Kegiatan PK2 Maba Universitar Jember Agustus 2017 (2)


Kegiatan PK2 Mahasiswa Baru Universitas Jember Agustus 2017.

Kegiatan PK2 Maba UNEJ 2017

fasefrew
Perkenalan dosen-dosen PSSI di ruang aula PSSI. Foto dari Instagram @slamingram

Materi kedua yang dibahas pada hari Selasa, 15 Agustus 2017 berkaitan dengan pengembangan kemahasiswaan di Universitas Jember. Bapak Anang Andrianto ST.,MT selaku pemateri memaparkan bahwa pengembangan diri dibagi menjadi dua, yakni soft skill dan hard skill. Soft skill berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar di kampus dan biasanya dipengaruhi oleh tingkat kecerdasaan seseorang. Sedangkan hard skill berhubungan dengan kegiatan ekstrakulikuler di luar kegiatan belajar seperti organisasi, UKM, dan lain-lain. Seringnya hard skill ini dapat melatih kecerdasan emosional seseorang atau EQ. Sebagainya bunyi Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi pasal 14 ayat (1) yang menyatakan bahwa mahasiswa mengembangkan bakat, minat dan kemampuan dirinya melalui kegiatan kokirukuler dan ekstrakulikuler sebagai bagian dari proses pendidikan. Maka dari itu dapat diartikan bahwa pendidikan tinggi harus dapat menunjukkan capaian yang dihasilkan dari kegiatan ekstrakulikuler (Bambang Yudhoyono, Undang-Undang No 12, 2012). Universitas Jember sendiri sudah berupaya memfasilitasi segala kebutuhan pengembangan minat bakat mahasiswanya melalui banyak organisasi kemahasiswaan di bawah lingkup Program Kreativitas Mahasiswa Universitas Jember.

Bidang kemahasiswaan ekstrakulikuler sendiri memiliki beberapa jenis yaitu:

  1. Nalar
  2. Minat dan bakat
  3. Peningkatan kesejahteraan
  4. Kepedulian sosial

Ekstrakulikuler jenis nalar berkaitan dengan berpikir kritis seperti organisasi Karya Tulis Ilmiah atau KTI yang memang dituntut untuk menelaah suatu hal secara kritis. Sementara itu, ekstrakulikuler jenis minat bakat meliputi banyak contoh seperti organisasi macam-macam olahraga, organisasi menulis, organisasi pecinta catur dan lain sebagainya. Ekstrakulikuler peningkatan kesejahteraan sering berhubungan dengan kesejahteraan di bidang jasmani dan rohani. Contohnya adalah organisasi keagamaan dan organisasi pencak silat. Sedangkan ekstrakulikuler kepedulian sosial menyangkut hal-hal berbau masyarakat luas contohnya adalah UKM kependudukan.

_DSC3257
Bapak Anang Andrianto, ST., MT. Foto dari HIMASIF.

Bapak Anang selaku Sekretaris 3 Bidang Kemahasiswaan PSSI juga memperkenalkan bidang pelayanan apa saja yang tersedia di Universitas Jember. Bidang-bidang pelayanan yang tersedia di Universitas Jember antara lain:

  1. Kesehatan
  2. Konseling
  3. Perpustakaan
  4. Bahasa asing
  5. Teknologi Informasi (internet, e-learning, SISTER, dan lain-lain)
  6. Penerbitan
  7. Program semester antara atau semester pendek
  8. Asrama
  9. Job info
  10. Beberapa fasilitas umum lainnya

Pemateri yang bergelar Magister Teknik ITS ini berkali-kali menyebutkan bahwa mengikuti organisasi-organisasi yang ada di perkuliahan itu penting. Selain untuk mengembangkan minat bakat kita, organisasi juga melatih kita untuk berpikir dewasa serta mandiri. Bapak Anang mengatakan suatu hal tentang apa itu mandiri.

“Bisa hidup mandiri dan sendiri tapi tidak bisa seenaknya sendiri.”

-Anang Andrianto ST., MT.

