Penampakan Kids Jaman Now

Apa salah dan dosaku sayang

Cinta suciku kau buang-buang

Lihat jurus yang kan kuberikan

Jaran goyang jaran goyang

Sepenggal lagu hits jaman now saya dengar dari satu sumber suara mungil. Ketika menelisik lebih jauh, rupanya sang penyanyi adalah balita yang sedang menggambar dan mewarnai dengan pensil warna. Balita itu sedang duduk di samping kiri saya. Saya terheran-heran. Di usianya yang kurang lebih 5 tahun, balita tersebut sudah mengenal lagu Jaran Goyang. Apa kabar lagu anak-anak? Apakah kids jaman now lebih mengenal lagu orang dewasa daripada Bintang Kecil atau Balonku ada Lima? Continue reading “Penampakan Kids Jaman Now”

Iklan

Bapak Si Pedagang Kue Basah

Ketika hujan turun sepanjang siang menjelang sore di Kabupaten Jember, saya mendapati sosok yang berusia tak lagi muda sedang berjuang membawa dua kotak aluminium besar dan terlihat berat. Matanya tetap memancarkan semangat ketika menawari saya barang dagangannya yang ternyata ada di dalam dua kotak tersebut.

“Ayo mbak dibeli jajanan kuenya.”, ujar si bapak sambil membuka salah satu kotak aluminium yang berisi kue basah berwarna-warni. Si bapak ini sudah jelas tidak muda lagi umurnya. Guratan-guratan lelah serta tubuh ringkih yang menahan dinginnya hujan terlihat jelas di mata saya. Meski dengan kondisi demikian, bapak tersebut tetap menunjukkan aura semangat untuk mencari rezeki.

Continue reading “Bapak Si Pedagang Kue Basah”

Ridho Orang Tua adalah Segalanya

Ridho Orang Tua adalah Segalanya

Kemarin, 11 November 2017, Ustad Ari Dwi Widodo S.Pd.I, M.Pd.I selaku salah satu guru ngaji diniyah saya di pondok pesantren mahasiswi Al Husna menyampaikan petuah luar biasa di antara materi pembelajaran. Begitulah gaya beliau mengajar –yang saya suka– yaitu menyisipkan pelajaran atau nasihat kehidupan di sela-sela materi pembelajaran yang memang harus disampaikan.

Di kala hening tercipta di antara santri-santri yang sedang mencerna materi baru, Ustad Widodo tiba-tiba saja menyampaikan suatu hal tentang pernikahan. Beliau menyampaikan bahwa kita sebagai perempuan harus meminta pendapat dan persetujuan orang tua ketika hendak menikah. Hal ini menjadi pertimbangan yang amat sangat penting mengingat perempuan membutuhkan wali sebagai salah satu syarat sah pernikahan. Berbeda dengan laki-laki. Perempuan harus berdiskusi atau menjalin komunikasi penuh dengan orang tua terkait rencana pernikahan karena dari sana tanggung jawab orang tua terhadap anak perempuannya akan berpindah tangan kepada laki-laki yang menikahinya. Terlepas dari gender laki-laki atau perempuan sepatutnya kita sebagai anak tetap mendiskusikan secara baik perihal besar seperti ini kepada ayah ibu kita selaku orang-orang penting yang telah berperan besar dalam hidup kita selama ini. Continue reading “Ridho Orang Tua adalah Segalanya”

Lebih Mengenal tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi

AAEAAQAAAAAAAAetAAAAJDExN2M4OWFkLTgxNzItNDkzNS04NGU0LTMwZDY1YjJhNjkxNw
Gambar dari linkedin

Jika ingin mengenal lebih lanjut mengenai teknologi informasi dan komunikasi, maka kita harus mengenal pengertian dari data dan informasi terlebih dahulu. Data adalah fakta-fakta yang digunakan sebagai masukan atau input untuk melalui proses selanjutnya. Bentuk dari data tersebut dapat berupa kalimat, gambar atau suara. Informasi adalah hasil dari olahan data. Namun, tidak semua hasil pengolahan dari data dapat disebut sebagai informasi. Suatu informasi  merupakan hasil dari pengolahan data, dapat memberikan makna serta memiliki manfaat bagi manusia. Ciri-ciri suatu informasi antara lain akurat, tepat waktu yang artinya disajikan saat dibutuhkan, relevan yang berarti sesuai kebutuhan dan lengkap dalam artian informasi tersebut datangnya tidak terpotong-potong. Continue reading “Lebih Mengenal tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi”

Kapan Pulang Kampung? 

“Aku mau siap-siap pulang kampung.” 

“Yeeee ospek udah berakhir jadi bisa pulang kampung deh!” 

“Untuk kesekian kalinya aku gagal pulkam.”

Salah satu tradisi yang melekat bagi mahasiswa baru di Jember sesuai pengamatan saya adalah hasrat untuk pulang kampung. Terutama bagi mahasiswa yang tinggal di Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi atau sekitarnya. Pulang kampung yang dilakukan sudah bergeser maknanya dari tradisi menjadi suatu kebiasaan. Teman-teman saya sesama maba setiap minggu pulang ke kampung halaman. Ketika hari senin hingga kamis disibukkan dengan jadwal kuliah, maka hari jumat hingga minggu mereka gunakan untuk pulang. Bahkan ada beberapa yang berangkat pulang kamis sore atau malam lalu kembali ke Jember ketika senin pagi.

Continue reading “Kapan Pulang Kampung? “

Kunci dalam menjalani alotnya kehidupan ala Wirda Mansur

100826_f
Cover buku Wirda Mansur, Be Calm Be Strong Be Grateful. Gambar dari bukukita.com

Review singkat buku Wirda Mansur, Be Calm Be Strong Be Grateful

Wirda, gadis yang sudah berpengalaman menjelajahi kurang lebih 28 negara di seluruh dunia ini memaparkan tiga kunci utama dalam menghadapi kehidupan yang tidak selamanya berjalan sesuai keinginan. Wirda melafalkan semboyan Be Calm ketika menghadapi berbagai macam kebencian yang mengarah pada kita. Sabar adalah kunci terbesar dalam menjalani berbagai macam kendala dalam hidup. Memang pada dasarnya tidak semua orang akan menyukai segala tindak tanduk kita. Maka dari itu, gunakan kesabaran untuk menghadapi kebencian demi kebencian yang datang kepada kita. Bukan dengan membalas kebencian dengan kebencian juga. Api jika dibalas dengan api maka kobarannya akan semakin besar. Hadapi kobaran api alias kebencian dengan air yang diibaratkan sebagai kesabaran. Sulit memang. Tapi kita harus belajar dan membiasakan diri untuk sabar.

Continue reading “Kunci dalam menjalani alotnya kehidupan ala Wirda Mansur”