Inspirasi untuk Menabung


Kemarin ketika lebaran, saya berkunjung di rumah mbah kung. Di sana ada saudara sepupu saya, Kak Syifa. Kami bercerita banyak hal karena sudah lama sekali tidak bertemu. Terlebih setelah Kak Syifa masuk SMA karena ia bersekolah di boarding school. Kak Syifa tinggal di pondok dan sibuk sekali dengan segala aktivitas yang ada di sana. Jadilah kami berbagi cerita tentang pengalaman-pengalaman satu sama lain. Pastinya Kak Syifa memiliki cerita lebih banyak dan berkesan dibanding saya.

Kak Syifa itu suka menulis. Menulis sudah semacam hobi baginya. Kemanapun Kak Syifa pergi, ia selalu membawa buku tulis. Buku itulah yang akan menjadi tempatnya berekspresi. Dengan buku dan polpen yang selalu di tangan, apapun pengalaman dan perasaan yang baru saja ia rasakan langsung ditulis di buku. Jadi selama dua tahun terakhir di pondok, Kak Syifa sering menulis buku diari. Bagi Kak Syifa sendiri, menulis adalah ajang untuk memahat peradaban. Wow. Keren ya.

Sekarang Kak Syifa sedang menulis buku diari yang ke-45. Kak Syifa biasa menyebutnya dengan chapter 1, chapter 2, dan seterusnya. Dan pada saat kita bertemu ketika lebaran, Kak Syifa mengijinkan saya untuk membaca buku diari tiga chapter sebelumnya yaitu chapter 42, chapter 43 dan chapter 44. Saya lupa tidak melihat tanggal penulisan tapi kira-kira ketiga buku diari tersebut ditulis dalam rentang tahun 2015 sampai 2016.

Banyak hal yang saya baca dari buku diari Kak Syifa. Semuanya ada. Mulai dari keseharian, pertemanan, masalah-masalah kecil, sampai soal cinta sekalipun, ada! Dari sekian cerita yang sudah saya baca dari buku diari Kak Syifa, ada satu hal yang menarik perhatian saya. Saya selalu teringat dengan apa yang sudah saya baca dari ketiga buku itu bahkan hampor-hampir tidak bisa melupakannya.

Dalam buku, Kak Syifa menuliskan tentang motivasinya untuk tetap gemar menabung. Ia ingin punya rumah. Ingin memiliki rumah adalah cita-citanya. Impiannya itu dia usahakan dengan menabung. Ketika saya tanya, dia sekarang sudah mengumpulkan kurang lebih 10 juta rupiah yang sudah ia tabung sejak 2008. Itupun hanya ditabung dengan cara-cara tradisional seperti dengan celengan dan belum pernah disimpan di bank sampai sekarang. Saya terkesima. Benar-benar sebuah pencapaian yang luar biasa. Saya saja seumur hidup menabung belum pernah mengumpulkan uang sampai sebanyak itu. Biasanya uang tabungan saya habis begitu saja untuk membeli sesuatu yang kurang penting. Mengumpulkannya lama. Tapi menghabiskannya bisa dalam hitungan detik! -_-

wp-1468477375447.jpg
Baca buku sambil minum air mineral.

Setelah membaca motivasi, visi, dan cita-cita Kak Syifa dalam menabung yang sesuai dengan apa yang ia tulis di buku diari, semangat menabung Kak Syifa seperti tertuang ke diri saya. Saya jadi sadar bahwa menabung itu penting. Terlebih lagi saya punya mimpi-mimpi besar yang mengharuskan saya untuk menabung sedini mungkin. Jadi, saya ingin berangkat haji dan umrah sebelum umur 25. Karena melakukan ibadah tersebut saat usia muda akan lebih mudah karena energinya masih kuat. Dengan impian sebesar itu, bagaimana mungkin tidak saya jemput dengan tanpa usaha samasekali? Mungkin sekarang saya hanya bisa belajar dan belum bisa mencari uang sendiri. Tapi saya ingin menunjukkan kepada Allah bahwa saya berusaha untuk mewujudkan impian saya dengan cara menabung. Semoga Allah mengabulkan salah satu dari cita-cita saya ini. Aamiin-aamiin.

wp-1468477497077.jpg
Best quote that I captured from Kak Syifa’s diary book.

Mumpung lagi suasana lebaran dan silaturahmi ke rumah saudara-saudara, alhamdulillah saya dapat angpao lebaran. Banyak lagi. Hehe. Sebagian saya gunakan untuk pegangan jika sewaktu-waktu butuh. Sebagian lagi saya simpan sebagai tabungan untuk cita-cita saya tadi. Kali ini saya harus serius dan bertekad kuat. Tidak labil seperti dulu yang selalu menggunakan uang secara sembarangan. Karena menabung itu penting untuk masa depan. Terutama untuk impian-impian besar kita.

Don’t be extravagant! Must learn to be thrifty people. Think again before spend money to buy anything. Learn more to saving much money for your future and appreciate money so well like Ibuk said.

-myself

Credit photo from www.wjpitch.com

Iklan

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s