Perkembangan Si Autisme


“Kak Itsna sama Ilham.”

“Ilham pacar Itsna.”

Seketika saya menjerit histeris. Apa yang sudah dek Ilham katakan membuat saya syok. Bagaimana tidak? Dia tiba-tiba duduk di sebelah saya, ikut-ikutan nonton tv, lalu mengatakan dua kalimat yang fenomenal di dalam pikiran saya hingga sekarang.

Saya memiliki dua adek. Adek pertama bernama Ilham. Dia cowok, berumur 14 dan sedang menuju 15 tahun pada 5 September 2016 ini. Dia memiliki kelebihan yang membuatnya beda dari yang lain. Dia tidak seperti adek-adek yang dimiliki oleh semua teman saya. Dia mengidap autisme hingga dijuluki ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Meski benar-benar berbeda, saya tak lupa untuk senantiasa bersyukur memiliki adik dengan kondisi seperti ini. Darinya saya bisa mendapat pengalaman baru. Terutama bagaimana saya harus mengontrol emosi dan kesabaran.

Karena memiliki descripe tag sebagai Anak Berkebutuhan Khusus, Ilham pun mendapatkan perawatan dan perlakuannya khusus juga. Sekilas yang ingin saya jelaskan tentang bagaimana sosok Ilham ini. Dia tidak bisa dikatakan sebagai orang waras. Ilham tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang aman mana pula yang bahaya. Pernah suatu ketika kompor mengalami kebakaran karena saya lupa mematikan kompor. Ilham satu-satunya orang di rumah yang lebih tahu duluan kalau kompornya kebakaran. Tapi dia hanya melihatnya sambil ketawa-ketiwi sendiri gitu (aneh banget ya). Untung saja orang rumab segera sadar dengan adanya asap mengepul di dalam rumah.

Ilham itu juga tidak bisa mengungkapkan sesuatu. Jadi kita sebagai orang-orang di sekitarnya yang harus bisa peka. Maklum dulunya Ilham mengalami keterlambatan bicara. Dia kalau lapar gak bilang. Jadi mau gak mau kita yang harus ingat kapan dia makan. Jika Ilham sampai bisa mengungkapkan perasaannya, itu sudah ibarat mengetahui keajaiban dunia yang ke-8. Contohnya waktu sanak saudara ngasih jajan kebanyakan pas Idul Fitri kemarin, ia bilang “Jangan banyak-banyak lhooo”.

Mengenai ungkapannya tentang ‘pacar’. Saya sendiri juga heran. Darimana dia tahu istilah pacar? Setahu saya dia sering nonton tv tapi bukan nonton ftv atau sinetron gitu. Dia cuman nonton satu channel setiap hari. Diganti pun gak mau. Hehe. Barangkali Ilham jadi kekinian dan tahu apa itu ‘pacar’. Walaupun secara harfiah dia tidak tahu maksudnya. Hanya asal sebut saja mungkin tanpa memikirkan maknanya. Seperti saya tulis di awal, anak seperti ini gak tahu mana yang baik mana yang buruk.

Kapan-kapan mau cerita soal Ilham deh. Kayaknya seru nih kalau di-share di sini. Hehe.

wp-1506744038054-1216494303.jpg

Iklan

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s