Situs SNMPTN Resmi dibuka Hari Ini

Perasaan deg-degan menyelimuti hati saya dan segenap teman-teman seperjuangan di SMA. Pasalnya, situs resmi SNMPTN resmi dibuka hari ini. Rasanya masih dalam tiang gantungan menunggu takdir kami selanjutnya -akan kuliah dimana-

Dini hari pukul tiga, saya langsung bangkit dari pembaringan. Selepas solat tahajud dan berdoa minta ini itu, saya langsung menyalakan komputer. Mengingat momen sakral yang tepatnya tanggal 29 Februari 2016, saya langsung membuka situs SNMPTN. Ternyata jam segini situsnya masih belum membuka pendaftaran.

dsc_0563.jpg
Kurang tiga-empat jam lagi sebelum situsnya resmi dibuka

Continue reading “Situs SNMPTN Resmi dibuka Hari Ini”

Iklan

Mencoba Berprasangka Baik

Aku sakit. Sakit secara fisik bukan psikis. Namun sakit ini membuatku sampai badmood dan enggan untuk bersuara. Ngobrol sama teman-teman seharian jadi malas. Bawaannya ingin diam saja. Aku sedang sariawan dan ini rasanya sungguh menyakitkan.
Sariawan sudah aku derita sejak beberapa hari sampai sekarang. Mungkin sekitar tiga sampai empat hari. Tepatnya sariawan bersemayam di ujung mulut sebelah kiri. Rasanya sakit sekali. Setiap mau menggerakkan mulut untuk berbicara, rasa perih menjalar hangat ke seluruh tubuh. Mau bicara berat. Makan pun susah. Ya seperti inilah yang kualami sekarang.
Tapi tunggu dulu. Meskipun ini terasa perih dan menyakitkan, aku mencoba untuk berpikir positif. Melihat hal baik di antara serpihan buruk rupa yang berserakan. Ingat pada kalimat ajaib ini?
“Tidak semua hadiah hikmah itu terbungkus indah.”
Yaps. Memang tidak semua hal indah alias hadiah itu terbungkus indah. Mungkin terbungkus dengan masalah atau hal-hal buruk yang terjadi. Tinggal bagaimana cara kita jeli melihat sesuatu yang disebut “indah” dan “hadiah” itu.
Pada hari Senin, Selasa, dan Rabu (tanggal 22-24 Februari 2016) kemarin disebut Ayyamul Bitd yaitu hari-hari pada pertengahan tahun Hijriah. Disunnahkan untuk berpuasa pada hari tersebut. Sakit sariawan ini muncul tepat pada hari-hari tersebut. Karena buat makan memang susah. Jadi, kuputuskan untuk berpuasa sunnah saja.
Pertama, hari Senin. Aku mencoba berpuasa. Karena tidak sahur, perut jadi sakit. Akhirnya puasa dibatalkan sebelum dhuhur datang. Hari Selasa, Rabu dan hari ini, Kamis, alhamdulillah sanggup berpuasa. Walaupun saat sahur harus menahan perih yang luar biasa sakit. Mungkin seperti inilah hikmah sakit puasa. Allah menyuruhku berpuasa saja karena kondisi yang mendukung. Karena Allah memang tahu kalau aku ingin berpuasa. Jadi kalau niat baik buat apa ditunda-tunda.
Tapi, rasanya sakit sekali. Rasanya makanan apapun yang masuk ke tubuh jadi tidak enak. Beginilah, kita harus berusaha bersyukur. Paling tidak belajar sedikit demi sedikit.

***
Hari ini memang masih sariawan. Tapi tidak separah hari-hari puasa kemarin. Hari ini sudah nyaman untuk berbicara. Enak dibuat makan. Alhamdulillah. Hari ini justru sariawanku sembuh.*
Diedit pada Jumat, 26 Februari 2016

Inilah pemandanganku, Sebuah Puisi Kehidupan

Ini pemandanganku
Seperti desir desir bisu
Kan memuncakkan gurat beda
Beda atau sama
Bukan untuk sepotong kata

Ini  pemandanganku
Bukan seperti taman surga
Bukan pula bak hentakan hina
Terjerat pilu kisah tanah
Tak setinggi awang Arsyi

Mungkin
Inilah pemandanganku
Percaya, bukti, tidak perlu
Jikalau bukan letak hati yg berserah
Niscaya langkah ini tidak mungkin sesama dulu.

