Menghadapi Masa Depan

Huuufffttt. Umur kian bertambah nominalnya meski sejatinya jatah nafas sudah berkurang. Namanya juga hidup. Pasti kita akan menghadapi tuntutan hidup yang lebih banyak dan besar. Ibarat main game, semakin meningkatnya level maka tingkat kesulitan game semakin tinggi.

Kelas 3 SMA, tidak ada sebulan sudah UN. Belajar pun masih gini-gini aja. Jujur, saya lebih senang belajar SBMPTN karena menurut saya itu lebih bermanfaat daripada sekedar UN. Nilai UN tidak berarti. Asalkan lulus dan nilai biasa-biasa saja. Kalau SBMPTN? Itu lebih penting karena sebagai penentu masuk tidaknya ke PTN favorit. Tapi hingga detik ini saya masih sedikit sekali belajar SBMPTN. Sering- Lanjutkan membaca “Menghadapi Masa Depan”

Iklan

Sekarang atau Keburu Mati!

Sinopsis buku Sekarang atau Keburu Mati! karya Habibie Afsyah.

fuythfg
Cover depan buku. Ditulis sama Habibie sendiri.

Kemarin saya menyempatkan diri membaca buku tulisan Habibie Afsyah, Sekarang atau Keburu Mati. Buku ini menceritakan tentang kisah hidup seorang Habibie Afsyah yang aslinya seorang difabel. Ia terlahir sebagai difabel. Seumur hidupnya dihabiskan di atas kursi roda. Dari semenjak bangun hingga tidur kembali, ia butuh orang untuk membantu memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Bahkan ketika tidur pun, harus ada yang membantu Habibie untuk membalik tubuhnya. Hal ini menjaga kondisi Habibie supaya tetap nyaman.

Meski dalam kondisi yang serba terbatas, Habibie tidak pernah menyerah pada hidupnya. Ia tidak pernah berhenti dengan keadaan seperti itu. Habibie mulai mencoba bisnis di usia sangat muda. Tepatnya ketika masih SD. Dia merentalkan PS3 nya karena pada saat itu masih jarang ada anak-anak yang bisa bermain PS3. Dari situlah Habibie melihat peluang untuk menyewakan PS. Awalnya Lanjutkan membaca “Sekarang atau Keburu Mati!”