Kisah Buka Bersamaku


1111135ce38d141daa74cb98497df9e7
Gambar ilustrasi dari Pinterest

Nasihat kala Bukber

Tahun ini, aku pulang ke kampung halaman pada H-5 lebaran atau pada tanggal 10 Juni 2018 lalu. Tulungagung yang aku tinggalkan selama satu semester kuliah nampak banyak perubahan. Menurutku, kota kelahiranku ini terasa seperti lebih gemerlap. Terlebih lagi beberapa tempat makan baru dan bersaing di antara hiruk pikuk persaingan ekonomi di Tulungagung.

Pulang lima hari sebelum lebaran tidak aku sia-siakan. Buktinya aku menerima tiga undangan buka bersama kawan-kawan lama. Bulan ramadan seperti ini memang menjadi momen yang tepat untuk mengadakan acara kumpul-kumpul. Aku pun ingin untuk sekadar melepas rindu pada masa-masa perjuangan lalu. Kabar baiknya, Ibuk menyetujui rencanaku untuk menghadiri berbagai undangan buka bersama. Padahal saat itu tidak ada kendaraan yang bisa kukemudikan. Alhasil Ibuk memberiku fasilitas antar jemput di lokasi buka bersama Mungkin ke depannya Ibuk akan lebih setuju lagi kalau ada yang mengajakku hidup bersama. #eh. Hehe.

Agenda pertama buka bersama dilaksanakan Senin, 11 Juni 2018 oleh salah seorang guruku. Agenda buka bersama ini sebenarnya tidak ingin kuhadiri karena tidak adanya kendaraan. Beruntung Ibuk memberiku ide untuk diantar oleh salah satu mas karyawan. Tanpa basa basi, aku langsung berangkat pukul 5 lebih dikit. Padahal agenda buka bersama dimulai pukul 4 sore karena diadakan pengajian terlebih dahulu.

Entah bagaimana geraknya hati, akhirnya aku jadi ikut buka bersama meskipun telat. Guruku menyambut dengan ramah. Akhirnya terjadi diskusi seru dengan guruku dan kawan-kawan lainnya sembari menikmati menu buka bersama hingga pukul 8 malam. Dari sini, aku mendapatkan satu sentilan nasihat yang luar biasa.

“Itsna itu aktif banget ya di media sosial. Saya ngikutin medsosnya Itsna banget. Instagram, facebok, dan semuanya.” ujar guruku padaku. Aku mengamini beliau. “Dulu Itsna presentasi tentang dampak facebook atau apalah untuk syarat kelulusan SMP.” aku mengamini sekali lagi ucapan beliau tanpa mengerti kemana arah pembicaraan ini bermuara. “Tapi nampaknya sekarang prinsip-prinsipnya udah mulai pudar ya.” tutup beliau kemudian. Aku hanya bisa tertawa kecil. Lebih tepatnya, menertawakan diri sendiri.

Deg! Kalimat terakhir yang keluar dari mulut guruku barusan langsung masuk ke sanubari hati. Beliau seakan memberiku peringatan kalau aktivitasku di media sosial nampaknya sudah mulai berlebihan. Cara beliau mengingatkanku tidak terkesan menggurui. Bahkan, apa yang guruku katakan tidak membuatku sakit hati. Aku justru lebih mengintropeksi diri saat itu juga. Hatiku juga membenarkan apa yang guruku sampaikan.

Akhir-akhir ini kuakui postinganku di media sosial agak berlebihan. Berlebihan di sini seperti terlalu sering update status dan nyinyir gak jelas untuk menyindir pihak tertentu. Padahal Ibuk sudah lebih dulu mewanti-wanti agar jangan sampai nyinyir di media sosial karena emang gak enak dilihat. Dulu ketika zaman alay-alaynya, aku selalu posting status cinta-cintaan dan dimarahi Ibuk. Hehehe.

Di sini aku menyadari satu hal yang aku lupakan. Allah itu pasti mengawasi setiap gerak gerik hambaNya. Entah apapun yang dilakukan seorang hamba, pasti Allah mengetahuinya dan bahkan memiliki catatan history kegiatan apa saja yang kita lakukan melalui malaikat Rokib dan Atid di sebelah kanan-kiri kita. Hanya saja kali ini Allah menggunakan cara lain untuk mengingatkanku. Tidak kusangka kalau selama ini guruku mengawasi betul apa saja yang aku posting di media sosial. Ah malunya. Inilah cara Allah yang secara tak langsung menegurku agar lebih bijak dalam bermedia sosial karena Allah itu Maha Mengetahui dan akan selalu mengawasi apa saja yang kita lakukan. Astagfirullahal ‘adzim.

Allah memang selalu memiliki cara tak terduga untuk memperlakukan hambaNya. Bukti sayang, mungkin?

 

 

Iklan

2 tanggapan untuk “Kisah Buka Bersamaku”

  1. Sudah sejak lama saya cari kiat agar terhindar dari kecanduan medsos, tapi hingga kini hasilnya tetap nihil. Pencarian masih berlanjut hehe

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s