Resensi Buku Wirda Mansur, Be The New You


img_20180619_054854-1247724787.jpgIdentitas Buku

Judul Buku      : Be The New You

Penulis             : Wirda Mansur

Penerbit           : KataDepan

Tahun terbit     : 2018

Cetakan           : Cetakan pertama, April 2018

Tebal buku      : 282 halaman

Dimensi buku  : 13 x 19 cm

 

Resensi Buku Wirda Mansur, Be The New You

Buku Wirda Mansur, Be The New You berisi motivasi-motivasi yang cocok untuk anak muda. Dengan bahasa ringan yang dibawa melalui tulisan, Wirda menggiring opini setiap pembaca agar mau berubah menjadi lebih baik seperti apapun kesalahan di masa lalu. Kesalahan kita sebagai manusia tentu banyak mulai dari perihal percintaan, diri yang jatuh ke dalam maksiat, melupakan Allah, dan lain-lain. Namun, kita jangan sampai melupakan bahwa kasih sayang Allah itu luas. Allah Maha Mengampuni setiap hambaNya yang mau bertobat. Selain itu, Wirda juga mengajak pembaca untuk menata masa depan dengan penuh semangat dan percaya diri.

Cinta adalah Bentuk Rahmat Allah

img_20180619_054615-196752147.jpg

Dalam bukunya, Wirda memperkenalkan konsep bahwa cinta adalah anugerah dari Allah. Bisa dikatakan, Allah-lah yang menempatkan rasa cinta tersebut di hati kita. Jadi, amat sangat wajar dan tidak berdosa jika kita mencintai lawan jenis. Hanya saja, cara kita mengekspresikan cinta tersebut yang membuat kelak bernilai dosa atau tidak. Kurang tepat rasanya jika kita menikmati perasaan cinta (baca: pacaran) itu sekarang karena belum ada ikatan halal. Bisa jadi pacaran memang mendekatkanmu dengan pujaan hati, tapi justru menjauhkanmu dari Allah. Akhirnya, kamu melupakan Allah di hatimu dan lebih memilih untuk mengingat betul seseorang yang masih belum halal. Padahal, belum tentu pacar kita sekarang akan menjadi suami atau istri kita di masa depan.

Cinta itu luas pengertiannya. Terlebih cinta dari Allah terhadap makhlukNya. Allah sudah jelas menyayangi hambaNya. Terbukti bahwa Allah itu Maha Mengampuni segala dosa hambaNya di masa lalu asalkan si hamba mau bertobat kepadaNya. Kita sebagai hamba Allah pasti sering berbuat dosa dan kesalahan. Namun, seberapa banyak dosa dan kesalahan kita, Allah tetap menyayangi dan mengampuni kita. Tentunya tidak ada kata terlambat bagi kita sebelum kita mati. Jadi, kasih sayang Allah itu begitu luas dan tidak pantas bagi kita sebagai manusia untuk berputus asa dari rahmat Allah.

Terlebih lagi Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hambaNya. Banyak dari kita yang selalu berdoa ini-itu. Tapi, tidak jarang doa kita tidak terkabul. Bisa jadi doa kita digantikan Allah dengan jawaban lain. Kita tidak boleh berprasangka buruk dengan Allah karena Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk kita.

 

Mengapa Harus ada Sakit Hati?

Wajar bilamana kita sebagai manusia merasakan sakit hati seperti kegagalan, putus cinta, kekecewaan, dan lain-lain. Tapi, mengapa kita harus merasakan sakit hati? Padahal katanya Allah menyayangi hamba-hambaNya? Sakit hati adalah proses penempaan diri kita dalam kehidupan agar menjadi pribadi lebih baik lagi. Terutama sakit hati adalah cara Allah untuk mengajari hambaNya bahwa Allah-lah sebaik-baiknya tempat bergantung dan berharap. Kita tidak bisa hanya bergantung pada manusia karena pada akhirnya kita akan sakit hati. Berbeda jika kita menggantungkan seluruh asa kepada Allah. Allah tidak akan mengecewakan kita. Hanya saja tinggal bagaimana kita belajar untuk berprasangka baik kepada setiap ketetapan Allah atas diri kita karena pada dasarnya Allah sesuai dengan prasangka hambaNya. Allah yang membolak-balikkan hati kita. Jadi kita harus percaya bahwa semua kejadian pasti ada hikmahnya.

