Pacar Nggak Balas Chat? Berasa Udah Kiamat


Pacar Nggak Balas Chat, Berasa Sudah Kiamat

Mungkin judul yang saya angkat ini terlalu lebay atau gimana. Tapi entahlah! Saya sempat pusing dengan hal ini. Apalagi kalau bukan soal pacaran. Bukan saya yang pacaran. Tapi temen. Hehe

Beberapa hari yang lalu adalah hari yang indah. Sekolah jam kosong (istilahnya sudah pindah nggon turu*), pulang siang, makan siang gratis dan pulang cepat. Rasanya menyenangkan aja karena otak tidak digunakan untuk memproses pelajaran yang super melelahkan. Sehabis pulang, saya mengcharger handphone dan bersiap-siap akan bocan alias bobok cantik. Hingga rencana saya untuk tidur gagal karena tiba-tiba seseorang mengirim pesan chat ke bbm saya. Dengan malas saya meraih handphone yang masih terhubung kabel charger. Di layar handphone dengan daya tinggal 29% itu, pacar teman saya mengirim chat yang isinya,

“Itsna bisa bales cepet gak chatnya? Aku butuh bantuanmu.”

“Kok Rini gak bales bbmku kenapa ya? Di wa juga gak bales. Sms pending. Ditelpon gak diangkat.”

“Coba kamu miscall its siapa tau kalau dari kamu dia mau ngangkat.”….blablablah.

Apa yang terjadi? Saya sempat syok sebentar menerima sederet chat yang bagi si pengirim adalah sebuah masalah besar yang harus diselesaikan saat itu juga.

Jadi, saya punya teman dekat. Namanya Rini. Dia sekarang menjalin hubungan pacaran dengan Aldo. Rini dan Aldo ini LDR atau istilah bekennya pacaran jarah jauh. Jarang banget mereka ketemu. Alasan waktu dan domisili, tentu saja! Waktu tidak bisa disinkronkan satu sama lain karena punya kesibukan masing-masing. Kalau domisili ini sudah jelas. Mereka tinggal di kota yang berbeda.

“Bentar-bentar. Ada apa ini?”, saya membalas sekenanya atau bisa dibilang pura-pura bloon.
“Rini gak bales chatku kira-kira dia dimana ya?”, ketiknya. Sepertinya Aldo memang sedang bingung.
“Mungkin lagi sibuk dia.”.
“Enggak kok dia jam segini udah pulang.”
“Oooooh. Mungkin lagi gak bawa hape. Jadi dia gak tau kalo ada chat dari kamu.”
“Gak mungkin! Dia kemana-mana pasti bawa hp. Gak mungkin nggak.”
“Kan bisa saja kelupaan gitu.”
“Gak mungkin lah! Setiap mau kemana gitu pasti ijin sama aku dulu.”
“Oalaah. Mungkin emang lagi gak bawa hape gitu. Lupa. Bisa aja kan?”.
“Gak mungkin………kabdjabsjaksbkan12!'”” blablablah. Aldo bercerita panjang lebar. Entah itu fakta atau sekedar opininya. Jelasnya ia sedang berusaha mengambil kesimpulan sendiri. Padahal Aldo dan saya sama sekali tidak tahu apa yang terjadi dengan Rini. Ada apa dengan Rini? Dimana? Sama siapa?

Baiklah! Sebagai seorang teman dekat a.k.a. sahabat yang baik, saya memenuhi permintaan Aldo ini. Saya miscall Rini berkali-kali. Nomornya tidak aktif. Saya kirim chat via bbm. Hanya ada simbol D yang artinya delivered. Hanya sampai ke perangkat penerima chat tapi tidak dibaca. Terakhir saya chat justru simbolnya jadi centang. Artinya malah tidak sampai ke perangkat si penerima chat. Padahal saya dan Aldo berharap simbol R yang muncul.

