Sikap hangat di tengah dinginnya Malang

Sikap hangat di tengah dinginnya Malang

Aku pernah menyesalkan nasibku ketika pertama kali hidup di Malang. Ternyata Malang bersuhu dingin. Terutama ketika malam dan menjelang pagi. Aku tidak memiliki selimut pada saat malam pertama aku tidur di Malang. Alhasil, aku harus mengakrabkan diri dengan dingin. Tubuhku menggigil. Dengan segala kepengecutanku dalam menyampaikan perasaan, aku memilih diam kepada 9 teman sekamarku bahwa aku betul betul kedinginan. Beruntung aku membawa jaket dan sepasang kaus kaki sebagai penghangat sementara. Meski dingin, aku tetap harus memejamkan mata. Besok, semua pekerjaan menuntut harus diselesaikan.

Sebenarnya, kompleks Pondok Pesantren Nurul Furqon terletak dekat dengan pasar besar kota Malang. Pondok pesantren ini memang terletak di sebelah timur pasar besar yang lebih populer dengan sebutan “Wetan Pasar Besar”. Pasar yang mengambil tempat di bekas gedung Matahari Mall itu terdiri dari dua lantai. Akses pondok pesantren yang sebegitu dekatnya dengan pasar membuat segala kebutuhan dapat dijangkau dengan mudah dan yang pasti, murah.

Continue reading “Sikap hangat di tengah dinginnya Malang”

Iklan

Resensi Buku Lambe Akrobat – Kisah Geng Koplo dan Keluarga Hansip

Resensi Buku Lambe Akrobat – Kisah Geng Koplo dan Keluarga Hansip

Identitas buku

Judul   : Lambe Akrobat – Kisah Geng Koplo dan Keluarga Hansip

Penulis : Agus Mulyadi

Penerbit           : Buku Mojok

Tahun terbit    : Cetakan pertama, Mei 2018

Tebal buku      : 165 halaman

Dimensi          : 20 x 13 cm

Sinopsis

Buku karya Agus Mulyadi ini bercerita tentang serba serbi keluarga kecil Agus yang dulunya hidup pas-pasan. Banyak kisah yang unik dari keluarga kecil Agus – sang penulis. Salah satu kisahnya adalah ketika emak dan bapak Agus biasa memanggil satu sama lain dengan sebutan “Jo”. Bagi orang awam, mereka akan penasaran dengan maksud dari panggilan tersebut di saat pasangan lain memiliki panggilan lazim seperti “sayang”, “beb”, “ayah ibu”, dan sebagainya. Agus sampai kewalahan dalam menjawab pertanyaan teman-temannya ketika pertama kali main ke rumah Agus dan mendapati kemesraan bapak dan emak Agus dengan panggilan Jo. Usut punya usut, ternyata kata “Jo” berasal dari kata bojo yang dalam bahasa Jawa memiliki arti suami/istri. Panggilan Jo ini sudah dipraktikkan oleh orang tua Agus semenjak hari pernikahan.

Continue reading “Resensi Buku Lambe Akrobat – Kisah Geng Koplo dan Keluarga Hansip”