Perbedaan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lain


Sudah diketahui sebelumnya bahwa negara kita memiliki ideologi Pancasila dimana ideologi tersebut sudah disepakati bersama serta masuk dalam kurikulum pendidikan. Beberapa ideologi lain yang mendasari tatanan hukum dan politik dari suatu negara antara lain adalah liberalisme, komunisme, dan sosialisme. Di sini, kita akan membahas perbandingan ideologi negara-negara lain dengan ideologi negara kita yaitu Pancasila.

Negara Indonesia dengan ideologi pancasila sebenarnya sudah memiliki alasan yang cukup mendasar. Seperti pada sila pertama dalam pancasila yang berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa”. Dari sila pertama, dapat diketahui bahwa Indonesia bukan merupakan negara atheis (tidak mengakui eksistensi Tuhan), negara sekuler (memisahkan agama dan negara), atau negara agama (teks agama tidak masuk ke dalam konstitusi negara). Berikut adalah contoh-contoh negara berserta paham yang dianut.

Contoh negara atheis ada di negara-negara Eropa Timur. Negara-negara Eropa Timur menjadi cikal bakal berkembangnya paham atheis serta penerapannya dalam tatanan politik dalam suatu negara. Penerapan paham atheis dalam sistem negara dimulai pada tahun 1920-an dan berakhir sekitar tahun 1990-an. Selama 70 tahun berjalan, revolusi pendirian negara atheis di Eropa Timur sudah mencapai 110 juta jiwa karena masyarakat setempat menolak berdirinya negara tanpa agama. Berdirinya negara atheis yang hanya bertahan selama 70 tahun menjadi bukti bahwa paham atheisme bertentangan dengan jiwa manusia yang paling mendasar yaitu mengakui eksistensi Tuhan. Paham ini jelas tidak bisa diterapkan di Indonesia karena masyarakat Indonesia sudah sejak dahulu mengenal agama dan tuhan.

Contoh negara sekuler berada di negara-negara Eropa Barat. Mereka menerapkan aturan bahwa agama dan negara berjalan secara terpisah. Namun pada prakteknya, secara perlahan norma-norma agama dihancurkan lewat sekulerisme yang diterapkan pada sistem politik di negara tersebut. Misalnya adalah disahkannya undang-undang mengenai pernikahan sesama jenis atas dalih hak asasi manusia. Bisa dikatakan bahwa sekulerisme adalah soft atheism yaitu mengesampingkan bahkan menghancurkan norma-norma agama secara perlahan. Hal ini akan berdampak pada perilaku masyarakat yang lambat laun tidak akan menghiraukan dan menerapkan aturan-aturan agama dalam berbagai sendi kehidupan.

Contoh lainnya adalah negara agama. Negara agama yang paling mudah ditemui adalah di dataran Timur Tengah dimana teks agama menjadi konstitusi di dalam negara yang bersangkutan. Bangsa arab merupakan bangsa yang mono agama. Hanya ada satu agama yang diyakini oleh masyarakat setempat yaitu Islam. Jadi, sudah sewajarnya jika hukum-hukum Islam ditegakkan di sana. Sedangkan Indonesia sendiri merupakan negara dengan multi agama. Berbagai macam agama ada dan bersatu dalam negeri ini. Maka dari itu, Indonesia tidak bisa disebut sebagai negara agama. Hanya saja, norma-norma atau nilai-nilai agama dimasukkan dalam konstitusi negara mengingat masyarakat Indonesia adalah orang-orang beragama. Contoh kasusnya adalah berbagai macam acara keagamaan yang bisa masuk ke dalam pemerintahan misalnya perayaan Maulid Nabi yang pernah diselenggarakan di Istana Negara, majelis solawat serta pengajian yang pernah diselenggarakan dalam berbagai institusi pemerintahan, dan lain-lain.

 

Iklan

Satu tanggapan untuk “Perbedaan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lain

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s