Melukis Pelangi karya Oki Setiana Dewi


Book with hard cover

Baru kemarin berkesempatan membaca buku autobiografi tentang Oki Setiana Dewi. Ibu dua anak ini memberi judul pada bukunya dengan dua kata penuh makna,  Melukis Pelangi. Sesuai dengan apa yang OSD tuang dalam bukunya yakni tentang bagaimana setiap episode kehidupan dalam hidup seseorang adalah demi melukis indahnya pelangi masa depan. 

Buku ini ditulis oleh sosok Oki untuk menjelajahi kisah-kisah perjuangannya di masa lalu. Oki yang lahir dan besar di Batam memiliki cita-cita tinggi, yakni ingin menjadi seorang artis. Oki kecil merupakan murid berprestasi di sekolahnya. Berbagai prestasi akademik dan non akademik diraihnya. Terlebih dalam prestasi sebagai mc, model, dan public figure di Batam. Tak heran jika namanya cukup terkenal di berbagai media kota Batam. 

Akhirnya, ketika Oki baru akan menempuh pendidikan SMA, ia bertekad untuk merantau ke Jakarta. Meninggalkan karier gemilangnya di Batam dengan segala zona nyaman di dalamnya. Oki sadar bahwa langkahnya ke Jakarta berarti memulai segalanya dari nol.

Di Jakarta, selain sibuk sekolah, Oki juga disibukkan dengan meniti karier demi cita-citanya menjadi artis. Ia rela mengikuti berbagai casting yang melelahkan demi meraih peran. Ketika mendapat peran figuran, hal itu tidak sebanding dengan tenaga dan waktu yang terbuang. Dengan rentan waktu yang harus dibagi dengan sekolah, hal ini tak ayal membuat prestasinya di sekolah menurun. Hingga pada suatu titik dimana Allah memberi hidayah kepadanya. Mungkin bisa disebut sebagai teguran untuk Oki agar mengenakan kerudung.

Mengenakan kerudung bukanlah hal yang mudah bagi seorang Oki. Bahkan orang tuanya dulu menentang keputusannya untuk berjilbab. Meski demikian, teman-teman dari SMA 1 Depok begitu mendukung dan menyambut bahagia aksinya yang mau mengenakan kerudung. Lambat laun, Oki remaja menyadari hakikat kehidupan sebenarnya. Ia menyadari bahwa selama ini ia disibukkan dengan sesuatu yang bersifat duniawi tanpa memiliki esensi menuju akhirat. Lambat laun pula, Oki yang bercita-cita menjadi artis kini mengganti cita-citanya menjadi seorang guru. Karena dengan menjadi guru, ia bisa mendapatkan limpahan amal yang tiada terputus. Semacam investasi untuk negeri akhiratnya.

Di saat Oki sudah jauh melupakan dunia artis, beberapa produser tempat ia dulu casting serentak menghubunginya. Mereka ingin Oki untuk menjadi pemain di film mereka bahkan menjadi peran utama. Namun mereka turut kecewa ketika mengetahui keadaan Oki sekarang yang berjilbab. Peran utama yang dulu ia inginkan justru ia tolak karena mengharuskan untuk melepas jilbab. Bahkan salah satu dari mereka pernah berkata,

Kamu tidak akan bisa menjadi apa-apa dengan jilbab.

Kalimat tersebut terus diingat oleh sosok Oki Setiana Dewi sembari meyakinkan diri bahwa Allah tidak mungkin menelantarkan hambaNya yang berusaha taat. Allah pun menggiringkan kepada apa yang dulu ia cita-citakan. Nama Oki Setiana Dewi melejit setelah ia menjadi pemeran penting dalam film Ketika Cinta Bertasbih.

Oki ketika shooting film KCB di Mesir

Salah satu orang yang turut berperan dalam perjuangan seorang Oki adalah ibunda. Oki belajar banyak dari ibunya yang selalu sabar dan ikhlas bahkan ketika beliau sedang sakit parah. Satu permintaan sang ibu yang membuat Oki diterpa berbagai macam cobaan, 

Cukup bantu ibu dengan menjadi anak yang solehah.

Ibunda Oki Setiana Dewi

Buku ini dikemas menarik. Dengan hard cover dan lembar demi lembar buku yang dicetak dengan warna-warni memberi kesan sepadan dengan judul buku. Buku dengan pembawaan ‘aku’ oleh OSD juga dibentuk seperti buku diari dengan beberapa foto perwakilan sejarah perjalanan hidup OSD. Pembaca dijamin tidak akan bosan membaca buku ini.

Identitas buku

Judul : Melukis Pelangi

Penulis : Oki Setiana Dewi

Tahun terbit : 2012, cetakan pertama

Penerbit : Mizania

Tebal buku : 349 halaman

Iklan

2 thoughts on “Melukis Pelangi karya Oki Setiana Dewi”

    1. Mungkin karena penulis ingin memberikan gambaran betapa warna warni kisah hidupnya yang penuh perjuangan ibarat melukis pelangi.

      Entahlah. Untuk lebih jelas seharusnya tanya ke penulisnya langsung hehe

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s