Resensi Buku Best Seller Syafii Efendi, My Enemy is Me

Resensi Buku Best Seller Syafii Efendi, My Enemy is Me

Cover depan buku

Judul: My Enemi is Me
Penulis: Syafii Efendi
Penerbit: Penerbit WR
Kota terbit: Yogyakarta
Tahun terbit: Cetakan Pertama tahun 2016
Dimensi buku
Tebal buku: 85 halaman
Resensi Buku Syafii Efendi, My Enemi is Me. Seni Mengatur Waktu untuk Sukses di Usia Muda.
Buku karya Syafii Efendi, Trainer dan Motivator Termuda No. 1 di Indonesia serta Penulis buku best seller 10 Langkah Sukses di Masa Depan.

Buku kecil ini menjelaskan tentang strategi-strategi untuk meraih kesuksesan menurut Syafii Efendi. Dengan gaya penulisan pribadi, Syafii Efendi memaparkan tentang kesuksesan yang harus diawali dengan manajemen waktu dengan baik serta mengerjakan pekerjaan dan kebiasaan yang positif. Ada beberapa pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari dan menjadi tantangan tersendiri mengenai penting tidaknya suatu pekerjaan yang kita lakukan.

Lanjutkan membaca “Resensi Buku Best Seller Syafii Efendi, My Enemy is Me”

Iklan

Resensi Buku Irfan L. Sarhindi, The Lost Story of Ka’bah

Resensi Buku Irfan L. Sarhindi, The Lost Story of Ka’bah. Fakta-Fakta Mencengangkan Seputar Baitullah

1c7e9e62-28e4-40b4-9266-5a6a1d995d7c

Judul buku : The Lost Story of Ka’bah. Fakta-fakta Mencenggangkan Seputar Ka’bah.

Penulis : Irfan L. Sarhindi

Penerbit : QultumMedia

Tahun terbit : 2013

Dimensi : 21 x 14 cm

Tebal buku : 322 halaman

Sinopsis

Pada dasarnya buku The Lost Story of Ka’bah menceritakan tentang sejarah siapa yang sebenarnya membangun Ka’bah untuk pertama kali. Mulai dari kisah masa lalu, masa sekarang hingga masa mendatang. Kisah diawali dengan Baitul Makmur, saudara kembar Ka’bah yang terletak di langit. Dahulu rumah Allah di bumi masih belum dibangun. Awal pembangunan Baitullah berdasarkan riwayat Ali bin Husain. Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang khalifah di muka Bumi.” (QS. Al Baqarah: 30). Malaikat menggugat pemberitahuan Allah. Mereka berpendapat bahwa manusia akan berbuat kerusakan dan melakukan pertumpahan darah sebagaimana yang dilakukan jin pada masa lalu. Malaikat protes, “Apakah Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang-orang yang akan berbuat kerusakan padanya serta menumpahkan darah, sedangkan kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” (QS. Al-Baqarah: 30). Lanjutkan membaca “Resensi Buku Irfan L. Sarhindi, The Lost Story of Ka’bah”

Akhir dari Kisah Cinta Pertama

6
Gambar dari Gheasafferina

Anisa selesai menunjukkan aksi tarinya. Terdengar tepuk tangan meriah diiringi riuh penonton yang berdecak kagum.

“Penampilanmu sungguh luar biasa!”, ungkap salah satu dewan juri. Penonton bertepuk tangan.

“Aku suka aksi panggungmu! Kamu tampak lincah dan mampu membawakan makna tarian dengan baik.”, timpal dewan juri yang lain. Anisa tersenyum bangga. Tanpa sadar, ada salah satu dewan juri yang bersikap acuh tak acuh.

