Suka Duka Laptop Keluarga


Hari ini saya sempat memposting dua tulisan di blog ini dan tulisan ini menjadi yang ketiga. Namun tadi ketika saya sedang asyik-asyiknya menulis di tulisan kedua, tiba-tiba abah datang dan langsung meminjam laptop yang sedang aku pakai. Mau tidak mau saya meminjamkan laptop karena abah ada urusan yang lebih mendesak. Walau dari belakang saya sempat mendengus kesal sebentar.

Awalnya laptop ini abah belikan untukku setahun lalu. Tepatnya ketika kelas satu SMA. Abah membeli laptop untuk kepentingan belajar saya. Saya senang sekali. Karena dengan adanya laptop tugas-tugas sekolah dapat saya kerjakan dengan mudah. Namun lama kelamaan berbagai polemik muncul berkaitan dengan laptop ini.

Ternyata bukan hanya saya yang memakai laptop ini. Tapi satu keluarga. Dalam artian hanya abah, ibuk dan saya. Dua adik saya masih kecil jadi tidak ada kepentingan khusus dengan laptop. Jika abah dan ibuk sudah jelas urusannya. Abah menggunakan laptop ini untuk keperluan bengkel. Ada beberapa program yang ada di laptop ini untuk membantu kerja abah. Belum lagi ibuk yang terkadang membuat proposal dan harus segera diprint.

Hal ini yang kadang memercikkan masalah sepele. Misalnya ketika kami berebut untuk menggunakan laptop. Saya ada tugas, ibuk dengan proposal, abah dengan pekerjaan. Sudah pasti jika abah dan ibuk yang ngomel-ngomel duluan. Karena alasan anak tidak boleh mendurhakai orang tua jadi saya mengalah saja. Dan ketika laptop sedang diam sampai berdebu, kami bertiga justru tidak ada kepentingan sama sekali untuk memakainya. -_-

Pernah juga ketika suatu kali saya lama tidak memakai atau membuka laptop. Bahkan saking lamanya saya tidak sadar jika laptop sudah berpindah dari tempat semula karena sering dipakai abah dan ibuk. Mendadak charger laptop hilang dan laptop benar-benar low battery sehingga tidak bisa dinyalakan. Abah dan ibuk pun mengomeli saya. Saya sempat heran karena saya tidak tahu apa-apa tapi seakan divonis sebagai tersangka hilangnya charger laptop. Padahal saya sama sekali tidak tahu apa-apa. T_T. Akhirnya saya mencari chaarger laptop atas suruhan abah ibuk walau saya tidak berhasil menemukannya.

Belum lagi ketika laptop tiba-tiba lemot dan harus mendapat perawatan. Bahkan bisa jadi harus restart ulang. Hal ini terkadang membuat beberapa data terhapus. Lagi-lagi saya harus menghadapi omelan ibuk karena data-data beliau terhapus. Saya hanya bisa pasrah. T_T

Beginilah suka duka laptop keluarga. Bukan laptop pribadi. Tapi dengan demikian membuat hidup ada corak warna tersendiri. Hehehe xD ūüėÄ

Iklan

Satu tanggapan untuk “Suka Duka Laptop Keluarga

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s