Dari Aku yang Patah Hati


00-rain-photography
Dari  www.vandelaydesign.com

Hembusan angin dingin

 

Menjadi saksi bisu

Akan orang yang kutunggu

Kedekatanmu dengannya

Menyayat hati

Membuatku menangis

Meski bukan urusanku

Bisakah aku melupakanmu

-Salsabia Afiah

Bagaimana sih rasanya patah hati? Yayayaya. Namanya juga patah. Sesuatu yang rusak pasti terasa sakit. Bahkan menyakitkan. Hmmmm. Dan sakit mana lagi yang menimpa remaja kayak saya ini kalau bukan patah hati karena cinta. Wkwkwkwk

Ketika kita suka dengan seseorang. Kita sering stalker akun sosialnya. Entah akun mana saja. Buanyak pokoknya. Sampai kita tahu apa saja all about him. Tapi semakin lama, dari hasil stalker itu baru diketahui ternyata dia suka sama yang lain. Sakitnya tuh di sini. Haha.

Benar kata pepatah legendaris abad 21,

Gak usah stalker. Semakin banyak kamu stalker, semakin sakit hati yang kau rasa.

-Entah siapa

Sebagai cewek, kita emang hobi yang namanya stalker. Biasa, kita adalah makhluk lemah lembut dan pemalu. Jadi bisanya hanya stalker dan selalu up to date kabar terbaru tentangnya. Tapi saking apdetnya, tak jarang justru kita mendapat kabar yang menyakitkan. Hehe.

Saya suka sama seorang manusia. Tapi entahlah. Dia suka sama yang lain kok. Haha :’D Padahal saya sudah geer dan pede. Dan sifat-sifat geje inilah yang membuat sakit. Tapi mau bagaimana lagi? Jatuh cinta sejatinya adalah sebuah rasa yang diiringi dengan pengharapan. Pasti itu! Kecil kemungkinan ada seseorang mencintai tapi dia tidak berharap samasekali. Tapi, setelah mengetahui fakta dan kebenaran, apakah kita masih mau berharap lagi? Sejatuh-jatuhnya jatuh cinta, pasti otak masih berfungsi walaupun tidak terlalu normal. Apakah kita akan terus berharap pada orang yang jelas-jelas tidak mencintai kita?

Saya sudah biasa sakit hati seperti ini. Karena emang sudah berkali-kali patah hati. Saking biasanya, sampai-sampai sudah memiliki antibodi tersendiri khusus untuk gejala-gejala patah hati. Memang patah hati itu menyakitkan. Tapi barangkali ada sisi positif yang dapat kita ambil dari itu semua yaitu jangan kebanyakan ngarep. Harapan yang terlalu tinggi dilempar ke langit akan jatuh dengan sakit karena gaya gravitasi. Hahaha.

Mungkin gak gampang bagi kita untuk move on dari seseorang yang kita sukai. Meski demikian, selama apapun waktunya, kita yang harus tegas dan memiliki prinsip pada diri sendiri. Jangan membuka akun sosial, jangan stalker si dia gak jelas, jangan mengungkit-ungkit tentang si dia lagi. Sibukkan dirimu dengan hal-hal yang positif. Belajar atau mengejar cita-cita dan masa depan yang jelas nyatanya akan kita hadapi. Bisa jadi rasa sakit yang kita rasakan justru menjadi lecutan bagi kita untuk menjadi sosok yang lebih baik. Karena move on itu tidak harus selalu dari mantan pacar. Hahaha.

Jika kau berani jatuh cinta, kau harus berani patah hati.

-Entah siapa

Beginilah cinta. Terimakasih untukmu yang membuatku merasakan sensasi patah hati untuk sekian kalinya. Terimakasih untukmu yang tanpa sadar mengajariku bahwa terlalu berharap itu akan menjadi hal yang menyakitkan pada akhirnya. Terimakasih.

Baiklah! Masa depan masih panjang. Saya akan bertemu dengan banyak orang. Saya berharap saya tidak akan jatuh cinta lagi. Tapi entahlah. Mana mungkin itu terjadi?

Tidak ada seorangpun yang dapat menghindar dari cinta.

-Film Tausiyah Cinta

Iklan

3 tanggapan untuk “Dari Aku yang Patah Hati

  1. Hehhehe…makanya jangan suka stalker, malah sakitnya menjadi jadi, kalau suka langsung aka bilang suka.
    Urusan diterima atau tidak ya belakangan. Iya atau tidak. Jehehh

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s