Ketika Keimanan Seorang Laki-Laki Harus Diuji dengan Kecantikan Perempuan


Ketika Keimanan Seorang Laki-Laki Harus Diuji dengan Kecantikan Perempuan

Sinopsis novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El.Shirazy.

image
From hasanjunaidi.wordpress.com

Diceritakan bahwa seorang Ayyas, salah satu mahasiswa dari Indonesia yang bersekolah di Madinah harus melakukan penelitian sejarah terkait perkembangan Islam pada masa pemerintahan Stalin. Sebenarnya dengan berkunjung ke perpustakaan ataupun mencari informasi dari internet, Ayyas bisa mendapatkan banyak data untuk menyelesaikan tulisan sejarahnya. Namun, dosen pembimbingnya menyuruhnya untuk datang langsung ke Rusia sebagai sumber utama pemerintahan Stalin. Mau tidak mau, Ayyas harus pergi ke Rusia, negara dengan tingkat pergaulan tinggi terbebas dan paling bebas di dunia, untuk mengumpulkan data dan menyelesaikan tulisan sejarahnya sesegera mungkin.

Sesampai di bandara Rusia, Ayyas dijemput oleh Devid, teman masa smp dulu. Baru Ayyas ketahui bahwa Devid sudah hidup bebas seperti masyarakat Rusia kebanyakan. Ia melupakan budaya timur yang dulu membesarkannya dan Islam yang memuliakan. Devid hidup tanpa aturan selama hidup di Rusia. Hal ini membuat Ayyas prihatin.

Devid mengantar Ayyas sampai ke sebuah apartemen pilihan Devid. Sebelumnya Ayyas memang sudah meminta Devid untuk mencarikan tempat menginap yang nyaman, letak strategis, dan harga yang sesuai. Namun alangkah terkejutnya Ayyas karena ternyata bukan hanya dia sendiri sebagai penghuni apartemen namun ada dua perempuan Rusia yang cantik bernama Yelena dan Linor. Ayyas sempat marah kepada Devid tapi Devid mampu menjelaskan alasan kuat mengapa ia memilih tempat ini. Intinya, tempat ini adalah tempat paling aman bagi Ayyas tinggal daripada di tempat lain. Paling tidak dalam apartemen itu ada tiga kamar. Setiap kamar dilengkapi kamar mandi pribadi. Sedang ruang tamu dan dapur adalah tempat yang bisa dipakai bersama.

Ayyas menjalani hari-harinya dengan was-was. Ia tak menyangka seumur hidupnya akan tinggal satu atap dengan perempuan yang bukan mahramnya. Terutama Ayyas menyadari betul bahwa dirinya suka melihat perempuan cantik. Meski demikian, Ayyas selalu berlindung kepada Allah agar dijauhkan dari godaan setan yang terkutuk.

Hari-hari pertama di Rusia, Ayyas pergi ke kampus yang ditunjuk dosennya dari Madinah untuk menemui Profesor Tomski. Profesor Tomski adalah orang yang dijanjikan akan membantu Ayyas pencarian data-data sejarah sesuai kebutuhan. Namun karena alasan mendesak, sang profesor tidak bisa mendampingi Ayyas. Tugas profesor untuk membantu Ayyas digantikan dengan asistennya, seorang gadia Rusia cantik bernama Anatasha. Lagi-lagi Ayyas berlindung kepada Allah karena ia kembali harus berhadapan dengan perempuan cantik.

Ujian keimanan berhembus dahsyat pada diri Ayyas. Yelena yang terlihat baik, ternyata seorang pelacur kelas atas. Linor yang cantik namun dingin, rupanya adalah seorang agen rahasia yang sangat membenci Islam. Linor bahkan beberapa kali mencoba menghancurkan keimanan seorang Ayyas namun tidak berhasil. Belum lagi dengan fakta yang sama sekali tidak diketahui Ayyas bahwa Anatasha selama ini menyukainya. Anatasha selalu berusaha tampil cantik di hadapan Ayyas. Ayyas berulangkali mendapat godaan bertubi-tubi. Sekilas ia sekali pernah hampir terperosok. Namun seketika ia ingat bahwa Allah Maha Melihat apa yang dilakukannya.

Saya sangat suka dengan sosok penggambaran Ayyas. Sebagai tokoh utama, Ayyas memiliki pribadi yang menjaga teguh keimanannya kepada Allah. Meski pada dasarnya laki-laki selalu tergoda dengan perempuan cantik, namun Ayyas selalu meminta perlindungan Allah agar mampu bertahan di negara dengan tingkat pengakses porno terbesar di dunia. Ayyas selalu ingat akan pesan kiai waktu di pesantren dulu untuk berhati-hati dengan perempuan. Karena banyak santri yang gagal menggapai cita-citanya, dan orang sakti yang gagal bertapanya, karena perempuan.

Jika di Madinah Ayyas bisa dengan mudahnya menemui orang saleh. Tapi di Rusia, ia harus meneguhkan keimanan di hatinya. Sosok Ayyas ini begitu menginspirasi bahwa keimanan itu lebih penting daripada terjerumus dalam kenikmatan-kenikmatan dunia yang hanya sesaat.

Selesai membaca buku ini, saya mendapat kesan tersendiri bahwa menjaga keimanan itu sangat penting di tengah deburan godaan dunia. Terutama dari sisi laki-laki yang diuji dengan kelemahannya yaitu perempuan. Akhir dari buku ini menurut saya kurang greget. Seakan alur cerita berhenti begitu saja dan tidak menceritakan nasib Ayyas selanjutnya. Bisa dikatakan buku ini sad ending.

Ini menurut pendapat saya. Ada pendapat lain mungkin?

Iklan

5 tanggapan untuk “Ketika Keimanan Seorang Laki-Laki Harus Diuji dengan Kecantikan Perempuan”

  1. Mungkin akan lebih asyik kalo pembaca mampu menangkap sendiri ilmu/ amanatnya dari pada di jelaskan secara gamblang oleh authornya. Endingnya gantung tapi aku suka, dari pada diterusin tapi sad end 😊

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s