Resensi Buku karya Iman Budhi Santosa, Profesi Wong Cilik


wp-15172077234041057691694.jpgResensi Buku karya Iman Budhi Santosa, Profesi Wong Cilik

Data buku

Judul buku      : Profesi Wong Cilik

Penertbit          : Basabasi Yogyakarta

Tahun terbit     : November 2017

Dimensi buku  : 20×14 cm

Tebal buku      : 308 halaman

Sinopsis

Buku karya Iman Budhi Santosa yang berjudul Profesi Wong Cilik ini bercerita tentang hasil analisa dan pengalaman penulis dalam berinteraksi dengan pelaku pekerjaan yang dianggap remeh oleh masyarakat – atau yang disebut pekerjaan tradisional – serta memahami lakon wong cilik dalam budaya Jawa yang tanpa sadar turut mengukir sejarah dalam negeri ini. Orang Jawa dikenal dengan budaya filosofinya yang kental. Tak terkecuali filosofi kehidupan sering mereka selipkan dalam pekerjaan yang menjadi mata pencariannya sehari-hari. Namun, cara pandang masyara­kat Jawa era modern berubah seiring berjalannya waktu. Semua orang berbondong-bondong untuk mendapat pekerjaan dengan pangkat tinggi serta bergaji besar agar dihormati masyarakat sekitar. Mereka pun tidak menyenangi pekerjaan-pekerjaan tradisional yang secara logika memang cenderung mengeluarkan tenaga berlebih namun hasil kerjanya sedikit. Tak jarang, pekerjaan-pekerjaan baru yang lahir di zaman modern ini menggantikan pekerjaan-pekerjaan tradisional yang sudah menjadi mata pencarian wong cilik sejak dulu. Lambat laun, filosofi kehidupan yang selalu diterapkan dalam masyarakat Jawa zaman dulu dalam menjalani hidup semakin tergilas zaman. Meskipun demikian, rupanya masih ada segelintir masyarakat Jawa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan tradisional yang turun-temurun dilakukan oleh nenek moyang sebelum mereka.

Contohnya adalah dukun bayi. Dukun bayi adalah saksi kelahiran generasi Jawa pada masa lampau. Perannya sangat besar dimana dari tangan-tangan perkasa si dukun bayi inilah nyawa ribuan bayi terselamatkan. Para dukun bayi pun bisa melakukan berbagai metode tradisional dalam mengatasi problem yang terjadi saat proses melahirkan seperti pemijatan untuk bayi yang ketahuan terlilit tali pusar, dan lain-lain. Metode inilah yang kini mulai tergantikan oleh bidan atau dokter spesialis dimana untuk melakukan praktik kesehatan harus melalui sertifikasi resmi dari lembaga atau institusi institusi. Meski demikian, dukun bayi masih eksis keberadaannya di desa-desa kecil masyarakat Jawa.

Umumnya, pekerjaan-pekerjaan tradisional yang melibatkan masyarakat Jawa ekonomi bawah ini melakukan pekerjaannya atas nama solidaritas dengan makna lain yaitu guyup rukun lan tulung-tinulung. Tak jarang para pekerja pekerjaan tradisional seperti tukang becak, tukang panjat pohon kelapa, bakul jamu gendong, abdi ndalem, dan lain-lain mendapatkan uang sumangga kersa dari konsumen. Artinya, mereka lebih sering mendapat bayaran jasa dengan nominal seikhlasnya dari sang konsumen. Pelanggan atau konsumen dari pekerjaan tradisional ini memang lebih didominasi oleh masyarakat kelas bawah. Itulah cerminan lakon wong cilik yang pada dasarnya melakukan pekerjaan bukan semata-mata memperoleh uang melainkan sebagai sarana saling tolong menolong antar sesama wong cilik.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Resensi Buku karya Iman Budhi Santosa, Profesi Wong Cilik”

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s