Kesan Tertinggal dari Film Rudy Habibie


Baru dua hari setelah saya menonton film Rudy Habibie, rasa-rasanya banyak kalimat yang diucapkan oleh para tokoh terkenang. Semacam terngiang-ngiang dan tidak bisa dilupakan begitu saja. Meskipun tidak menutup diri kalau saya kurang puas dengan cerita filmnya. ๐Ÿ˜ฅ

Inilah beberapa kata mutiara atau quotes yang tidak bisa begitu saja saya lupakan setelah menonton Rudy Habibie. 

Jadilah seperti mata air. Jika air yang keluar dari sana jernih, maka semuanya akan ikut jernih. Jika yang keluar dari sana kotor, maka semuanya jadi kotor. 

-Ayah Habibie

Di film, kata-kata ini keluar dari ayah Habibie ketika mereka sedang bermain air di sungai kecil. Saat itu,  Habibie flashback mengingat masa kecilnya dengan sang ayah. Lalu ia teringat akan nasihat ini. 

Memang, mata air adalah sumber yang menentukan segala yang ada di bawahnya. Tapi ingatlah bahwa mata air itu sendiri berasal dari tanah yang terkoyak. 

-Pendeta

Habibie sedang shalat di Gereja. Selesai shalat, ia dihampiri oleh seorang pendeta yang berasal dari Indonesia juga. Dari beliau, Habibie menceritakan masalah yang tengah dihadapinya dengan harapan akan menemukan pencerahan dari si pendeta. Ketika Habibie mengucapkan nasihat ayahnya di depan beliau, beliau menjawab ini.

Aku tahu nak kalau kamu itu memiliki hati yang kuat. Kamulah orang yang menggantikan ayahmu menjadi imam ketika tahu bahwa dia meninggal. 

-Ibu Habibie 

It’s so deep. Ibu Habibie mengatakan hal ini melalui telepon ketika Habibie menelepon ibunya. Waktu itu, Habibie merasa putus asa dan berteriak gagal. Berkali-kali ia mengatakan bahwa ia ingin pulang ke Indonesia. Ibunya menjawab bahwa pulang bukanlah solusi bahkan bisa jadi membuat Habibie lebih malu. Mereka berdua sama-sama menangis walaupun dengan jarak yang tidak dekat. Sambil menitikkan air mata serta hati yang berat, ibu Habibie mengatakan hal ini yang mampu mengembalikan semangat Habibie untuk menempuh pendidikan kembali di Jerman. 

Apa gunanya merdeka tapi tidak memiliki integritas? 

-Rudy Habibie

Dialog hebat terjadi antara kedubes Indonesia di Jerman dengan Habibie. Kedubes menolak mentah-mentah rencana Habibie yang ingin mengadakan Seminar Pembangunan. Setelah Habibie mengatakan hal ini, tidak disangka bahwa hati kedubes itu luluh. Saya tidak begitu paham dengan plot cerita ini yaitu apa hubungan pengadaan Seminar Pembangunan dengan kemerdekaan Indonesia. Saya harus menambah wawasan tentang Indonesia karena ternyata wawasan saya masih sangat kurang. 

Saya benar-benar mencintai Rudy, tapi saya tidak tahu apakah Rudy benar-benar mencintai saya. Saya benar-benar mencintai Rudy, tapi apakah Rudy pantas menerima cinta saya? 

-Ilona

Kata-kata ini keluar dari Ilona yang saat itu menjadi kekasih Habibie. Kata-kata itu keluar dari mulut Ilona sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan ibunda Habibie. Mereka bisa bertemu karena Ibu Habibie menjenguk Habibie yang sedang sakit sampai ke Jerman. 

Itulah beberapa kata ajaib yang saya dengar dari film Rudy Habibie. Kata-kata tersebut seperti terngiang-ngiang di telinga saya beberapa hari ini. Kata-kata itulah yang paling meninggalkan kesan setelah menonton film Rudy Habibie.   

Iklan

Penulis: Itsnahm

Itsnahm a.k.a. Itsna Hikhmatul Maula. Reading and writing is my soul. So, enjoy to read all my writing here. Thank you.

2 thoughts on “Kesan Tertinggal dari Film Rudy Habibie”

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s