Sakit


Hujan setahun dihapus dengan kemarau sehari.

Kemarau setahun dihapus dengan hujan sehari.

Gajah di pelupuk mata tak tampak. Semut di kejauhan tampak.

Apa lagi peribahasa yang bisa mengungkapkan apa yang kurasakan?

Beberapa hari terakhir, kakiku tiba-tiba membengkah. Seperti bekas dipukul. Rasanya sakit sekali. Letaknya di lutut kaki kanan. Sakit ini berdampak nyata ketika salat yaitu tidak bisa melakukan sujud secara benar. Jika dipaksakan, rasanya akan sakit sekali. Aku pun beberapa kali sempat mengeluh. Tapi aku langsung sadar bahwa mengeluh itu tidak menyelesaikan masalah. Sakitku tidak akan sembuh kalau aku mengeluh.

Rasanya masih terlalu dini diriku ini untuk menghakimi semesta dan mengeluh ngalor ngidul tentang rasa sakitku yang secuil ini. Rasanya tidak pantas untuk mengeluh kepada Tuhan padahal kemarin-kemarin enggan bersyukur dengan karunia dan rezeki yang selama ini menerpaku. Kalau disuruh nostalgia tentang semua rezeki yang aku dapatkan dari Sang Pencipta, niscaya aku tidak akan bisa menghitung apapun.

Mungkin aku perlu berkutat pada rasa sakitku sekarang. Agar kelak aku bisa belajar bagaimana caranya bersyukur dan sabar atas segala yang kuhadapi.

Iklan

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s