Blog vs Vlog


m,mmmm
Credit picture from here.

Masih segar dalam ingatan. Kala itu adalah sekitar tahun 2009, tahun dimana saya mendaftarkan diri di WordPress dan memiliki blog. Saat itu, blog benar-benar dalam masa kejayaan selepas internet ditemukan dan semua orang kian mengenal apa itu internet. Banyak sekali artikel maupun tulisan karya banyak orang termuat dalam internet dan ditampung dalam masing-masing brand dengan sebutan blog. Di blog, setiap orang mampu menulis apapun untuk dibagikan. Entah itu cerita sehari-hari, tutorial cara membuat ini itu, artikel informati, dan lain sebagainya. Aku senang sekali membaca tulisan-tulisan mereka. Tiap kata tersusun baik. Tiap kalimat demi kalimat terlihat nyaman untuk dibaca. Hal ini membuatku terinspirasi untuk membuat tulisan seperti layaknya mereka yang sudah lebih dulu mengenal blog.

Akses internet saat itu juga masih sebatas laptop maupun PC. Hp masih berkeypad dan cukup sebagai sarana berkirim sms atau telepon. Oleh karena itu, akses internet utamanya untuk ngeblog adalah sesuatu yang istimewa. Terlebih ketika untuk kebutuhan informasi, orang-orang biasanya mengakses internet kemudian menuju sebuah situs atau blog seseorang. Otomatis, blog menjadi cukup bermanfaat bagi manusia ketika itu.

Seiring berjalannya waktu, internet semakin berkembang. Begitu pula dengan akses internet dan sarana aksesnya. Google semakin jaya dengan berbagai fitur yang ditawarkan. Salah satunya adalah Youtube. Entah kapan fenomena ini muncul. Namun, Youtube kian menjadi sarana yang cukup informatif dan efektif selain blog untuk memberi tahu sesuatu. Youtube bisa dikatakan seperti televisi. Banyak sekali konten yang bisa kita tonton dari Youtube. Tergantung kebutuhan masing-masing. Ketika mendengar pendapatan iklan di Youtube lumayan menggiurkan, banyak orang, baik orang biasa, artis bahkan pejabat pemerintah berbondong-bondong ingin mencoba Youtube. Dimulai dari membuat akun dan channel di Youtube, lalu menyajikan konten yang menarik. Entah itu hiburan, DIY, berita, dan lain-lain. Akses internet pun kini semakin mudahnya dengan smartphone dan kuota internet melimpah ataupun wifi gratis. Internet zaman sekarang bisa diakses dengan mudahnya dalam genggaman.

Lambat laun, eksistensi tulisan di blog mulai berkurang. Mungkin dikarenakan manusia era sekarang memiliki minat baca rendah. Atau entahlah. Barangkali masih firasat sepihak saya yang bertanya-tanya blog masih banyak peminatnya atau tidak.

Bertahan di blog

Menulis adalah hobi saya sejak dulu. Dibanding merekam diri sendiri, saya lebih senang berbagi melalui semburat tulisan. Tulisan memiliki kekuatan tersendiri bagi saya. Dimana orang-orang yang membacanya harus turut berpikir untuk memahami suatu tulisan. Saya juga bukan pribadi yang ekspresif untuk bisa membuat channel Youtube. Berbagi lewat tulisan lebih terasa damai dibandingkan harus mengedit ulang rekaman video yang sudah kita buat. Barangkali dibutuhkan penampilan yang menarik dan wajah yang manis untuk menjadi Youtuber. Sedangkan untuk menjadi blogger tidak diperlukan syarat khusus. Mungkin hanya sebatas keterampilan menulis saja

Keunggulan dan kekurangan antara blog dan vlog

Handsome man takes a video of himself
Credit picture from here.