 

Pemateri ketiga pada hari yang sama adalah Prof. Drs. Slamin M. Comp. Sc. Ph.D. Beliau selaku Ketua PSSI menjelaskan tentang perguruan tinggi di Indonesia dan kegiatan akademik apa saja yang terjadi di perguruan tinggi. Sebelumnya, pemateri yang lulusan The University of Newcastle Australia tersebut menyarankan mahasiswa agar belajar dengan giat. Belajar pun terbagi menjadi dua tipe yaitu belajar menghafal dan belajar dengan kritis. Belajar menghafal berarti seperti selama ini yang kita alami selama kurun waktu SD, SMP dan SMA yaitu menghafalkan apa saja yang diajarkan oleh guru. Belajar seperti ini lebih mengandalkan memori otak dan kemampuan untuk menghafal segala jenis pelajaran. Sedangkan belajar kritis ibarat seperti prosesor dalam komputer yang tahu mengapa hal itu bisa terjadi. Bapak Slamin mengisahkan masa kecilnya yang dilarang oleh ibunya agar jangan berdiri di depan pintu. Setiap Pak Slamin menanyakan mengapa, ibunya selalu menjawab dengan lugas “pokoknya tidak boleh” tanpa menjelaskan apa alasannya. Hal kecil seperti itulah yang melatih Pak Slamin untuk memecahkan suatu masalah dengan berpikir kritis lalu mengajarkan sifat kritis yang positif seperti ini kepada anak didiknya.

Selanjutnya, pemateri lulusan S1 Pendidikan Matematika Universitas Jember ini menjelaskan tentang berbagai jenis perguruan tinggi yang menjamur di Indonesia. Ada perguruan tinggi diploma contohnya politeknik, akademi dan akademi komunitas yang menghasilkan lulusan terampil kerja. Pendidikan tinggi seperti ini memberikan gelar D1, D2, D3 atau D4 untuk setiap lulusannya dengan masa kuliah satu hingga empat tahun. Sedangkan perguruan tinggi strata yang contohnya perguruan tinggi, sekolah tinggi dan institute lebih banyak menggunakan otak untuk berpikir dan menganalisis ilmu pengetahuan. Hal ini dasari untuk antisipasi karena ilmu pengetahuan senantiasa berkembang dan ilmu apa yang sedang dipelajari sekarang tidak mesti sama dengan tahun-tahun berikutnya dikarenakan perkembangan ilmu pengetahuan. Ilmu semacam tren yang memiliki masa kejayaan lalu tenggelam oleh ilmu-ilmu baru yang barangkali ditemukan oleh manusia di masa mendatang. Lulusan strata satu difokuskan untuk dapat menguasai dasar-dasar ilmiah yang berkaitan dengan teori atau alasan dari suatu masalah, menerapkan ilmu, bersikap baik dan beretika serta mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat.

fasefrew
Prof. Drs. Slamin M. Comp. Sc. Ph.D. Foto dari instagram @slamingram

Tak lupa, Pak Slamin melengkapi sejarah berdirinya Universitas Jember dan Program Studi Sistem Informasi sebagai penutup materinya. Universitas Jember berdiri tahun 1957. Dulunya, Universitas Jember merupakan perguruan tinggi swasta dengan nama Universitas Tawang Alun. Pada tahun 1963, Universitas Jember melepaskan diri dari kampus cabang Universitas Brawijaya dan berubah menjadi perguruan tinggi negeri. Pada tahun 1964, Universitas Jember merubah namanya dari Universitas Tawan Alun menjadi Universitas Negeri Djember dengan singkatan UNED. Singkatnya, pada tahun 1982, Universitas ditetapkan dengan nama Universitas Jember atau UNEJ seperti yang kita kenal sekarang.

PSSI sendiri berdiri tahun 2009. Tujuh tahun lamanya mengudara, PSSI membuka prodi baru yaitu Teknologi Informasi yang baru terbentuk tahun lalu yakni 2016. Tahun ini, tepatnya 2017, PSSI membuka prodi baru yaitu Informatika bersamaan dengan pengajuan nama fakultas menjadi Fakultas Ilmu Komputer. Walaupun masih berbentuk program studi setara fakultas, tetapi usulan nama Fakultas Ilmu Komputer telah disetujui dan tinggal menunggu ijin pendirian. Jika telah ijin telah keluar, maka secara resmi Fakultas Ilmu Komputer akan membawahi tiga program studi, yaitu Sistem Informasi, Teknologi Informasi dan satu prodi baru, yaitu Informatika.

Lulusan S2 dan S3 Computer Science and Software Engineer di Australia itu juga memaparkan secara singkat perbedaan prodi Informatika Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Informatika lebih mengembangkan teori-teori dasar pemograman. Lalu ada Sistem Informasi yang lebih tanggap dalam urusan bisnis berbasis IT. Disusul dengan Teknologi Informasi yang menerapkan aplikasi pemograman sesuai kebutuhan. Baik Informatika, Sistem Informasi ataupun Teknologi Informasi sama-sama mempelajari dasar-dasar pemograman seperti algoritma untuk kemudian dapat membuat suatu program komputer yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Iklan

2 tanggapan untuk “Kegiatan PK2 Maba Universitar Jember Agustus 2017 (2)”

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s