“Kok dia gak bales2 ya?”, ketika Aldo dua jam kemudian. Dia pertama mengirim chat kepada saya pukul 12 siang.
“Eeeemmm mungkin lagi tidur.”, jawab saya yang terinspirasi dari agenda bocan yang tidak jadi gara-gara orang pacaran.
“Tadi aku sempet ijin ke dia mau ketemu temenku. Cuman ketemu dan ngobrol2 gitu.”
“Temenmu? Cewek ato cowok?”.
“Cowok lah.”, jawabnya jujur. “Apa dia marah ya sama aku?”, lanjutnya lagi.
“Terus masalahnya dimana? -______-“.
“Soalnya tadi terakhir kita chattingan balesnya cuek2 gitu.”.
“Emang cuek itu cuman bales chat berapa huruf?”.

Sekali lagi saya melihat sebuah fenomena dalam pacaran dimana membalas pesan dengan tulisan disingkat-singkat dapat memicu anggapan cuek, lagi marah, dan lain-lain dari si penerima.

“Udahlah… Rini mungkin lagi tidur jadi gak tau kalo hpnya ada chat dr kamu.”, saya mencoba menenangkan suasana hati Aldo tapi sepertinya dia tidak merasa tenang sama sekali.
“Aku kok curiga.”
“Curiga apa lagi?”
“Entahlah.”.

Chat saya dengan Aldo diakhiri dengan rasa curiga Aldo mengapa chatnya berjam-jam belum juga dibalas. Bisa jadi istilah “jangan-jangan…blablabla” telah menggenapi seluruh isi otaknya. Saya yang jadi bingung apa yang harus saya lakukan.

“Udahlah. Rini itu gak akan aneh2 kok. Positif thinking aja. Jangan negthink terus dari tadi.. Rini itu gak kenapa2 kok.”, balas saya. Sekali lagi, untuk menghibur. Tapi apa balasannya?
“Pikiran lagi kacau nih. Jadi kayak gk bisa berpikir jernih. Negthink terus bawaannya.”.

Akhirnya sampai pada suatu titik kalau saya harus pasrah dengan semua ini. Usaha saya untuk membela Rini di depan Aldo tinggal menunggu keputusan terakhir kapan Rini akan membalas chat dari Aldo. Pada pukul setengah 3, tiba-tiba Rini membalas chat saya di bbm.

“Sorry na. Aku tadi ketiduran. Gk tau ada chat dari kamu.”. Seketika saya memasang muka keki. Kalau tahu gini daritadi saya sudah memilih menjelajahi alam mimpi.

Begitulah pacaran. Kamu harus melakukan kegiatan wajib lapor kepada pasangan yang mencakup hal-hal penting seperti sedang apa, lagi dimana, dengan siapa, nanti pulang jam berapa, paketan internet kurang berapa byte, dan lain-lain. Sudah semacam tahanan bebas aja yang dikenai wajib lapor ke kepolisian. Kamu yang beruntung bisa jadi mendapatkan pacar yang posesif, kemana-kemana harus ngasih kabar (dilarang ngilang!). Atau yang dewasa, dia bisa memberimu ruang untuk bergerak bebas dan turut menjaga privasimu. Bahkan untuk urusan chat saja sudah menjadi masalah besar. Pacar gak mau balas chat ibarat sudah kiamat. Bisa juga gara-gara chat gak dibalas akan menculut pertengkaran yang geje. Entahlah! Saya gak tahu-menahu sih karakteristik pacaran kayak gimana. Saya tidak pernah praktek. Pernahnya hanya sebagai pengamat. Haha.

Semoga ada pelajaran yang dapat dipetik dari kisah di atas. Entah apa yang bisa pembaca petik dari tulisan ini. Cerita saya di atas berdasarkan true story. Haha. Oiya baca cerita saya sebelumnya Cerita | Smsku Nggak Dibales

NB: Nama-nama yang tercantum adalah nama samaran.
*Pindah tempat tidur.

Iklan

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s