku bermula ketika suatu hari aku tidak turun ke bawah untuk setoran. Pagi hari perut tiba-tiba mulas sedangkan kamar mandi saat itu sedang antre. Terpaksa aku menunggu di luar sembari nderes barang satu-dua ayat meskipun tidak ada yang nyantol sama sekali karena sakit perut. Setelah mendapat giliran kamar mandi, aku memutuskan untuk sekalian mandi karena hari ini memang harus kuliah pagi.

            “Maaf ya ustadah. Saya nyerah. Saya belum bikin setoran karena semalam……blablabla.” Ujarku kepada ustadzah yang ketika itu sedang menyimak ngaji teman-teman. Ustadzah cukup mengerti alasanku karena malam kemarin aku menyimak bacaan salah seorang teman yang ujian kenaikan juz. Selesai baca jam 12. Jujur, mataku sudah sangat berat waktu itu. “Hape saya disita saja. Saya sudah nyerah.”, tambahku lagi.

            Di pondok pesantrenku, ada banyak peraturan untuk menertibkan santrinya. Adapun peraturan yang diberlakukan dengan sanksi handphone disita antara lain :

  1. Jika tidak di kelas ketika malam hari untuk menyiapkan bahan ngaji untuk besok, handphone disita selama sehari
  2. Jika setoran ngaji tidak lancar, handphone disita selama tiga hari
  3. Jika tidak setoran, handphone disita selama tiga hari

Beruntung, Universitas Jember memiliki sistem presensi dengan cara scan barcode melalui handphone. Jadi, sanksi handphone disita tidak full sehari 24 jam handphone tidak dipegang santri melainkan dapat diambil lagi ketika kuliah. Beruntungnya lagi, sanksi handphone disita ini tidak diakumulasi harus 24 jam yang merupakan waktu real dalam sehari. Peraturan tertulis sanksi penyitaan handphone adalah harian. Namun, tidak sampai diakulumasi penyitaan harus selama 24 jam. Bayangkan jika akumulasi 24 jam penyitaan terjadi, bisa berhari-hari tidak pegang handphone di pondok. Baru bisa mainan handphone cuma di kampus doang. Kan sedih~

Belum ada sehari handphone tidak berada dalam genggaman. Apa yang kurasakan? Hampa. Tentu saja hampa. Apa yang biasa kulakukan ketika kembali ke kamar kalau nggak tiduran sembari scroll pembaruan dan kabar terkini di sosmed? Belum lagi chat sana sini walaupun sebenarnya nggak penting-penting amat untuk chat. Biasanya chat kangen-kangenan sama keluarga atau dengan teman-teman kampus untuk keperluan kuliah.

Awalnya sih bingung mau ngapain kalau nggak ada handphone. Lama-lama terbiasa juga sih. Ketika nggak ada handphone, aku memilih tidur. Lha wong nggak ngapa-ngapain juga. Ketika itu aku memutuskan untuk tidur siang Kebiasaan untuk main handphone sebelum tidur siang untuk saat ini sedang cuti. Hasilnya pun tidur jadi lebih nyenyak karena pikiran benar-benar fokus untuk tidur. Dalam mengerjakan tugas pun lebih produktif (walaupun masih sering buka ini-itu lewat browser laptop. Hehe).

Selama tiga hari ke depan, aku akan tidur dengan lebih berkualitas dan anti-radiasi tanpa kehadiran handphone di sisi. Eh tapi beneran loh kalau tanpa handphone, tidur kita jadi lebih cepat dan nyenyak dari biasanya. Kita nggak akan terbangun hanya karena ada suara notifikasi baru dari handphone. Kita yang biasanya buka handphone ketika waktunya tidur sampai tidak kunjung tidur bahkan malah begadang cuma gara-gara liatin handphone akhirnya bisa tidur lebih cepat.

Walaupun merasa sial karena dapat sanksi handphone tersita dan kebetulan tiga hari ke depan kuliah libur, tapi aku rapopo. Ambil hikmahnya saja. Hehehe.

Iklan

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.