Berjuang Melawan Dingin


Pagi ini, Tulungagung kota diserbu dingin. Saya pun serta merta dipeluk dingin yang sangat erat dari semalam. Dingin yang hampir-hampir tidak pernah terjadi sebelumnya. Hal ini membuat saya tidak bisa tidur dengan nyenyak. Apalagi saya memang hanya mengenakan jaket kesayangan. Alhasil, meskipun badan sudah terhalang dingin, sepasang kaki saya masih merasakan dingin yang amat menusuk.

Pada sekitar waktu subuh, sekilas saya melihat layar hp. Betapa terkejutnya saya dengan aplikasi ramalan cuaca yang menunjukkan angka 16’C. Baru ketika agak siang saya mendapati suhu cuaca yang menunjuukkan angka 18’C. Mungkin karena kemarin Tulungagung dilanda hujan pada pagi dan siang hari sehingga imbasnya membuat cuaca hari ini menjadi dingin. Walau angka suhu naik, hal itu tidak serta merta membuat kedinginan yang saya rasakan hilang.

screenshot_2016-08-03-07-40-29_com.miui_.weather2.png

Sehabis mengantar adek ke sekolah, saya memacu sepeda motor untuk mencari sarapan. Karena terdesak dingin yang teramat sangat, saya mencari makanan berkuah dan panas untuk menghangatkan badan. Terlintaslah ide di kepala kalau saya sebaiknya mampir di warung Bu Siti, tetangga sebelah rumah saya persis yang sekarang pindah agak jauh. Saya mampir sejenak ke warung Bu Siti untuk menikmati bubur ayam kesukaan saya. Pertama kali masuk, warung masih sepi. Mungkin karena saya datang ke sini terlalu pagi. Maklum warung Bu Siti ini selalu ramai oleh pembeli. Kalau datang sedikit siang, harus ikhlas untuk antre dan menunggu bersama pelanggan lainnya.

Akhirnya, semangkuk bubur ayam, sate telur puyuh dan segelas teh hangat menjadi hidangan menyambut hari ini. Sesekali saya memegang gelas teh untuk mentransfer kehangatan. Bahkan gelas teh hangat saya tempelkan ke pipi supaya merasa lebih hangat-saking dinginnya. Dingin pun lambat laun melebur dari badan saya. Bubur ayamnya enak. Semangkuk dibandrol seharga Rp7000. Jika ditambah telur puyuh dan teh hangat, saya cukup mengeluarkan uang sebesar Rp11000. Jadi, benar-benar murah dan sehat untuk dompet. Hehe. Lokasinya di perempatan Tamanan belok ke barat sedikit. Warungnya ada di utara jalan. Warung bubur Bu Siti memang dekat dengan perempatan. Warung ini memang buka setiap pagi hingga menjelang siang. Jadi menu-menunya sangat cocok untuk sarapan di kala pagi yang dingin.

wp-1470186910569.jpg
Spanduk warung
wp-1470186898763.jpg
Buburnya enak. Pantes pelanggannya banyak. Hehe

wp-1470185309493.jpg

Hidup memang penuh perjuangan. Seperti berjuang melawan dingin yang menyiksa di kala pagi. Apalagi memperjuangin kamu.

 

 

Iklan

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s