Kapan Pulang Kampung? 


“Aku mau siap-siap pulang kampung.” 

“Yeeee ospek udah berakhir jadi bisa pulang kampung deh!” 

“Untuk kesekian kalinya aku gagal pulkam.”

Salah satu tradisi yang melekat bagi mahasiswa baru di Jember sesuai pengamatan saya adalah hasrat untuk pulang kampung. Terutama bagi mahasiswa yang tinggal di Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi atau sekitarnya. Pulang kampung yang dilakukan sudah bergeser maknanya dari tradisi menjadi suatu kebiasaan. Teman-teman saya sesama maba setiap minggu pulang ke kampung halaman. Ketika hari senin hingga kamis disibukkan dengan jadwal kuliah, maka hari jumat hingga minggu mereka gunakan untuk pulang. Bahkan ada beberapa yang berangkat pulang kamis sore atau malam lalu kembali ke Jember ketika senin pagi.

Saya adalah salah satu dari maba yang tidak ikut serta untuk memeriahkan eurofia pulang kampung. Salah satu alasan utamanya adalah kampung halaman saya yang tergolong paling jauh di antara teman-teman. Kota asal dan domisili saya adalah di Tulungagung dan jarak antara Tulungagung dan Jember itu tidak dekat. Saya harus menempuh jarak kurang lebih 266 km untuk menghapus perasaan rindu kepada keluarga dan kampung halaman. Atau dibutuhkan sekitar 7 hingga 12 jam perjalanan untuk melepas kerinduan kepada orang-orang terkasih di rumah. Sungguh mustahil jika saya melakukan rutinitas pulang kampung seminggu sekali seperti yang mayoritas teman saya lakukan. Bisa berat di ongkos sekaligus badan keburu lelah di perjalanan. Akhirnya, intensitas temu kangen dan interaksi di rumah kurang karena badan mengajak istirahat selepas perjalanan jauh.

Salah satu sudut Universitas Jember. Betapa hijaunya kampusku. 

Lalu kapan saya pulang kampung? Sejauh ini saya masih sama sekali belum pulang kampung. Saya belum bertemu dengan keluarga semenjak pertama memasuki bangku perkuliahan kecuali dengan Abah ketika sambang ke Jember menggunakan sepeda motor. Abah rela jauh-jauh datang dari Tulungagung ke Jember menggunakan sepeda motor hanya untuk melihat saya sebentar. Kangen katanya. Hehe.

Abah dan motornya. Ketika touring di Gunung Bromo. Kapan ngajak itsna bah? Hehe

Saya memang berkomitmen untuk tidak pulang terlebih dahulu. Saya ingin fokus belajar dan mencari pengalaman terlebih dahulu mumpung jauh dari orang tua. Seperti dawuh Bapak Hammam, pengurus pondok pesantren tempat saya tinggal selama di Jember belakangan ini,

Seharusnya ketika menuntut ilmu jangan dikit-dikit pulang. Agar ilmunya tidak terpecah. Selain itu, jarang sering pulang supaya ilmu tidak berceceran. 

Ketika pulang, pelajaran-pelajaran di pesantren tidak akan berhenti. Kegiatan belajar mengajar akan tetap berlangsung sebagaimana mestinya. Bisa dipastikan ketika pulang, akan ada materi-materi yang tertinggal.

Jujur, ilmu saya masih dangkal sekali dibanding teman-teman lainnya di pesantren. Ketika mereka sudah paham banyak, saya masih belum tahu apa-apa. Bisa dibayangkan kalau saya pulang, ilmu yang saya dapatkan dari pesantren bisa berceceran dan hilang tak tahu dimana. Saya masih belum ada apa-apanya dibanding teman-teman di pesantren.

Masalah pulang kampung, tak masalah kalau tidak pulang-pulang. Saya juga sengaja tidak memilih pulang. Ingin fokus menimba ilmu sebanyak mungkin sebelum kembali ke orang tua. Bukan hanya ilmu dunia saja melainkan ilmu akhirat juga insyaAllah. 

Abah, Ibuk, doakan Itsna terus dari rumah. Mohon keridhoannya supaya urusan Itsna di sini dan dimana pun bisa berjalan lancar dan dimudahkan Allah. 😊😉

Curhatan mahasiswa baru yang belum pernah pulang kampung, heran sama rutinitas teman-temannya yang bisa pulang kampung seminggu sekali dan sering mendapat pertanyaan “Gak pengen pulang kampung?”. 

Iklan

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s