Menurut pandangan saya, tidak mudah untuk membuat satu konten video. Dibutuhkan ide atau konsep apa saja yang akan terjadi di depan kamera. Entah itu aksi spontan atau yang terencana. Alur video juga perlu diperhatikan. Bagaimana isi video apakah menarik atau tidak. Serta proses editing video yang tak jarang memakan waktu karena harus cut sana sini, penambahan backsound dan tulisan, dan lain-lain. Tidak mudah memang. Mengingat jika ingin membagikan suatu hal, ia harus benar-benar merekam suatu kejadian saat itu juga. Misalnya seorang traveler. Jika ingin membagikan setiap perjalanannya dalan bentuk video, ia harus merekam setiap momen yang ia lakukan sepanjang perjalanan. Entah itu makan, jalan-jalan, berbincang dengan orang asing, atau bahkan ketika naik pesawat sekalipun. Segalanya harus direkam kala momen itu berlangsung. Tidak bisa ditunda. Karena momen tidak bisa terulang dua kali.

Keunggulan seorang Youtuber adalah dalam penyajian konten dan penonton. Rekaman video yang sudah dibuat dan diedit dengan susah payah itu bisa langsung dinikmati penonton. Walau tak ayal video itu hanya berdurasi 10-15 menit. Penonton cukup melihat apa saja yang terlihat dalam video tanpa berpikir panjang.

Untuk membuat tulisan, blogger bisa melakukannya kapan pun. Bahkan ketika suatu momen sudah terjadi selama apapun, blogger masih mampu untuk menuliskan kisahnya kembali. Cukup dilengkapi oleh foto-foto sebagai dokumentasi pelengkap beberapa momen penting. Tulisan bisa selesai diiringi dengan ide-ide yang biasanya tertuang begitu saja alias spontan. Tinggal bagaimana bentuk tulisan memiliki bahasa yang apik sehingga rangkaiannya mudah dibaca oleh orang lain.

blogideas-2
Credit picture from here

Kelemahan tulisan adalah siapa peminatnya. Seiring berkembangnya Youtube dan fenomena vlog, tulisan di internet khususnya blog jadi jarang diminati. Didukung dengan minat baca yang rendah, orang-orang dewasa ini lebih menyukai Youtube sebagai hiburan. Mungkin masih ada peminat tulisan-tulisan di blog. Tapi seringnya, tulisan yang didukung dengan gambar atau foto memiliki nyawa tersendiri dan sedikit menarik pembaca. Jika tanpa gambar, tulisan akan terlihat membosankan dan buru-buru ditinggalkan. Terlebih, ketika membaca, seseorang diharuskan untuk berpikir guna mencerna setiap kata yang ia baca. Berbeda sekali dengan vlog yang hanya tinggal ditonton saja. Kita tidak diharuskan berimajinasi karena sudah tergambar jelas di video.

Blog dan vlog itu semacam novel dan film, memiliki dua perbedaan mendasar. Jika tulisan bisa memberikan penggambaran detail dan pembaca dituntut untuk berpikir guna mengimajinasikan penjelasan tulisan di otak, maka video menampilkan penggambaran yang jelas dan nyata tanpa perlu kerjasama otak untuk menggambarnya di otak. Sayang, di video kemungkinan kurang detail dengan apa saja yang ditampilkan.

Ini hanya sekadar opini pribadi saya. Barangkali ada tambahan? 🙂 😉

Iklan

3 thoughts on “Blog vs Vlog”

  1. untuk saat ini saya lebih nyaman ngeblog daripada ngevlog, karena jujur saja saya tidak pede ketika berbicara didepan kamera, belum lagi nanti waktu editing terkadang saya merasa jijik melihat diri sendiri ketika berbicara di depan kamera, yah akhirnya hapus, gak jadi upload.. haha

    1. Hahaha. Sama persis dg saya. Saya jg pemalu. Iya sih sebagai cewek saya memang narsis tapi kenarsisan saya hanya utk konsumsi pribadi bukan dipublikasikan. Lebih suka ke menulis karena minat dan bakat kesitu drpd ngevlog karena emang saya kurang ekspresif. Gk cocok kalo saya jadi aktor, enakan jd penulis.

      Karena saya tidak bisa bersandiwara. Hahaha

  2. saya lebih nyaman merekam sesuatu lewat tulisan di blog, karena aku males kalau pergi kemana gitu harus bawa2 kamera dan merekamnya lalu bicara di depan kamera.

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s