Mencoba Berprasangka Baik


Aku sakit. Sakit secara fisik bukan psikis. Namun sakit ini membuatku sampai badmood dan enggan untuk bersuara. Ngobrol sama teman-teman seharian jadi malas. Bawaannya ingin diam saja. Aku sedang sariawan dan ini rasanya sungguh menyakitkan.
Sariawan sudah aku derita sejak beberapa hari sampai sekarang. Mungkin sekitar tiga sampai empat hari. Tepatnya sariawan bersemayam di ujung mulut sebelah kiri. Rasanya sakit sekali. Setiap mau menggerakkan mulut untuk berbicara, rasa perih menjalar hangat ke seluruh tubuh. Mau bicara berat. Makan pun susah. Ya seperti inilah yang kualami sekarang.
Tapi tunggu dulu. Meskipun ini terasa perih dan menyakitkan, aku mencoba untuk berpikir positif. Melihat hal baik di antara serpihan buruk rupa yang berserakan. Ingat pada kalimat ajaib ini?
“Tidak semua hadiah hikmah itu terbungkus indah.”
Yaps. Memang tidak semua hal indah alias hadiah itu terbungkus indah. Mungkin terbungkus dengan masalah atau hal-hal buruk yang terjadi. Tinggal bagaimana cara kita jeli melihat sesuatu yang disebut “indah” dan “hadiah” itu.
Pada hari Senin, Selasa, dan Rabu (tanggal 22-24 Februari 2016) kemarin disebut Ayyamul Bitd yaitu hari-hari pada pertengahan tahun Hijriah. Disunnahkan untuk berpuasa pada hari tersebut. Sakit sariawan ini muncul tepat pada hari-hari tersebut. Karena buat makan memang susah. Jadi, kuputuskan untuk berpuasa sunnah saja.
Pertama, hari Senin. Aku mencoba berpuasa. Karena tidak sahur, perut jadi sakit. Akhirnya puasa dibatalkan sebelum dhuhur datang. Hari Selasa, Rabu dan hari ini, Kamis, alhamdulillah sanggup berpuasa. Walaupun saat sahur harus menahan perih yang luar biasa sakit. Mungkin seperti inilah hikmah sakit puasa. Allah menyuruhku berpuasa saja karena kondisi yang mendukung. Karena Allah memang tahu kalau aku ingin berpuasa. Jadi kalau niat baik buat apa ditunda-tunda.
Tapi, rasanya sakit sekali. Rasanya makanan apapun yang masuk ke tubuh jadi tidak enak. Beginilah, kita harus berusaha bersyukur. Paling tidak belajar sedikit demi sedikit.

***
Hari ini memang masih sariawan. Tapi tidak separah hari-hari puasa kemarin. Hari ini sudah nyaman untuk berbicara. Enak dibuat makan. Alhamdulillah. Hari ini justru sariawanku sembuh.*
Diedit pada Jumat, 26 Februari 2016
Iklan

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s