Resensi Buku Best Seller Syafii Efendi, My Enemy is Me


Resensi Buku Best Seller Syafii Efendi, My Enemy is Me

Cover depan buku

Judul: My Enemi is Me
Penulis: Syafii Efendi
Penerbit: Penerbit WR
Kota terbit: Yogyakarta
Tahun terbit: Cetakan Pertama tahun 2016
Dimensi buku
Tebal buku: 85 halaman
Resensi Buku Syafii Efendi, My Enemi is Me. Seni Mengatur Waktu untuk Sukses di Usia Muda.
Buku karya Syafii Efendi, Trainer dan Motivator Termuda No. 1 di Indonesia serta Penulis buku best seller 10 Langkah Sukses di Masa Depan.

Buku kecil ini menjelaskan tentang strategi-strategi untuk meraih kesuksesan menurut Syafii Efendi. Dengan gaya penulisan pribadi, Syafii Efendi memaparkan tentang kesuksesan yang harus diawali dengan manajemen waktu dengan baik serta mengerjakan pekerjaan dan kebiasaan yang positif. Ada beberapa pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari dan menjadi tantangan tersendiri mengenai penting tidaknya suatu pekerjaan yang kita lakukan.

Menurut Seven R. Covey, penulis buku The 7 Habits of Highly Effective People, ada empat hal yang menjadi tantangan seseorang dalam mengerjakan pekerjaan. Tantangan yang dimaksud antara lain adalah mengerjakan hal penting dan mendesak, mengerjakan hal penting tetapi tidak mendesak, mengerjakan hal tidak penting dan mendesak serta mengerjakan hal tidak penting dan tidak mendesak. Ada baiknya kita mengerjakan hal yang penting tetapi tidak mendesak karena hal itu akan menjadi suatu kebiasaan positif dan berdampak pada masa depan. Misalnya adalah membiasakan diri membaca buku daripada stalking mantan dengan telepon genggam. Membaca buku cukup penting untuk meningkatkan ilmu pengetahuan sedangkan membaca sendiri sebenarnya bukan suatu hal yang mendesak untuk segera dilakukan. Berbeda dengan tantangan lainnya seperti mengerjakan hal penting dan mendesak contohnya adalah mengerjakan tugas yang dikejar deadline. Alhasil pekerjaan akan menjadi kurang maksimal pengerjaannya karena ditekan oleh waktu sehingga dipaksa untuk selesai. Tantangan lain yaitu mengerjakan hal tidak penting namun mendesak contohnya adalah ajakan teman untuk nongkrong. Atas nama kesetiakawanan, kita jadi terdesak untuk menuruti ajakan teman tersebut padahal bisa jadi ada tugas-tugas penting yang harus kita kerjakan terlebih dahulu. Atau bisa jadi kita mengerjakan hal tidak penting sekaligus tidak mendesak contohnya adalah bersenang-senang atas nama refreshing di mana kita mengerjakan sesuatu yang bisa jadi melalaikan waktu.

Kesuksesan sendiri tidak mesti diraih hanya dengan take action saja melainkan harus beraksi mengerjakan sesuatu sehingga lambat laun menjadi suatu pekerjaan yang menjadi kebiasaan serta efektif. Pekerjaan positif yang menjadi kebiasaan yang efektif akan menghasilkan kesuksesan di masa depan.

Kesuksesan juga tidak lepas dari cara kita mengatur waktu seefektif mungkin. Kita harus pintar-pintar mengatur waktu agar presentase waktu yang kita punya dihabiskan dengan kegiatan-kegiatan positif orientasinya terhadap masa depan diri sendiri. Syafii Efendi berpendapat jika time is money maka semua orang pasti punya jumlah uang yang sama. Hal ini dimaksud karena pada dasarnya setiap orang memiliki jatah waktu yang sama. Menurut Syafii Efendi, kita harus mengatuf waktu seefektif mungkin yang mengantarkan pada pencapaian-pencapaian yang kita inginkan. Sebelum itu, kita perlu mengubah mindset bahwa tidak ada kesuksesan yang instan. Segalanya butuh proses selangkah demi selangkah menuju perbaikan. Intinya mengarah pada kesadaran bahwa musuh terbesar adalah diri sendiri yaitu bagaimana cara kita membentuk kebiasaan-kebiasaan positif dengan manajemen waktu yang baik untuk kesuksesan masa depan.

“Generasi Digital Native mesti baca buku ini, karena berbekal hardskill saja tidak cukup, melek teknologi saja tidak cukup, kekinian saja tidak akan menjamin orang untuk sukses. Bagaimana kita mengatur waktu dan komitmen pada apa yang telah kita rencanakan itu yang lebih penting dan ada di buku ini. “

-Ketua STIE Surakarta

Salah satu halaman dalam buku

Iklan

1 thought on “Resensi Buku Best Seller Syafii Efendi, My Enemy is Me”

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s