Ujian Kehidupan yang Tanpa Lelah Menghampiri


Resensi Novel Asma Nadia, Bidadari untuk Dewa

Review Novel Asma Nadia, Bidadari untuk Dewa

IMG_20170928_063332_scaled.jpgJudul : Bidadari Untuk Dewa

Pengarang : Asma Nadia

Penerbit : KMO Publishing

Tahun Terbit : 2017

Dimensi : 20,5 x 14 cm

Tebal buku : 528 halaman

Sinopsis

Kehidupan sejatinya merupakan ladang ujian yang menempa setiap pemerannya agar mampu menjadi pribadi tangguh dan berkualitas. Setiap ujian demi ujian telah Allah sisipi berbagai pelajaran berharga. Utamanya bila setiap ujian yang kita hadapi dapat dilalui bersama orang terkasih. Rasanya daya dan upaya tidak akan terasa melelahkan. Sebab bersamanya adalah suatu kebahagiaan sederhana selepas merasakan bahagianya dekat dengan Sang Pencipta.

Dewa, sosok lelaki berkacama yang sedari kecil dicekoki cerita mitologi Yunani Kuno oleh ibunya, tumbuh besar tanpa sosok ayah. Sosoknya tumbuh dan besar dari didikan seorang ibu yang pernah dijuluki Alkmene. Julukan ini berasal dari sosok lelaki bertubuh tinggi besar yang sempat membuat Ibu jatuh cinta sampai kemudian terhempas begitu saja. Lelaki itu adalah sang suami yang tega meninggalkannya ketika sedang hamil besar. Hal ini memaksanya untuk membesarkan Dewa kecil seorang diri.

Dewa tumbuh seperti orang-orang pada umumnya. Ia diberi anugerah otak cerdas yang dibuktikan dengan namanya tercantum dalam daftar mahasiswa baru Fakultas Kedokteran di salah satu universitas ternama. Sayang, impian tersebut harus pupus karena ibunya yang tidak siap menanggung semua biaya pendidikan. Dewa pun mengambil pilihan di UPI Jurusan Kimia di IKIP Bandung dengan biaya kuliah yang beratus kali lipat lebih murah dibanding kuliah kedokteran.

“Sudah besar tapi belum bisa menjadi orang hebat.”.

Keluhan sang ibu membuat Dewa terccenung. Pada semester dua perkuliahan Dewa, Ibu mulai kehilangan pekerjaan sehingga tidak memiliki penghasilan tetap. Hal ini membuat Dewa memaksakan diri untuk memperoleh pekerjaan. Usaha pertamanya adalah mendaftarkan diri sebagai tenaga pendidik dari satu tempat bimbingan belajar ke tempat lain. Pasang surut terjadi ketika bimbingan belajar tempat Dewa bernaung terpaksa dijual demi kepentingan sepihak pemilik. Dewa memutar otak, ia memiliki gagasan untuk mendirikan sebuah bimbingan belajar sendiri. Modalnya didapat dari pengajuan proposal ke berbagai lembaga resmi. Dewa tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia membuka berbagai usaha dengan keahlian menulis banyak proposal untuk diajukan kepada banyak pihak.

Bisnis yang dijalani secara bersamaan dan pengeluaran yang tidak terkontrol membuat pekerjaan Dewa tidak maksimal. Fokus kerja yang harus dibagi rata serta begitu mudahnya Dewa dalam menggunakan uang untuk hal-hal tidak penting membuat Dewa harus menutup satu demi satu usahanya. Ketika sumber penghasilan mulai hilang, Dewa mencoba bisnis MLM meski tidak menerapkannya secara maksimal. Dewa mengambil banyak ilmu dari berbagai macam seminar yang diadakan oleh program MLM. Terutama mengenai passive income dan strategi marketing untuk dapat diterapkan di bidang lain.

Hingga pada suatu hari Dewa bertemu dengan Ruslan, sosok alim dengan usaha rakit barang elektronik. Ruslan memiliki usaha rakit barang elektronik sesuai pesanan yang masih baru berdiri. Karena kuwalahan dalam menghadapi pesanan, Ruslan membuka peluang siapa saja yang ingin menjadi investor dengan jumlah keuntungan dapat dinikmati perbulannya. Dewa tergiur dengan ajakan Ruslan. Terlebih dengan hasil keuntungan yang benar-benar didapatkan setiap bulan setelah tergabung menjadi investor. Alhasil Dewa dengan strategi marketing mampu menggaet ratusan investor baru. Perusahaan Ruslan pun semakin berkembang pesat seiring dengan banyaknya investor yang bergabung terlebih melalui perantara Dewa.