Ini pemandanganku
Beda dengan pemandanganmu
Bukan cahaya tampak
Namun hati yang dipeluk ikhlas
-Itsnahm, 23 Februari 2016
***
Akhir-akhir ini aku mulai menyukai apa itu puisi. Setiap senggang, kusempatkan sekian detik untuk merangkak puisi. Bukan! Bukan sekedar karena senggangnya waktu, namun ada hal lain yang terjadi. Bisa dikatakan masalah.
Yaaahh. Hubungan horizontal alias dengan sesama hamba Allah memang tidak selalu baik-baik saja. Kadang ada hal-hal yang menimbulkan kesalahpahaman. Hingga pada akhirnya, yang dulu kenal dan akrab sekarang seperti siswa pertama kali masuk sekolah dan tengah menjalani MOS. Kalau pertama kali masuk sekolah kita bertemu orang-orang baru yang saling bertegur sapa, kalau ini beda. Kita jadi berjauhan. Tidak menyapa atau cerita-cerita tidak jelas seperti biasanya.
Karena kita adalah perempuan, berakal satu tapi berperasaan sembilan, setiap masalah yang ada selalu pakai hati. Sulit bagi perempuan menggunakan otaknya untuk segala masalah. Hal yang sanggup dilakukan oleh kita sebagai perempuan adalah menangis. Yaps! Wajar kan kalau kita menangis? Terutama jika air mata ini mendesak keluar dan tumpah begitu saja ketika menghadapi orang yang kita sayangi?
Mungkin ada yang beda dengan cara pandang kita mengenai dunia. Dulu, aku mengira kita memiliki satu pandangan yang sama. Istilahnya adalah satu pemikiran. Ternyata baru kusadari sekarang. Kita ini memang berbeda. Tidak pernah sama. Sekalipun satu sama lain menganggap baik-baik saja. Nyatanya tampilan luar tidak menjamin apa yang ditampilkan di dalam.
Entahlah! Ini semua salahku. Tidak seharusnya aku sampai mengecewakan hatinya.
Maafkan aku, wahai teman. Semoga pertemanan dan persahabatan kita ini bermuara ke surga. Dan semoga masalah ini membuat kita menjadi berpikir lebih dewasa dalam menjalani hidup. Aamiin aamiin.*
*Diedit pada Jumat, 26 Februari 2016

Aku Bercerita

Aku bercerita
Tentang sang penjaga
Melewati larik-larik hujan
Dalam embun hati yang terjaga

Titik
Cerita suatu hari
Enggan berbagi dalam hujan
Meski alkisah itu telah terbentang

Pungguk mengisahkan cintanya
Dibalik elok hujan bercerita
Kala gerimis luka mulai terjatuh
Menetes lembut
Dari hulu hati yang meletakkan

Kini
Cerita hampir usai
Bukan karena derasnya yang tesuh
Ataupun rintiknya yang merindu
Namun satu hal yang harus aku relakan
Hujan ini
Sudah selesai

Nonton Bareng Tausiyah Cinta di STKIP Tulungagung

*Maaf foto masih belum apdet*

Minggu, 14 Februari 2016 yang lalu, saya menyempatkan diri nonton film Tausiyah Cinta yang diadakan di STKIP Tulungagung bersama dua orang teman. Maklum, beberapa minggu setelah film tersebut rilis, debutnya tidak sampai menjamah bioskop kota. Jadi, Forum Mahasiswa Islam Tulungagung mengadakan acara nonton bareng film ini.

Saya dan teman-teman datang pada pukul 8 pagi. Seperti kebiasaan pada umumnya, acara yang dijadwalkan akan mulai pukul 8 itu molor sekian menit. Entah karena peserta yang ingin menonton belum datang, atau tamu-tamu istimewanya belum datang, atau mungkin persiapan lainnya.

Begitu masuk, kita disuruh tanda tangan absensi kehadiran. Lalu mencelupkan jari ke tinta sebagai formalitas. Tak lupa sebelum masuk Continue reading “Nonton Bareng Tausiyah Cinta di STKIP Tulungagung”

Ketika Keimanan Seorang Laki-Laki Harus Diuji dengan Kecantikan Perempuan

Ketika Keimanan Seorang Laki-Laki Harus Diuji dengan Kecantikan Perempuan

Sinopsis novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El.Shirazy.

image
From hasanjunaidi.wordpress.com

Diceritakan bahwa seorang Ayyas, salah satu mahasiswa dari Indonesia yang bersekolah di Madinah harus melakukan penelitian sejarah terkait perkembangan Islam pada masa pemerintahan Stalin. Sebenarnya dengan berkunjung ke perpustakaan ataupun mencari informasi dari internet, Ayyas bisa mendapatkan banyak data untuk menyelesaikan tulisan sejarahnya. Namun, dosen pembimbingnya menyuruhnya untuk datang langsung ke Rusia sebagai sumber utama pemerintahan Stalin. Mau tidak mau, Ayyas harus pergi ke Rusia, negara dengan tingkat pergaulan tinggi terbebas dan paling bebas di dunia, untuk mengumpulkan data dan menyelesaikan tulisan sejarahnya sesegera mungkin.

Sesampai di bandara Rusia, Ayyas dijemput oleh Devid, teman masa smp dulu. Baru Ayyas ketahui bahwa Devid sudah hidup bebas seperti masyarakat Rusia kebanyakan. Ia melupakan budaya timur yang dulu membesarkannya dan Islam yang memuliakan. Devid hidup tanpa aturan selama hidup di Rusia. Hal ini membuat Ayyas prihatin.

Continue reading “Ketika Keimanan Seorang Laki-Laki Harus Diuji dengan Kecantikan Perempuan”