“Penampilanmu ibarat air di dalam gelas yang diletakkan di tengah meja.”, ujar salah satu juri yang bersikap acuh tak acuh tadi. Anisa, dewan juri sekaligus penonton melongo. Aula pertunjukan mendadak hening. “Kamu tau apa maksudnya?”, tanya juri tersebut kepada Anisa. Anisa spontan menggeleng penasaran. Lanjutkan membaca “Akhir dari Kisah Cinta Pertama”

Gadis Kecil Kesayangan Ayah

kedekatan ayah dan anak perempuannya
Gambar dari Brilio

Perkenalkan! Aku adalah gadis kecil yang manis. Aku berkelana jauh dari rumah demi mengais banyak ilmu yang letaknya ada dimana saja. Kegiatan merantau sendiri adalah sarana pengembangan diri terbaik tatkala diri sudah jauh dari radar orang tua. Segala keputusan dan risiko atas apa yang dipilih akan ditanggung oleh diri sendiri. Betapa hebatnya aku sebagai gadis kecil kebanggaan orang tua yang menjauh ratusan kilometer dari kampung halaman demi mempersiapkan masa depan. Lanjutkan membaca “Gadis Kecil Kesayangan Ayah”

Aku dan Bintang Jatuh

purple-690724_960_720
Gambar dari akun Pixabay

Kemarin, Jalan Kalimantan dan sekitarnya mengalami pemadaman bergilir yang mungkin dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Jember. Pemadaman tersebut terjadi sekitar pukul 8 selepas agenda wajib pondok dilaksanakan. Alhasil, sebagian besar penghuni pondok merasa terganggu dengan pemadaman bergilir ini. Aktivitas malam yang kerapkali dilakukan oleh santri Pondok Pesantren Al Husna selepas mengikuti agenda wajib pondok adalah mengerjakan tugas-tugas kuliah. Apalagi ketika musim UAS seperti sekarang, kebanyakan dari santri belajar dan mempersiapkan diri sedapat mungkin di tengah agenda kampus dan kuliah yang seakan menghimpit waktu.

Kecanggihan teknologi amat dirasakan di sini ketika satu-dua santri menyalakan flash handphonenya. Ada beberapa yang menyalakan senter atau lampu cadangan sebagai penerang agar dapat melanjutkan aktivitasnya kembali. Ada beberapa yang lebih memilih menyerah dengan keadaan dengan kata lain tidur karena kondisi yang dirasa amat kondusif. Di antara santri lain, ada salah seorang santri yang kagum ketika pemadaman terjadi. Spontan, ia mendongak ke langit. Pandangannya dibuat takjub oleh gugusan bintang yang terlihat jelas sinarnya menggantung di langit. Santri tersebut tak lain adalah aku sendiri. Lanjutkan membaca “Aku dan Bintang Jatuh”

Resensi Buku Suyoto Rais, Seindah Sakura di Langit Nusantara.

Resensi Buku Suyoto Rais, Seindah Sakura di Langit Nusantara.

wp-1512379284236104073207.jpg

 

Judul buku : Seindah Sakura di Bumi Nusantara

Penulis : Suyoto Rais

Penerbit : Penebar Plus+ (Penebar Swadaya Grup)

Tahun terbit : 2015

Dimensi : 24.6 x 17.5 cm

Tebal buku : 215 halaman

Sinopsis

Suyoto Rais, orang yang kini dikenal sebagai seorang profesional global dulunya adalah anak sulung dari keluarga kurang mampu di Desa Jojogan, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sayangnya, kondisi keluarganya secara psikis juga tidak baik. Suyoto muda harus merasakan perceraian orang tuanya semenjak SD. Masing-masing orang tuanya pun menikah lagi. Perceraian mereka pun berdampak pada kehidupan Suyoto muda yang selanjutnya diasuh oleh kakek neneknya-orang tua dari ibu.

Kakek nenek mendukung penuh Suyoto untuk melanjutkan pendidikan. Dengan pekerjaan seadanya sebagai petani, mereka rela melakukan apapun agar Suyoto mampu melanjutkan sekolah. Namun, kondisi ekonomi yang jauh di bawah kemiskinan membuat kakek nenek sudah tidak bisa lagi membiayai pendidikan Suyoto ke jenjang SMP. Akhirnya, Suyoto bekerja sebagai pembantu di rumah salah seorang guru sekolahnya. Tidak ada rasa malu baginya untuk tetap melanjutkan pendidikan dan bercita-cita tinggi. Lanjutkan membaca “Resensi Buku Suyoto Rais, Seindah Sakura di Langit Nusantara.”