Jatuh bangunnya dari menjadi guru bimbingan belajar hingga bisnis tidak lepas dari peran Haura, teman satu angkatan yang tidak saling mengenal selama tiga semester padahal mereka selalu kuliah di satu kelas yang sama. Haura berasal dari kata dalam arab yang berarti bidadari. Haura yang selama ini menemani Dewa ketika saat jatuh bangun dalam mencari uang. Haura pula yang menawari diri untuk mengatur keuangan serta jadwal seminar acara yang akan diisi Dewa. Tak heran jika Dewa menganggap Haura sebagai bidadarinya dan menjadikan Haura sebagai cita-cita pertama yang ditulis dalam buku impian ketika kali pertama Dewa mengikuti program MLM.

Haura juga menjadi saksi tatkala Dewa ditipu oleh Ruslan sehingga Dewa terpaksa harus menanggung biaya investasi yang dilarikan senilai total delapan miliyar. Kedok Ruslan terbongkar ketika 18 hari pasca pernikahannya dengan Haura. Ruslan mendadak sama sekali tidak bisa dihubungi. Bahkan sosial media yang menjadi tempat bagi Ruslan mempromosikan bisnisnya sudah tidak dapat diakses kembali. Dewa langsung syok dan beberapa hari mengurung diri tanpa mau diajak bicara.

Teror terus menghantui dari ratusan investor yang mau bergabung atas ajakan Dewa. Tak jarang ancaman dan cemooh berdatangan baik melalui telepon, pesan dan secara langsung. Lambat laun Dewa menyadari bahwa berdiam diri tidak akan menyelesaikan utang delapan miliyar yang sebenarnya bukan tanggung jawabnya. Semangat Dewa untuk segera membayar utang kepada investor melejit tatkala Haura hamil anak pertama mereka.

Dewa sebenarnya juga merupakan korban. Sama seperti yang lain. Hanya saja karena investor bergabung dalam bisnis Ruslan melalui perantara Dewa, Dewa dianggap sebagai orang yang harus bertanggung jawab atas hilangnya uang investor. Ketika Dewa berkonsultasi mengenai permasalahannya kepada seorang tokoh agama, Dewa mendapatkan nasihat bahwa menyelesaikan utang delapan miliyar itu diniatkan untuk membantu. Jangan jadikan sebagai beban. Kebanyakan investor ketika menagih uang ke Dewa memiliki alasan karena uang tersebut ingin segera digunakan untuk kebutuhan mendesak seperti sanak keluarga yang sakit, biaya sekolah anak dan lain-lain. Lebih penting dari itu, Dewa disarankan untuk terus bergerak untuk menjemput matematika Allah yang berbeda dengan penalaran sebagai manusia.

Dari sini Dewa memulai usaha dengan berjualan Ceker Iblis atas saran Haura. Laba 5000 per porsi ceker dan Haura yang kecekatannya dalam memasak ceker menurun seiring kondisi kehamilannya yang membesar sangat tidak memungkinkan bagi Dewa untuk menyelesaikan utang 8 miliyar. Namun Dewa terus bergerak demi menjemput matematika Allah. Dewa yakin Allah akan membantu hambaNya yang mau berusaha. Rizal dan Mirza,  dua sahabat Dewa yang selalu ada saat Dewa dalam kondisi apapun turut membantu Dewa dalam menyelesaikan utang padahal mereka adalah korban yang mengalami kerugian cukup besar pula.

Lambat laun, utang delapan miliyar yang menjadi beban di pelupuk mata mulai berkurang. Dewa mampu membayar uang dari investor sedikit demi sedikit. Dewa menghentikan bisnis Ceker Iblis dengan modal berat serta laba minim dengan menulis buku lalu menjualnya. Ketika delapan miliyar berangsur-angsur ringan, kehidupan Dewa dan Haura mengalami ujian demi ujian lagi. Dalam segala ujian yang dilalui, Dewa semakin menyadari akan cinta Haura yang begitu tulus tanpa iming-iming apapun. Bahkan ketika saat-saat paling buruk yang Dewa alami dan ketika Haura masih memiliki banyak pilihan, Haura masih sanggup mengatakan,

Ayah tidak perlu khawatir. Bidadari Ayah tetap ada di sini.

 

Iklan

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s