 

Teladan Para Nabi dalam Menghadapi Ujian dari Allah

img_20180619_0545571198821450.jpg

Dalam buku Be The New You, Wirda mengaitkan konsep bagaimana kita dalam menjalani kehidupan dengan spirit atau semangat para nabi terdahulu. Wirda menyajikan kisah beberapa nabi yang hidupnya mendapatkan ujian dari Allah. Contohnya adalah kisah Nabi Ayub yang dulu super kaya, memiliki istri cantik serta anak-anak yang banyak. Allah pun ingin menguji keimanan Nabi Ayub. Dalam tiga hari, Allah mencabut semua kenikmatan duniawi Nabi Ayub yaitu kekayaan, istri, dan anak-anak. Selain itu, Nabi Ayub juga diserang penyakit kulit yang mengerikan sampai-sampai Nabi Ayub dan istrinya harus mengasingkan diri. Menghadapi ujian seperti itu, Nabi Ayub tidak pernah mengeluh. Beliau selalu sabar dalam menghadapi ujian dari Allah. Nabi Ayub menyadari bahwa rasa sakit yang dideranya tidak sebanding dengan nikmat-nikmat Allah yang selama ini beliau dapatkan.

Ada lagi kisah mengenai Nabi Zakaria yang tidak pernah berhenti berdoa agar diberikan momongan. Saat itu, rasanya sangat tidak mungkin bagi mereka untuk memiliki momongan karena sejak awal, istri Nabi Zakaria ternyata mandul. Meski demikian, Nabi Zakaria tidak pernah berhenti berdoa dan berdoa hingga tanpa terasa beliau sudah menginjak usia 90 tahun. Pada saat itulah keajaiban terjadi. Allah menjawab doa Nabi Zakaria. Di usia tua, beliau diberi momongan yaitu Nabi Yahya, sebuah nama yang langsung diberikan oleh Allah. Belum ada satu manusia pun yang bernama Yahya.

Masih banyak kisah-kisah mengenai spirit para nabi yang disampaikan Wirda melalui bukunya sebagai inspirasi. Kisah-kisah para nabi tersebut hendaknya menjadi inspirasi kita dalam menghadapi kehidupan meskipun kita tidak bisa sesempurna para nabi. Dunia ini milik Allah dan Allah menyayangi hamba-hambaNya. Jadi, kita jangan menyerah dan berputus asa dari rahmat Allah karena Allah tahu apa yang terbaik untuk hambaNya.

 

Sekilas mengenai Buku Ketiga Wirda Mansur, Be The New You

Buku ketiga dari Wirda Mansur ini cukup menarik. Wirda menyajikan nasihat-nasihat untuk anak muda yang dikemas dalam bahasa tulisan ringan sehingga asyik untuk dibaca. Belum lagi, beberapa foto Wirda Mansur nangkring di setiap bab baru dalam buku tersebut. Layout yang ditawarkan dalam buku Be The New You juga menarik dengan desain warna utama peach. Hal ini menambah kesan menyenangkan dalam buku sehingga pembaca tidak akan merasa bosan untuk membaca setiap halaman dalam buku.

img_20180619_054532113143895.jpg

Isi bukunya seru dan lumayan menginspirasi bagi anak muda kelahiran 2000-an seperti Wirda Mansur. Tidak seperti buku pertama dan kedua, buku ketiga ini lebih tebal dan mampu menyajikan tulisan-tulisan segar karya Wirda sendiri. (Spoiler: saya sedikit kecewa dengan buku kedua Wirda karena 90% isi buku adalah jawaban-jawaban Wirda Mansur atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan di Askfm. Sekarang Askfm Wirda sudah di-deactive-kan dan sebelum itu saya sudah membaca seluruh Askfm si Wirda hehehe. Masih banyak lagi konsep kehidupan yang Wirda kenalkan dalam bukunya tentang bagaimana anak muda menghadapi kehidupan.

Buku ini sangat direkomendasikan bagi jiwa-jiwa muda yang sedang mencari jati diri alias galau akan arah tujuan kehidupannya.

 

 

Iklan

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s