Mbak Bidadari


Di pondok pesantren membuat kita mampu berteman dengan semua orang dari berbagai golongan yang pada dasarnya mencintai kesederhanaan.

Saya memulai karier menjadi mahasantri (mahasiswi sekaligus santri) di Pondok Pesantren Mahasiswi Al Husna Jember. Kenapa ada embel-embel “mahasiswi”? Karena pondok pesantren ini memang khusus untuk mewadahi mahasiswi yang ingin memperdalam ilmu agama dan menjaga diri daripada bengong di kamar kos. Sebutan lainnya adalah “Pondok Daripada”. Daripada di kos, daripada kesepian, daripada bingung, mending ke Al Husna aja. Begitu katanya.

Saya mengenal salah satu teman di pondok yang cukup unik. Namanya Mbak Luchi. Kenapa unik? Karena ketika pertama kali dengar namanya mengingatkan saya dengan kucing saya yang hilang dicuri orang. Namanya sama-sama Luchi. Saya tidak berhenti menangis selama seminggu karena kehilangan Luchi. Gimana gak nangis? Luchi adalah kucing jenis persia yang memiliki motif bulu langka. Luchi memiliki warna bulu dasar abu-abu sedangkan kumis dan lehernya berwarna putih seperti sedang memakai syal. Tak lupa keempat kakinya berwarna putih seperti sedang memakai kaus kaki. Belum lagi kelucuan dan keimutannya. Pantas saja kalau Luchi dicuri orang ketika dia sedang nongkrong di depan toko rumah. Luchi memang memiliki kebiasaan setiap hari nongkrong-nongkrong manja di depan emperan toko sembari melihat lalu lalang kendaraan yang lewat. Kehadiran Luchi di sekitar toko membuat banyak mata calon pembeli tertuju kepadanya. Termasuk mata orang yang mencuri Luchi kemudian. Hiks.

Kembali ke Mbak Luchi.

Awal berpapasan dengan Mbak Luchi, dia seperti orang judes. Bayangkan. Wajahnya bisa berekspresi datar dengan menyimpan makna tertentu tanpa senyum sama sekali. Ekspresinya bukan polos melainkan semacam tidak dapat ditebak. Siapa coba yang tidak takut nyapa duluan? Ketika Mbak Luchi lewat, saya buru-buru menyingkir. Saya memahami betul posisi saya kala itu sebagai mahasiswi sekaligus santri baru sedangkan Mbak Luchi sudah senior di sini. Saya juga tidak ingin memiliki urusan jauh-jauh dengan orang judes seperti itu.

“Mbak bidadari….”

Satu hal yang membuat saya terkejut. Ternyata Mbak Luchi terkenal dengan julukan “Mbak Bidadari” ketika di pondok. Saya heran dengan panggilan lain tersebut. Kenapa Mbak Luchi bisa dipanggil mbak bidadari sedangkan orangnya kelihatan judes? Karena cantik kah? Atau karena faktor lain?

Setelah beberapa lama kenal, akhirnya saya tahu bahwa Mbak Luchi tidak sejudes ekspresinya. Jangan salahkan ekspresi wajah. Ekspresi wajah Mbak Luchi memang seperti itu. Tapi aslinya, Mbak Luchi orangnya baik dan ramah. Detail baik dan ramahnya tidak bisa saya ungkapkan di sini. Pokoknya Mbak Luchi aslinya ramah dan friendly banget. Mungkin ekspresinya aja yang memang terlihat kurang bersahabat bagi orang-orang yang belum mengenal lebih dekat.

“Mbak darimana? Kok platnya AG?” tanya saya pada Mbak Luchi. Mungkin ini adalah kali pertama kita ngobrol tepatnya ketika liburan semester ganjil di kampus.

“Aku dari kediri”

Mosok?”. Saya tidak percaya bahwa kampung halaman kita berdua ternyata tetanggaan.

Iyo. Mangkane pas wayah muleh ayo ngebis bareng.” balas Mbak Luchi kemudian. Saya mengangguk senang. Akhirnya bisa belajar pulang menggunakan bis pertama kali. Tentu saja pengajarnya Mbak Luchi.

Ya begitulah. Kita memang tidak bisa serta merta sok tahu terhadap sesuatu sebelum mengetahui lebih jauh tentang sesuatu tersebut. Termasuk masalah yang paling krusial yaitu ketika berhubungan dengan sesama manusia. Jangan menilai langsung seseorang dari penampilan luar. Kesan pertama boleh, tapi jangan lantas menjadikan hal itu sebagai patokan secara keseluruhan. We never know what behind them esspecially what’ss hidden on their heart. #omongapasih #gakjelasbanget #udahbenergakyabahasainggrisnya?

Iklan

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s